Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Potensi Interaksi Obat pada Resep Spesialis Saraf di RSUD X Kabupaten Majalengka

View through CrossRef
Pengobatan penyakit neurological disease menggunakan banyak obat sehingga beresiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensial interaksi obat-obat pada peresepan pasien penyakit saraf, tingkat keparahan minor, moderate dan major, hubungan karakteristik pasien terhadap interaksi obat, serta manajemen penanganan interaksi obat. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif berupa jenis penelitian observasional, pengambilan data secara prospektif dengan teknik quota sampling yang dilakukan bulan Maret-Mei 2024 di RSUD X Kabupaten Majalengka. Hasil penelitian dari total 60 pasien sebanyak 49 pasien (81,7%) mengalami interaksi obat, dan 11 pasien (18,3%) tidak ada interaksi. Tingkat keparahan interaksi tertinggi yaitu moderat (71,7%), minor (24,1%) dan major (4,2%). Hasil uji chi square interaksi obat dengan jenis kelamin diperoleh nilai signifikansi 0,181 dan nilai OR dengan CI 95% sebesar 0,429 yang artinya perempuan beresiko 0,429 kali terjadi interaksi obat daripada pasien laki-laki. Interaksi obat dengan usia diperoleh nilai signifikansi 0,017 dan nilai OR dengan CI 95% sebesar 8,762 yang artinya bahwa usia ≥ 45 tahun 8,762 kali beresiko akan terjadi interaksi obat jika dibandingkan usia < 45 tahun. Interaksi obat dengan jumlah obat diperoleh nilai signifikansi 0,000 dan nilai OR dengan CI 95% sebesar 105,750 yang artinya bahwa jumlah obat yang dikonsumsi pasien ≥ 5 macam obat 105,750 beresiko terjadinya interaksi obat dibandingkan pasien yang mengkonsumsi < dari 5 macam obat. Potensi terjadinya interaksi obat-obat di tingkat keparahan moderate yaitu fenofibrate – novorapid (insulin aspart), captopril-dexketoprofen, fenitoin – diazepam. Tingkat keparahan major diantaranya adalah cilostazol – lansoprazole. Interaksi obat dengan mekanisme farmakodinamik yaitu methylprednisolon-insulin aspart. Interaksi obat secara farmakokinetik dalam penelitian ini yaitu fenitoin – deksamethason.
Title: Analisis Potensi Interaksi Obat pada Resep Spesialis Saraf di RSUD X Kabupaten Majalengka
Description:
Pengobatan penyakit neurological disease menggunakan banyak obat sehingga beresiko terjadinya interaksi obat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensial interaksi obat-obat pada peresepan pasien penyakit saraf, tingkat keparahan minor, moderate dan major, hubungan karakteristik pasien terhadap interaksi obat, serta manajemen penanganan interaksi obat.
Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif berupa jenis penelitian observasional, pengambilan data secara prospektif dengan teknik quota sampling yang dilakukan bulan Maret-Mei 2024 di RSUD X Kabupaten Majalengka.
Hasil penelitian dari total 60 pasien sebanyak 49 pasien (81,7%) mengalami interaksi obat, dan 11 pasien (18,3%) tidak ada interaksi.
Tingkat keparahan interaksi tertinggi yaitu moderat (71,7%), minor (24,1%) dan major (4,2%).
Hasil uji chi square interaksi obat dengan jenis kelamin diperoleh nilai signifikansi 0,181 dan nilai OR dengan CI 95% sebesar 0,429 yang artinya perempuan beresiko 0,429 kali terjadi interaksi obat daripada pasien laki-laki.
Interaksi obat dengan usia diperoleh nilai signifikansi 0,017 dan nilai OR dengan CI 95% sebesar 8,762 yang artinya bahwa usia ≥ 45 tahun 8,762 kali beresiko akan terjadi interaksi obat jika dibandingkan usia < 45 tahun.
Interaksi obat dengan jumlah obat diperoleh nilai signifikansi 0,000 dan nilai OR dengan CI 95% sebesar 105,750 yang artinya bahwa jumlah obat yang dikonsumsi pasien ≥ 5 macam obat 105,750 beresiko terjadinya interaksi obat dibandingkan pasien yang mengkonsumsi < dari 5 macam obat.
Potensi terjadinya interaksi obat-obat di tingkat keparahan moderate yaitu fenofibrate – novorapid (insulin aspart), captopril-dexketoprofen, fenitoin – diazepam.
Tingkat keparahan major diantaranya adalah cilostazol – lansoprazole.
Interaksi obat dengan mekanisme farmakodinamik yaitu methylprednisolon-insulin aspart.
Interaksi obat secara farmakokinetik dalam penelitian ini yaitu fenitoin – deksamethason.

Related Results

Evaluasi Skrining Kelengkapan Resep Pasien BPJS Rawat Jalan di RSAU Lanud Sulaiman Bandung
Evaluasi Skrining Kelengkapan Resep Pasien BPJS Rawat Jalan di RSAU Lanud Sulaiman Bandung
Latar Belakang: Resep adalah alat paling penting yang dimiliki pasien sebelum menerima obat. Apoteker memegang peranan penting dalam pengelolaan kefarmasian dan kefarmasian, untuk ...
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD SAYANG CIANJUR PERIODE APRIL SAMPAI MEI 2023
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD SAYANG CIANJUR PERIODE APRIL SAMPAI MEI 2023
Waktu tunggu merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian yang merupakan masa tenggang antara waktu pasien menyerahkan resep sampai dengan pasien menerima obat. Peneli...

Back to Top