Javascript must be enabled to continue!
Virulensi Isolat Phytophthora Palmivora Dalam Menimbulkan Penyakit Busuk Akar Pada Pembibitan Kakao
View through CrossRef
Phytophthora palmivora adalah salah satu patogen tular tanah yang dapat menyebabkan penyakit busuk akar, busuk buah, busuk tajuk dan hawar daun pada tanaman kakao. Penanganan patogen ini di lapangan relatif sulit karena adanya dugaan patogen ini mengalami perubahan virulensi dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat virulensi isolat P. palmivora dari dua sentra produksi kakao di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dua isolat P. palmivora yaitu isolat PPKT-Koltim dan isolat PPKS-Konsel ditambah kontrol. Inokulum diperbanyak pada buah kakao sehat lalu dicampurkan pada media tanam Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian inokulum P. palmivora pada media tanam berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh dan perkembangan penyakit busuk akar pada tanaman kakao di persemaian. Isolat PPKT-Koltim memiliki tingkat virulensi yang lebih tinggi dari isolat PPKS-Konsel dengan masa inkubasi, kejadian penyakit, dan nilai AUDPC masing-masing 20.06 HIS, 92%, dan 609%/minggu.
Universitas Halu Oleo
Title: Virulensi Isolat Phytophthora Palmivora Dalam Menimbulkan Penyakit Busuk Akar Pada Pembibitan Kakao
Description:
Phytophthora palmivora adalah salah satu patogen tular tanah yang dapat menyebabkan penyakit busuk akar, busuk buah, busuk tajuk dan hawar daun pada tanaman kakao.
Penanganan patogen ini di lapangan relatif sulit karena adanya dugaan patogen ini mengalami perubahan virulensi dari waktu ke waktu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat virulensi isolat P.
palmivora dari dua sentra produksi kakao di Sulawesi Tenggara.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dua isolat P.
palmivora yaitu isolat PPKT-Koltim dan isolat PPKS-Konsel ditambah kontrol.
Inokulum diperbanyak pada buah kakao sehat lalu dicampurkan pada media tanam Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian inokulum P.
palmivora pada media tanam berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh dan perkembangan penyakit busuk akar pada tanaman kakao di persemaian.
Isolat PPKT-Koltim memiliki tingkat virulensi yang lebih tinggi dari isolat PPKS-Konsel dengan masa inkubasi, kejadian penyakit, dan nilai AUDPC masing-masing 20.
06 HIS, 92%, dan 609%/minggu.
Related Results
Karakterisasi Fisiologis Rizobakteri Secara In Vitro Terhadap Penyakit Busuk Buah Kakao (Phytophthora palmivora L.)
Karakterisasi Fisiologis Rizobakteri Secara In Vitro Terhadap Penyakit Busuk Buah Kakao (Phytophthora palmivora L.)
Abstrak. Salah satu perkebunan di Indonesia menghasilkan kakao (Theobroma cacao L.), yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dan cadangan devisa Indonesia. Masi...
Pengujian Lapangan Efikasi Fungisida Alami Phymar C SL Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah dan Kanker Batang Pada Kakao di Kabupaten Luwu Utara
Pengujian Lapangan Efikasi Fungisida Alami Phymar C SL Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah dan Kanker Batang Pada Kakao di Kabupaten Luwu Utara
Saat ini produktivitas kakao nasional masih cukup rendah hanya berkisar 600-800 kg/ha sementara potensi produksi dapat mencapai lebih dari 1 ton/ha. Salah satu penyebab turunnya pr...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
Agribisnis kakao di Kabupaten Pesawaran masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain rendahnya produktivitas kakao, mutu produk masih rendah, dan belum adanya nilai tamba...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)
Usaha pembibitan kakao yang dilakukan secara besar-besaran seringkali menghadapi masalah ketersediaan air penyiraman. Untuk mengatasi hal tersebut, pemberian Fungi Mikoriza Arbusku...
Isolasi, Identifikasi, dan Karakterisasi Cendawan Blas Pyricularia oryzae Hasil Rejuvenasi
Isolasi, Identifikasi, dan Karakterisasi Cendawan Blas Pyricularia oryzae Hasil Rejuvenasi
<p>Isolation, Identificaton, and Charaterization of Blast Fungus Pyricularia oryzae Derived from Rejuvenation. Puji Lestari, Wawan, Tri P. Priyatno, Wening Enggarini, Reflinu...
Evaluating Lignin’s Role In Enhancing Cocoa (Theobroma cacao L.) Leaf Resistance To Phytophthora palmivora
Evaluating Lignin’s Role In Enhancing Cocoa (Theobroma cacao L.) Leaf Resistance To Phytophthora palmivora
Abstract
Improper application of good agricultural practices (GAP) can lead to increased vulnerability of cocoa plants to attacks by Phytophthora palmivora. P. palmi...


