Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGALAMAN RESILIENSI PADA LANSIA PENYINTAS COVID 19

View through CrossRef
Latar belakang: Penyintas covid 19 masih bergejala hingga lebih dari 60 hari setelah onset pertama muncul. Kondisi ini dikenal sebagai long covid. Terdapat banyak sekali lansia yang mengalami long covid dan menjadi penyintas covid 19. Para pasien lansia tersebut membutuhkan baik dukungan perawatan medis, perawatan paliatif, dukungan sosial serta spiritual. Pada proses perjalanan para lansia melawan corona virus tidak mudah. Banyak yang mengalami gangguan cemas, depresi, ketidakberdayaan, stres, trauma dan gangguan psikososial lainnya. Keadaan tersebut sering kali masih dirasakan meski mereka sudah dinyatakan sembuh. Perlunya perawatan paliatif berkelanjutan dan perawatan kesehatan mental untuk membangun resiliensi pada diri para pasien lansia. Resiliensi yang baik menjadi sistem pertahanan kesehatan jiwa pada pasien. Mereka yang memiliki resiliensi pada dirinya dapat menghadapi kesulitan hidup dengan tenang dan tetap sehat secara psikologis maupun fisik. Fenomena-fenomena dari para pasien lansia yang menjadi penyintas covid 19 dan memiliki resiliensi pada dirinya tidak dapat digambarkan secara kuantitatif, karena setiap pengalaman dari partisipan yang memiliki resiliensi secara psikologis berbeda satu dengan yang lainnyaMetode: Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan studi fenomenologi interpretatif. Partisipan dalam studi fenomenologi interpretatif ini adalah 9 partisipan yang telah memenuhi kriteria dalam penelitian ini. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan teknik analisis data Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) dalam proses analisisnya. Partisipan dalam penelitian ini adalah Lansia Penyintas covid 19 yang sudah mengalami resiliensi. Pemilihan partisipan dalam penelitian ini menggunakan teknik purpose sampling sesuai dengan kriteria yang telah dipilih oleh peneliti.Hasil: Dalam penelitian ini menghasilkan 5 tema, diantaranya: Merasa trauma dengan pengalaman masa kritis covid 19, Berduka ditinggal berpulang pasangan hidup, Butuh waktu untuk dapat menerima keadaan, Menerima ketentuan Tuhan dengan terpaksa, Berusaha bnagkit dari keterpurukanKesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian pada para lansia penyintas covid 19 dapat difahami bahwa tidak mudah mereka untuk dapat bangkit dari masa-masa sulit akibat pandemi covid 19. Banyak amarah, kekecewaan, stres, trauma, insomnia, hingga berduka karena kehilangan orang tercinta. Hal tersebut dapat dilampaaui oleh para partisipan lansia penyintas covid 19 karena adanya dukungan keluarga, dukungan masyarakat serta lingkungan sosial, pola pikir positif, rasa mencintai diri sendiri, serta keyakinan dan kekuatan spiritualiatas membentuk resiliensi.Kata Kunci : Resiliensi, Lansia, Long Covid, Penyintas Covid 19
Title: PENGALAMAN RESILIENSI PADA LANSIA PENYINTAS COVID 19
Description:
Latar belakang: Penyintas covid 19 masih bergejala hingga lebih dari 60 hari setelah onset pertama muncul.
Kondisi ini dikenal sebagai long covid.
Terdapat banyak sekali lansia yang mengalami long covid dan menjadi penyintas covid 19.
Para pasien lansia tersebut membutuhkan baik dukungan perawatan medis, perawatan paliatif, dukungan sosial serta spiritual.
Pada proses perjalanan para lansia melawan corona virus tidak mudah.
Banyak yang mengalami gangguan cemas, depresi, ketidakberdayaan, stres, trauma dan gangguan psikososial lainnya.
Keadaan tersebut sering kali masih dirasakan meski mereka sudah dinyatakan sembuh.
Perlunya perawatan paliatif berkelanjutan dan perawatan kesehatan mental untuk membangun resiliensi pada diri para pasien lansia.
Resiliensi yang baik menjadi sistem pertahanan kesehatan jiwa pada pasien.
Mereka yang memiliki resiliensi pada dirinya dapat menghadapi kesulitan hidup dengan tenang dan tetap sehat secara psikologis maupun fisik.
Fenomena-fenomena dari para pasien lansia yang menjadi penyintas covid 19 dan memiliki resiliensi pada dirinya tidak dapat digambarkan secara kuantitatif, karena setiap pengalaman dari partisipan yang memiliki resiliensi secara psikologis berbeda satu dengan yang lainnyaMetode: Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan studi fenomenologi interpretatif.
Partisipan dalam studi fenomenologi interpretatif ini adalah 9 partisipan yang telah memenuhi kriteria dalam penelitian ini.
Pelaksanaan penelitian ini menggunakan teknik analisis data Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) dalam proses analisisnya.
Partisipan dalam penelitian ini adalah Lansia Penyintas covid 19 yang sudah mengalami resiliensi.
Pemilihan partisipan dalam penelitian ini menggunakan teknik purpose sampling sesuai dengan kriteria yang telah dipilih oleh peneliti.
Hasil: Dalam penelitian ini menghasilkan 5 tema, diantaranya: Merasa trauma dengan pengalaman masa kritis covid 19, Berduka ditinggal berpulang pasangan hidup, Butuh waktu untuk dapat menerima keadaan, Menerima ketentuan Tuhan dengan terpaksa, Berusaha bnagkit dari keterpurukanKesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian pada para lansia penyintas covid 19 dapat difahami bahwa tidak mudah mereka untuk dapat bangkit dari masa-masa sulit akibat pandemi covid 19.
Banyak amarah, kekecewaan, stres, trauma, insomnia, hingga berduka karena kehilangan orang tercinta.
Hal tersebut dapat dilampaaui oleh para partisipan lansia penyintas covid 19 karena adanya dukungan keluarga, dukungan masyarakat serta lingkungan sosial, pola pikir positif, rasa mencintai diri sendiri, serta keyakinan dan kekuatan spiritualiatas membentuk resiliensi.
Kata Kunci : Resiliensi, Lansia, Long Covid, Penyintas Covid 19.

Related Results

Pengalaman Anggota Keluarga Mendampingi Lansia Penderita Covid-19 Saat Isolasi di RSU Sembiring Deli Tua
Pengalaman Anggota Keluarga Mendampingi Lansia Penderita Covid-19 Saat Isolasi di RSU Sembiring Deli Tua
Lansia merupakan kelompok yang paling rentan terkena penyakit Covid-19. Kecemasan pada lansia dengan Covid-19 merupakan faktor kesehatan mental yang penting untuk diatasi. Terdapat...
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
Kebutuhan vital yang penting agar proses kehidupan berlangsung baik untuk setiap makhluk hidup adalah kebutuhan tidur. Akan tetapi hal tersebut akan mengalami pergeseran saat memas...
Pelatihan Konselor Pada Kader Lansia RW.19 Sendangmulyo - Semarang
Pelatihan Konselor Pada Kader Lansia RW.19 Sendangmulyo - Semarang
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya melatih para kader lansia agar dapat berperan sebagai konselor untuk kesejahteraan lansia di RW.19 Sendangmulyo di kota Semarang. Berd...
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT TENTANG PELATIHAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH BETOKAN, TIRTOADI, GODEAN, SLEMAN
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT TENTANG PELATIHAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH BETOKAN, TIRTOADI, GODEAN, SLEMAN
Posyandu lansia merupakan langkah yang cukup strategis dalam rangka pengembangan kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia agar dapat membantu dan menolong dirinya sendiri, seh...
PARTISIPASI LANSIA DALAM POSYANDU LANSIA DI KELURAHAN WERUNGOTOK, KECAMATAN NGANJUK, KABUPATEN NGANJUK
PARTISIPASI LANSIA DALAM POSYANDU LANSIA DI KELURAHAN WERUNGOTOK, KECAMATAN NGANJUK, KABUPATEN NGANJUK
Latar Belakang: Partisipasi lansia merupakan bentuk keikutsertaan lansia dalam kegiatan dimasyarakat, dalam hal ini kegiatan posyandu lansia. Posyandu lansia ternyata hanya ramaipa...
Gambaran Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Tradisional pada Penduduk Lanjut Usia di Indonesia
Gambaran Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Tradisional pada Penduduk Lanjut Usia di Indonesia
One of the health efforts that have the opportunity to improve the health status of the elderly is traditional health services (Yankestrad). This paper aims to describe the use of ...
TINGKAT KECEMASAN DAPAT MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA LANSIA
TINGKAT KECEMASAN DAPAT MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA LANSIA
Abstract. As life span increases, this condition more likely result in general health problems or mental health problems, especially in the elderly. Elderly who experience changes ...

Back to Top