Javascript must be enabled to continue!
Suhu Tanah dan Salinitas pada Lahan Cabai Rawit yang Diamandemen Biochar
View through CrossRef
Suhu dan salinitas tanah sebagai salah satu faktor lingkungan mikro tanah yang berperan penting dalam mengendalikan proses-proses biologis dalam ekosistem tanah tropika. Biochar dapat mengubah lingkungan mikro tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh biochar yang sebagai bahan pembenah tanah terhadap suhu tanah dan salinitas tanah. Perlakuan percobaan terdiri atas tanpa biochar (B0) dan dengan diamandemen 3 kg biochar (B1). Tiap perlakuan diulangi sebanyak lima kali, mengikuti prosedur rancangan acak kelompok, sehingga terdapat 10 unit/petak perlakuan. Suhu dan salinitas tanah diukur sebanyak empat kali dalam sehari, yakni pada pukul 10.00, 13.00, 17.00, dan 24.00 menggunakan Hanna Soil Test. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh suhu dan salinitas tanah yang diberi biochar dengan dosis 5 ton/ha dibandingkan tanpa biochar, namun perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan, biochar sebagai agen pembenah tanah dengan dosis 5 ton/ha memiliki pengaruh terhadap suhu dan salinitas tanah dibanding tanah yang tidak diberi biochar, namun tidak signifikan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui bahan baku, metode pembuatan dan dosis yang tepat untuk memberikan perbaikan tanah secara signifikan.
Title: Suhu Tanah dan Salinitas pada Lahan Cabai Rawit yang Diamandemen Biochar
Description:
Suhu dan salinitas tanah sebagai salah satu faktor lingkungan mikro tanah yang berperan penting dalam mengendalikan proses-proses biologis dalam ekosistem tanah tropika.
Biochar dapat mengubah lingkungan mikro tanah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh biochar yang sebagai bahan pembenah tanah terhadap suhu tanah dan salinitas tanah.
Perlakuan percobaan terdiri atas tanpa biochar (B0) dan dengan diamandemen 3 kg biochar (B1).
Tiap perlakuan diulangi sebanyak lima kali, mengikuti prosedur rancangan acak kelompok, sehingga terdapat 10 unit/petak perlakuan.
Suhu dan salinitas tanah diukur sebanyak empat kali dalam sehari, yakni pada pukul 10.
00, 13.
00, 17.
00, dan 24.
00 menggunakan Hanna Soil Test.
Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh suhu dan salinitas tanah yang diberi biochar dengan dosis 5 ton/ha dibandingkan tanpa biochar, namun perbedaannya tidak signifikan secara statistik.
Kesimpulan, biochar sebagai agen pembenah tanah dengan dosis 5 ton/ha memiliki pengaruh terhadap suhu dan salinitas tanah dibanding tanah yang tidak diberi biochar, namun tidak signifikan.
Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui bahan baku, metode pembuatan dan dosis yang tepat untuk memberikan perbaikan tanah secara signifikan.
Related Results
Analisis Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Analisis Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Cabai merupakan salah satu komoditas holtikultura yang dibutuhkan dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Cabai rawit merupakan jenis cabai yang banyak digunakan dalam masakan se...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Penerapan Metode Simple Additive Weighting Dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Cabai
Penerapan Metode Simple Additive Weighting Dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Cabai
Abstract: Cayenne pepper cultivation is a very promising unit of activity because cayenne pepper is one of the most frequently used cooking spices. The era of digital transformatio...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
Analisis Fluktuasi Harga Cabai Rawit di Desa kabupaten Polewali Mandar
Analisis Fluktuasi Harga Cabai Rawit di Desa kabupaten Polewali Mandar
Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) adalah salah satu dari sekitar dua puluh hingga tiga puluh spesies tanaman dalam genus Capsicum yang telah banyak dibudidayakan. Cabai rawit, ...
Analisis Saluran dan Margin Pemasaran Cabai Rawit di Desa Oloboju Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi
Analisis Saluran dan Margin Pemasaran Cabai Rawit di Desa Oloboju Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi
Kabupaten Sigi merupakan salah satu penghasil cabai rawit di Sulawesi Tengah. Di Kabupaten Sigi hortikultura khususnya cabai rawit dapat diusahakan pada lahan tanaman pangan, namun...
KONTRIBUSI USAHATANI PEMBIBITAN CABAI RAWIT TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA KELOMPOK TANI PERDI DI DESA DILEM KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG
KONTRIBUSI USAHATANI PEMBIBITAN CABAI RAWIT TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA KELOMPOK TANI PERDI DI DESA DILEM KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG
Prospek usahatani pembibitan sayuran cabai, di desa Dilem kecamatan Kepanjen cukup besar, namun belum diketahui tingkat kelayakannya. Petani umumnya sudah mengadakan perhitungan ek...

