Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Model Konversi Lahan Persawahan Di Desa Lantowonua Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana

View through CrossRef
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan (1) Faktor yang menyebabkan sehingga petani melakukan tindakan konversi lahan persawahan di Desa Lantowonua. (2) Dampak yang ditimbulkan pasca konversi lahan persawahan di Desa Lantowonua terhadap tingkat pendapatan masyarakat. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan deskriptif kualitatif dimana dalam penentuan informan penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis interpretatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor penyebab terjadinya konversi lahan persawahan menjadi lahan permukiman, disebabkan oleh 1) faktor alam meliputi berkurangnya sumber air bagi lahan persawahan serta menurunnya kualitas tanah, sehingga terjadi penurunan produktifitas lahan persawahan. Adapun faktor sosial budaya merupakan bentuk adaptasi masyarakat terhadap perubahan kondisi sosial yang terjadi di Desa Lantowonua, karena kebutuhan ekonomi dan harapan akan pemenuhan kebutuhan ekonomi secara cepat, sehingga dikonversi atau dialihfungsikan menjadi lahan untuk kawasan permukiman baru. Dampak  positifnya berupa adanya pendapatan atau penghasilan yang  lebih besar pada masa tertentu yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pendidikan anak, perbaikan rumah tempat tinggal dan pengadaan barang berharga yang dapat dijadikan tabungan seperti emas serta tabungan untuk kebutuhan mendesak. Dampak negatifnya adalah menurunnya bahkan tidak menentunya pendapatan selanjutnya, karena berkurangnya sumber mata pencaharian akibat terjualnya lahan persawahan
Title: Kajian Model Konversi Lahan Persawahan Di Desa Lantowonua Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana
Description:
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan (1) Faktor yang menyebabkan sehingga petani melakukan tindakan konversi lahan persawahan di Desa Lantowonua.
(2) Dampak yang ditimbulkan pasca konversi lahan persawahan di Desa Lantowonua terhadap tingkat pendapatan masyarakat.
Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan deskriptif kualitatif dimana dalam penentuan informan penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling).
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis interpretatif.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor penyebab terjadinya konversi lahan persawahan menjadi lahan permukiman, disebabkan oleh 1) faktor alam meliputi berkurangnya sumber air bagi lahan persawahan serta menurunnya kualitas tanah, sehingga terjadi penurunan produktifitas lahan persawahan.
Adapun faktor sosial budaya merupakan bentuk adaptasi masyarakat terhadap perubahan kondisi sosial yang terjadi di Desa Lantowonua, karena kebutuhan ekonomi dan harapan akan pemenuhan kebutuhan ekonomi secara cepat, sehingga dikonversi atau dialihfungsikan menjadi lahan untuk kawasan permukiman baru.
Dampak  positifnya berupa adanya pendapatan atau penghasilan yang  lebih besar pada masa tertentu yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pendidikan anak, perbaikan rumah tempat tinggal dan pengadaan barang berharga yang dapat dijadikan tabungan seperti emas serta tabungan untuk kebutuhan mendesak.
Dampak negatifnya adalah menurunnya bahkan tidak menentunya pendapatan selanjutnya, karena berkurangnya sumber mata pencaharian akibat terjualnya lahan persawahan.

Related Results

Rancang Bangun Website Promosi Pada Sapo Rumbia Villa and Cottage
Rancang Bangun Website Promosi Pada Sapo Rumbia Villa and Cottage
Promosi merupakan salah satu bagian penting dalam memasarkan barang dan jasa. Promosi dapat memuat informasi-informasi yang dapat menarik minat konsumen terhadap barang dan jasa ya...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN PUUWATU DAN KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI
DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN PUUWATU DAN KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan menganalisis dinamika penggunaan lahan di Kecamatan Puuwatu dan Kecamatan Baruga Kota Kendari pada tahun 2008 hingga 2014, (2) Me...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake seluas sekitar 358.405,70 ha berada di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, juga terdapat aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Dalam penelitia...

Back to Top