Javascript must be enabled to continue!
Analisis Key Perfomance Indicator Pada Bandara Outstation
View through CrossRef
Seiring dengan perkembangan teknologi transportasi udara, bandara sangat berperan penting dalam mendukung aktivitas penerbangan. Bandara Outstation merupakan bandara di luar Bandara Base, sehingga sarana dan personil pemeliharaan tidak selengkap bandara base. Dalam mengelola Bandara Outstation, penting untuk memantau dan mengevaluasi kinerja bandara agar dapat menjamin kualitas layanan dan keamanan bagi para penumpang. Key Perfomance Indicator merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa baik kinerja suatu organisasi dalam mencapai tujuannya.penelitian ini menyimulasikan perhitungan Key Perfomance Indicator berdasarkan kebutuhan Ground Support Equipment, ketersediaan dan kondisi GSE. Berdasarkan simulasi maka bandara outstation dengan Key performance terbaik adalah bandara kertajati, dilakukan pada 8 bandara dan 6 jenis GSE. Hasil simulasi dapat di gunakan untuk memantau kinerja outstation secara menyeluruh dengan bantuan mymaps. perbandingan Key Perfomance Indicator dari bandara outstation memiliki jumlah nilai kinerja Gas Turbin Compressor tertinggi 75% pada bandara Kertajati (KJT), dan untuk nilai terendah 0% nilai kinerja GTC pada bandara Minangkabau (PDG).
The development of air transportation technology, airports play a very important role in supporting flight activities. Outstation airports are airports outside the base airport, so the facilities and maintenance personnel are not as complete as the base airport. In managing outstation airports, it is important to monitor and evaluate airport performance in order to ensure the quality of service and safety for passengers. Key Performance Indicator is a tool used to measure how well an organization performs in achieving its goals. This research simulates the calculation of Key Performance Indicator based on Ground Support Equipment needs, availability and condition of GSE. Based on the simulation, the outstation airport with the best Key performance is Kertajati airport, carried out at 8 airports and 6 types of GSE. The simulation results can be used to monitor the overall performance of the outstation with the help of mymaps. Key Performance Indicator comparison of outstation airports has the highest number of Gas Turbin Compressor performance values of 75% at Kertajati airport (KJT), and for the lowest value 0% GTC performance value at Minangkabau airport (PDG).
Fakultas Teknologi Kedirgantaraan
Title: Analisis Key Perfomance Indicator Pada Bandara Outstation
Description:
Seiring dengan perkembangan teknologi transportasi udara, bandara sangat berperan penting dalam mendukung aktivitas penerbangan.
Bandara Outstation merupakan bandara di luar Bandara Base, sehingga sarana dan personil pemeliharaan tidak selengkap bandara base.
Dalam mengelola Bandara Outstation, penting untuk memantau dan mengevaluasi kinerja bandara agar dapat menjamin kualitas layanan dan keamanan bagi para penumpang.
Key Perfomance Indicator merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa baik kinerja suatu organisasi dalam mencapai tujuannya.
penelitian ini menyimulasikan perhitungan Key Perfomance Indicator berdasarkan kebutuhan Ground Support Equipment, ketersediaan dan kondisi GSE.
Berdasarkan simulasi maka bandara outstation dengan Key performance terbaik adalah bandara kertajati, dilakukan pada 8 bandara dan 6 jenis GSE.
Hasil simulasi dapat di gunakan untuk memantau kinerja outstation secara menyeluruh dengan bantuan mymaps.
perbandingan Key Perfomance Indicator dari bandara outstation memiliki jumlah nilai kinerja Gas Turbin Compressor tertinggi 75% pada bandara Kertajati (KJT), dan untuk nilai terendah 0% nilai kinerja GTC pada bandara Minangkabau (PDG).
The development of air transportation technology, airports play a very important role in supporting flight activities.
Outstation airports are airports outside the base airport, so the facilities and maintenance personnel are not as complete as the base airport.
In managing outstation airports, it is important to monitor and evaluate airport performance in order to ensure the quality of service and safety for passengers.
Key Performance Indicator is a tool used to measure how well an organization performs in achieving its goals.
This research simulates the calculation of Key Performance Indicator based on Ground Support Equipment needs, availability and condition of GSE.
Based on the simulation, the outstation airport with the best Key performance is Kertajati airport, carried out at 8 airports and 6 types of GSE.
The simulation results can be used to monitor the overall performance of the outstation with the help of mymaps.
Key Performance Indicator comparison of outstation airports has the highest number of Gas Turbin Compressor performance values of 75% at Kertajati airport (KJT), and for the lowest value 0% GTC performance value at Minangkabau airport (PDG).
Related Results
Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Bandara pada Multi-Airport-Region (Studi Kasus: Bandara Husein Sastranegara, Bandara SoekarnoHatta dan Bandara Kertajati)
Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Bandara pada Multi-Airport-Region (Studi Kasus: Bandara Husein Sastranegara, Bandara SoekarnoHatta dan Bandara Kertajati)
Bandara merupakan titik penting dalam sistem transportasi udara. Peningkatan pelayanan bandara harus dilakukan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna jasa penerbangan....
PEMETAAN BANDARA UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR LANJUTAN
PEMETAAN BANDARA UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR LANJUTAN
<p>Bandara sebagai pelabuhan udara merupakan fasilitas tempat pesawat terbang untuk lepas landas dan mendarat yang dilengkapi berbagai fasilitas, baik untuk operator layanan ...
DESKRIPSI DESAIN BALI MODERN PADA BANDARA I GUSTI NGURAH RAI BALI
DESKRIPSI DESAIN BALI MODERN PADA BANDARA I GUSTI NGURAH RAI BALI
Bandara Ngurah Rai didesain dengan gaya arsitektur yang futuristik, hemat energi, simpel dan efisien. Namun, tetap mengadopsi arsitektur budaya Bali pada bagian interior dan ekster...
Potential cost saving for leprosy patients in seeking local leprosy care in Nepal
Potential cost saving for leprosy patients in seeking local leprosy care in Nepal
The major aims of this research is to develop a method for determining the costs incurred by patients and accompanying relatives when the former consume leprosy care at outstations...
Analisis Field Performance Pesawat Airbus A350-Xwb pada Beberapa Bandar Udara di Wilayah Yaman
Analisis Field Performance Pesawat Airbus A350-Xwb pada Beberapa Bandar Udara di Wilayah Yaman
Performa tinggal landas dan mendarat merupakan aspek penting dalam pengoperasian pesawat terbang, terutama terkait kebutuhan panjang landasan (runway requirement). Faktor-faktor se...
Kajian Kausalitas Permintaan Trafik Terhadap Kapasitas Bandara Berdasarkan Persepsi Pengelola Bandara (Studi Kasus: Bandara Internasional Soekarno-Hatta)
Kajian Kausalitas Permintaan Trafik Terhadap Kapasitas Bandara Berdasarkan Persepsi Pengelola Bandara (Studi Kasus: Bandara Internasional Soekarno-Hatta)
Permintaan trafik merupakan faktor penting dalam merencanakan kebutuhan kapasitas dan fasilitas di bandara. Peramalan permintaan trafik di masa yang akan datang menjadi suatu kebut...
Analisis Operasional Bandara Berdasarkan Konfigurasi Terminal Penumpang untuk Peningkatan Kapasitas Bandara Studi Kasus Bandara Kalimarau
Analisis Operasional Bandara Berdasarkan Konfigurasi Terminal Penumpang untuk Peningkatan Kapasitas Bandara Studi Kasus Bandara Kalimarau
Bandara Kalimarau merupakan gerbang utama transportasi udara di Kabupaten Berau dan berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata, seperti Pulau Derawan, Pulau Kakaban, dan de...
Simulasi Distribusi Manpower Pemeliharaan Maskapai X Dengan Metode North West Corner, Least Cost, Dan Vogel's Approximation Method
Simulasi Distribusi Manpower Pemeliharaan Maskapai X Dengan Metode North West Corner, Least Cost, Dan Vogel's Approximation Method
Pemeliharaan pesawat udara sangat penting dilakukan. Dimana pada saat ini pesawat udara sebagai salah satu alat transportasi yang digunakan oleh masyarakat. Hal tersebut membutuhka...

