Javascript must be enabled to continue!
Katalogisasi Naskah Sunda Kuno Koleksi Kabuyutan Ciburuy
View through CrossRef
ABSTRAKTradisi tulis merupakan bukti kemajuan peradaban suatu bangsa. Naskah-naskahSunda Kuno yang ada saat ini merupakan peninggalan sejarah perjalanan bahasa dan budayaNusantara. Penelitian terhadap naskah-naskah Sunda Kuno tidak begitu banyak karenajumlah penelitinya sedikit. Bahkan katalog yang khusus mencatat naskah Sunda Kuno dimasyarakat pun belum ada. Katalogisasi Naskah Sunda Kuno di Jawa Barat merupakanupaya menginventarisasi dan mendokumentasi naskah-naskah Sunda Kuno di masyarakat.Katalogisasi juga merupakan direktori penelitian yang dilakukan terhadap naskah SundaKuno sehingga menjadi pembuka jalan bagi para peneliti yang ingin menggali kekayaanintelektual masa lalu. Katalogisasi naskah Sunda Kuno dimulai dari koleksi KabuyutanCiburuy di Kabupaten Garut. Kabuyutan ini menyimpan kurang lebih 30 kropak naskahSunda Kuno yang diperkirakan ditulis pada abad XVI-XVIII Masehi. Sebagian besar naskahlontar ini kondisinya rusak parah dan perlu penanganan yang serius. Dari ketiga puluhnaskah tersebut baru 15 naskah yang dapat diidentifikasi dan dibuat deskripsi lengkapnya.Kata kunci: Naskah, Katalog, Bahasa, BudayaABST RACTWritten tradition is evidence of the development of civilization of a nation. OldSundanese manuscripts still existing today is a historical heritage of linguistic and culturaljourneys of the Indonesian Archipelago. Unfortunately, most of the manuscripts are notappropriately preserved and from time to time continue to be damaged. Furthermore,the research on the Old Sundanese manuscripts is not so many due to the limited numberof the researchers. Even a catalogue especially listing Old Sundanese manuscripts in thesociety has not been made yet. The existing catalogues have only listed the manuscriptskept by the official institutions such as libraries and museums. Cataloging the OldSundanese manuscripts in West Java is one of the efforts to inventory and document theOld Sundanese manuscripts that are still scattered in the society, both stored in customaryinstitutions and personal collections. Cataloging is also a research directory that has everbeen conducted on Old Sundanese manuscripts, so it can be a pioneer for researchers whowant to explore the intellectual property in the past. As the first stage, cataloging theOld Sundanese manuscripts is started from the collection of Kabuyutan Ciburuy in GarutRegency. Kabuyutan stores approximately 30 compartments (kropak) of Old Sundanesemanuscripts that are estimated to have been written in the 16 to 18 century AD. Most ofthese manuscripts are badly damaged and need to be seriously taken care of. From thethirty manuscripts, only 15 manuscripts can be identified and can be completely described.Keywords: manuscript, catalogue, language, culture
Title: Katalogisasi Naskah Sunda Kuno Koleksi Kabuyutan Ciburuy
Description:
ABSTRAKTradisi tulis merupakan bukti kemajuan peradaban suatu bangsa.
Naskah-naskahSunda Kuno yang ada saat ini merupakan peninggalan sejarah perjalanan bahasa dan budayaNusantara.
Penelitian terhadap naskah-naskah Sunda Kuno tidak begitu banyak karenajumlah penelitinya sedikit.
Bahkan katalog yang khusus mencatat naskah Sunda Kuno dimasyarakat pun belum ada.
Katalogisasi Naskah Sunda Kuno di Jawa Barat merupakanupaya menginventarisasi dan mendokumentasi naskah-naskah Sunda Kuno di masyarakat.
Katalogisasi juga merupakan direktori penelitian yang dilakukan terhadap naskah SundaKuno sehingga menjadi pembuka jalan bagi para peneliti yang ingin menggali kekayaanintelektual masa lalu.
Katalogisasi naskah Sunda Kuno dimulai dari koleksi KabuyutanCiburuy di Kabupaten Garut.
Kabuyutan ini menyimpan kurang lebih 30 kropak naskahSunda Kuno yang diperkirakan ditulis pada abad XVI-XVIII Masehi.
Sebagian besar naskahlontar ini kondisinya rusak parah dan perlu penanganan yang serius.
Dari ketiga puluhnaskah tersebut baru 15 naskah yang dapat diidentifikasi dan dibuat deskripsi lengkapnya.
Kata kunci: Naskah, Katalog, Bahasa, BudayaABST RACTWritten tradition is evidence of the development of civilization of a nation.
OldSundanese manuscripts still existing today is a historical heritage of linguistic and culturaljourneys of the Indonesian Archipelago.
Unfortunately, most of the manuscripts are notappropriately preserved and from time to time continue to be damaged.
Furthermore,the research on the Old Sundanese manuscripts is not so many due to the limited numberof the researchers.
Even a catalogue especially listing Old Sundanese manuscripts in thesociety has not been made yet.
The existing catalogues have only listed the manuscriptskept by the official institutions such as libraries and museums.
Cataloging the OldSundanese manuscripts in West Java is one of the efforts to inventory and document theOld Sundanese manuscripts that are still scattered in the society, both stored in customaryinstitutions and personal collections.
Cataloging is also a research directory that has everbeen conducted on Old Sundanese manuscripts, so it can be a pioneer for researchers whowant to explore the intellectual property in the past.
As the first stage, cataloging theOld Sundanese manuscripts is started from the collection of Kabuyutan Ciburuy in GarutRegency.
Kabuyutan stores approximately 30 compartments (kropak) of Old Sundanesemanuscripts that are estimated to have been written in the 16 to 18 century AD.
Most ofthese manuscripts are badly damaged and need to be seriously taken care of.
From thethirty manuscripts, only 15 manuscripts can be identified and can be completely described.
Keywords: manuscript, catalogue, language, culture.
Related Results
Katalogisasi Naskah Sunda Kuno Koleksi Kabuyutan Ciburuy
Katalogisasi Naskah Sunda Kuno Koleksi Kabuyutan Ciburuy
ABSTRAKTradisi tulis merupakan bukti kemajuan peradaban suatu bangsa. Naskah-naskahSunda Kuno yang ada saat ini merupakan peninggalan sejarah perjalanan bahasa dan budayaNusantara....
KABUYUTAN CIPAGERAN CIMAHI DARI ZAMAN KE ZAMAN
KABUYUTAN CIPAGERAN CIMAHI DARI ZAMAN KE ZAMAN
Komunitas Kabuyutan Cipageran Cimahi layaknya “museum” hidup yang menghubungkan masa lalu dan kini. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul dan eksistensi K...
Catatan Editor: Langkah JPS dalam situasi pandemi dan pengantar Vol. 18 (3) tentang budaya, identitas, dan relasi antarkelompok
Catatan Editor: Langkah JPS dalam situasi pandemi dan pengantar Vol. 18 (3) tentang budaya, identitas, dan relasi antarkelompok
Salam sejahtera,
Tahun 2020 ini merupakan tahun yang menantang bagi kita semua. Awal tahun diwarnai dengan berbagai peristiwa, diantaranya politik global yang memanas serta perist...
KABUYUTAN CIBURUY KECAMATAN BAYONGBONG GARUT: EKSISTENSI DAN FUNGSI
KABUYUTAN CIBURUY KECAMATAN BAYONGBONG GARUT: EKSISTENSI DAN FUNGSI
Artikel ini dimaksudkan menyajikan gambaran hasil penelitian di situs purbakala Kabuyutan Ciburuy Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Beberapa hal yang dapat ...
WAYANG DAN KREATIVITAS DALANG DALAM NASKAH SUNDA KUNO
WAYANG DAN KREATIVITAS DALANG DALAM NASKAH SUNDA KUNO
Naskah-naskah Sunda Kuno yang sampai kepada kita di masa sekarang merupakan peninggalan yang sangat berharga. Di dalamnya terkandung aneka ragam gagasan dan kecerdasan orang Sunda ...
Konservasi Naskah Sunda Kuno di Kabupaten Bandung
Konservasi Naskah Sunda Kuno di Kabupaten Bandung
The conservation of Ancient Sundanese manuscripts through transliteration training was motivated by concerns about the condition of the ancient Sundanese manuscripts that had been ...
PROMOSI NASKAH KUNO PERPUSTAKAAN MUSEUM ACEH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMANFAATAN KOLEKSI OLEH PENGGUNA
PROMOSI NASKAH KUNO PERPUSTAKAAN MUSEUM ACEH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMANFAATAN KOLEKSI OLEH PENGGUNA
Penelitian ini membahas tentang promosi naskah kuno perpustakaan museum aceh dan pengaruhnya terhadap pemanfaatan koleksi oleh pengguna. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaim...
PERMAINAN DALAM MOENS ALBUM
PERMAINAN DALAM MOENS ALBUM
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan salah satu lembaga di Indonesia yang menyimpan naskah-naskah Nusantara. Koleksi yang tersimpan terdiri lebih dari sebelas ribu na...

