Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BEKICOT TERHADAP KADAR TOTAL PROTEIN DARAH PADA RATTUS NOVE RGICUS STRAIN WISTAR DENGAN DIET NON PROTEIN

View through CrossRef
Protein Energy Malnutrition (PEM) adalah keadaan kurang gizi  yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tida k memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG). Karena kurangnya asupan protein yang terus berlanjut, penderita PEM dapat mengalami penurunan kadar total protein darah.  Tepung bekicot merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung protein tinggi. Penelitian ini  bertujuan untuk membuktikan ba hwa tepung bekicot mampu memberikan pengaruh pada kadar total protein darah tikus dengan diet non pr otein. Studi eksperimental menggunakan the  pre-post test contro l group design dilakukan terhadap hewan coba tikus wistar jantan. Sampel dipilih dengan ca ra simple random sampling untuk  dibagi dalam empat kelompok, y aitu “P1” adalah kelompok tikus yang diberikan diet normal, “P2” kelompok tikus yang diberikan diet tepung bekicot 4%, “P3” kelompok tikus yang diberikan diet tepung bekicot 19%, “P4” kelompok tiku s yang diberikan diet tepung bekicot 50%. Variabel yang diukur  dalam penelitian ini adalah kadar total protein dar ah tikus setelah pemberian diet pada masi ng-masing perlakuan selama satu bulan. Ha sil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung  bekicot memberikan pengaruh yang nyata  terhadap perubahan ka dar total protein dar ah tikus (paired t-test, p < 0,05). Namun demikian ada perbedaan bermakna pada perlakuan (anova, p < 0,05) yang terjadi pada ”P2”.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian tepung bekicot  memberikan pengaruh terhadap kadar total protein darah, dan dosi s yang paling efektif adalah menggunakan tepung bekicot 19%. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian le bih lanjut tentang aplikasi tepung bekicot pada manusia dengan kondisi PEM.  Kata kunci:  total protein darah, PEM, diet non protein
Title: PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BEKICOT TERHADAP KADAR TOTAL PROTEIN DARAH PADA RATTUS NOVE RGICUS STRAIN WISTAR DENGAN DIET NON PROTEIN
Description:
Protein Energy Malnutrition (PEM) adalah keadaan kurang gizi  yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tida k memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Karena kurangnya asupan protein yang terus berlanjut, penderita PEM dapat mengalami penurunan kadar total protein darah.
  Tepung bekicot merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung protein tinggi.
Penelitian ini  bertujuan untuk membuktikan ba hwa tepung bekicot mampu memberikan pengaruh pada kadar total protein darah tikus dengan diet non pr otein.
Studi eksperimental menggunakan the  pre-post test contro l group design dilakukan terhadap hewan coba tikus wistar jantan.
Sampel dipilih dengan ca ra simple random sampling untuk  dibagi dalam empat kelompok, y aitu “P1” adalah kelompok tikus yang diberikan diet normal, “P2” kelompok tikus yang diberikan diet tepung bekicot 4%, “P3” kelompok tikus yang diberikan diet tepung bekicot 19%, “P4” kelompok tiku s yang diberikan diet tepung bekicot 50%.
Variabel yang diukur  dalam penelitian ini adalah kadar total protein dar ah tikus setelah pemberian diet pada masi ng-masing perlakuan selama satu bulan.
Ha sil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung  bekicot memberikan pengaruh yang nyata  terhadap perubahan ka dar total protein dar ah tikus (paired t-test, p < 0,05).
Namun demikian ada perbedaan bermakna pada perlakuan (anova, p < 0,05) yang terjadi pada ”P2”.
  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian tepung bekicot  memberikan pengaruh terhadap kadar total protein darah, dan dosi s yang paling efektif adalah menggunakan tepung bekicot 19%.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian le bih lanjut tentang aplikasi tepung bekicot pada manusia dengan kondisi PEM.
 Kata kunci:  total protein darah, PEM, diet non protein.

Related Results

Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...
Kerentanan Jenis Tepung terhadap Infestasi Kumbang Tepung Merah (Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae)
Kerentanan Jenis Tepung terhadap Infestasi Kumbang Tepung Merah (Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae)
ABSTRACT Susceptibility of various flour types to the investation of red flour beetle ( Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae) The research on the level of flour...
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
Pengembangan produk cake yang memanfaatkan tepung mocaf dan tepung pisang untuk menggantikan sebagian dan keseluruhan terigu ditujukan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal, memper...
VIABILITAS BENIH TERONG (SOLANUM MELONGENA L.) DENGAN PEMBERIAN POC BEKICOT
VIABILITAS BENIH TERONG (SOLANUM MELONGENA L.) DENGAN PEMBERIAN POC BEKICOT
Penelitian pengaruh pupuk organik cair (POC) bekicot terhadap viabilitas benih terung (Solanum melongena L.), dilaksanakan bulan September sampai Oktober Tahun 2018 bertempat di la...
Daya Terima Tortilla Chips Berbahan Tepung Pisang Lowe
Daya Terima Tortilla Chips Berbahan Tepung Pisang Lowe
Pisang lowe mempunyai peluang untuk pendiversifikasian pangan lokal. Produk turunan berupa tepung dapat diolah menjadi tortilla chips. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui...

Back to Top