Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pola Pertumbuhan Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Dengan Perlakuan Monosodium Glutamat

View through CrossRef
Sorgum merupakan bahan pangan alternatif yang berpotensi besar dikembangkan di Indonesia. Monosodium glutamat merupakan bahan penguat rasa dengan komposisi berupa natrium dan glutamat, yang bermanfaat pada proses pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dosis efektif monosodium glutamat terhadap pola pertumbuhan tanaman sorgum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal berupa dosis MSG dengan 4 taraf perlakuan, yaitu 0 g/tanaman, 3 g/tanaman, 6 g/tanaman dan 9 g/tanaman. Perlakuan diberikan dengan cara menaburkan MSG di sekitar daerah perakaran sorgum setiap satu minggu sekali. Parameter yang diukur adalah jumlah daun, luas daun dan tinggi tanaman yang didata setiap minggu sekali, dari minggu kedua sampai minggu kedelapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sorgum dengan perlakuan MSG berpengaruh meningkatkan pertumbuhan dan mengubah pola pertumbuhan sorgum. Dosis 3 g/tanaman menunjukkan peningkatan pola pertumbuhan lebih cepat.  Sorghum is an alternative crop with great potential to develop in Indonesia. Monosodium glutamate is a flavor enhancer with a composition of sodium and glutamate, which is beneficial for plant growth processes. This research aims to examine the effective dose of monosodium glutamate on the growth pattern of sorghum plants. This research used a single factor Completely Randomized Design (CRD) in the form of MSG dose with 4 treatment levels, namely 0 g/plant, 3 g/plant, 6 g/plant, and 9 g/plant. The treatment was given by sprinkling MSG around the sorghum root area once a week. The parameters measured were the number of leaves, leaf area, and plant height, which were recorded once a week, from the second week to the eighth week. The results showed that sorghum with MSG treatment affected increasing growth and changed the growth pattern of sorghum. The dose of 3 g/plant showed an increased growth pattern. 
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Pola Pertumbuhan Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Dengan Perlakuan Monosodium Glutamat
Description:
Sorgum merupakan bahan pangan alternatif yang berpotensi besar dikembangkan di Indonesia.
Monosodium glutamat merupakan bahan penguat rasa dengan komposisi berupa natrium dan glutamat, yang bermanfaat pada proses pertumbuhan tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dosis efektif monosodium glutamat terhadap pola pertumbuhan tanaman sorgum.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal berupa dosis MSG dengan 4 taraf perlakuan, yaitu 0 g/tanaman, 3 g/tanaman, 6 g/tanaman dan 9 g/tanaman.
Perlakuan diberikan dengan cara menaburkan MSG di sekitar daerah perakaran sorgum setiap satu minggu sekali.
Parameter yang diukur adalah jumlah daun, luas daun dan tinggi tanaman yang didata setiap minggu sekali, dari minggu kedua sampai minggu kedelapan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sorgum dengan perlakuan MSG berpengaruh meningkatkan pertumbuhan dan mengubah pola pertumbuhan sorgum.
Dosis 3 g/tanaman menunjukkan peningkatan pola pertumbuhan lebih cepat.
  Sorghum is an alternative crop with great potential to develop in Indonesia.
Monosodium glutamate is a flavor enhancer with a composition of sodium and glutamate, which is beneficial for plant growth processes.
This research aims to examine the effective dose of monosodium glutamate on the growth pattern of sorghum plants.
This research used a single factor Completely Randomized Design (CRD) in the form of MSG dose with 4 treatment levels, namely 0 g/plant, 3 g/plant, 6 g/plant, and 9 g/plant.
 The treatment was given by sprinkling MSG around the sorghum root area once a week.
The parameters measured were the number of leaves, leaf area, and plant height, which were recorded once a week, from the second week to the eighth week.
The results showed that sorghum with MSG treatment affected increasing growth and changed the growth pattern of sorghum.
The dose of 3 g/plant showed an increased growth pattern.
 .

Related Results

PEMBERIAN PUPUK BOKASHI MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN SORGUM MANIS (Sorghum bicolor [L.] Moench)
PEMBERIAN PUPUK BOKASHI MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN SORGUM MANIS (Sorghum bicolor [L.] Moench)
Sorgum manis merupakan tanaman serelia dengan daya toleransi yang luas terhadap iklim dan jenis tanah dan potensial sebagai penghasil bahan bakar ethanol. Pemanfaatan sorgum dapat ...
PENANAMAN BENIH SORGUM DALAM KEGIATAN PENGABDIAN DESA DI DESA GUNUNGMANIK KUNINGAN
PENANAMAN BENIH SORGUM DALAM KEGIATAN PENGABDIAN DESA DI DESA GUNUNGMANIK KUNINGAN
Abstract The sorghum plant is a cereal plant. Sorghum has long been known in Indonesia but was forgotten. This plant has a long history as a main food source in several regions. H...
Morfologi Daun Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L) sebagai Respon terhadap Cekaman Kekeringan
Morfologi Daun Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L) sebagai Respon terhadap Cekaman Kekeringan
Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia karena mempunyai daerah adaptasi yang luas. Sorg...
PENGGUNAAN RADIASI MULTIGAMMA UNTUK REKAYASA GENETIK TANAMAN SORGUM LOKAL ASAL NIKI-NIKI SOE
PENGGUNAAN RADIASI MULTIGAMMA UNTUK REKAYASA GENETIK TANAMAN SORGUM LOKAL ASAL NIKI-NIKI SOE
Abstrak Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode radiasi multigamma untuk rekayasa genetik pada tanamn sorgum lokal asal Niki-Niki Soe di Desa Penfui, Kecamatan K...
Karakterisasi Fisiologis 15 Aksesi Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) pada Fase Awal Vegetatif
Karakterisasi Fisiologis 15 Aksesi Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) pada Fase Awal Vegetatif
Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya pada daerah-daerah marginal dan kering di Indonesia. Pengetahu...
Karakter Kuantitatif Kacang Tanah Lokal Lombok Utara pada Tumpangsari dengan Berbagai Varietas dan Jumlah Tanaman Sorgum per Lubang
Karakter Kuantitatif Kacang Tanah Lokal Lombok Utara pada Tumpangsari dengan Berbagai Varietas dan Jumlah Tanaman Sorgum per Lubang
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter kuantitatif kacang tanah lokal Lombok Utara, heritabilitas, korelasi kacang tanah pada tumpangsari dengan berbagai varietas dan...

Back to Top