Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identitas Priyayi dan Orang Kebanyakan dalam Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer

View through CrossRef
Masyarakat Jawa pada awal abad ke-20 terdiri dari beberapa lapisan masyarakat, yakni Eropa, Asia, dan Pribumi. Masyarakat pribumi terdiri dari dua golongan sosial, yakni bangsawan atau priyayi dan Kawula atau Orang Kebanyakan. Masing-masing golongan sosial memiliki karakteristiknya. Karakteristi tersebut terbentuk melalui proses sosial yang panjang. Di sisi yang lain, dengan karakteristik yang dimiliki mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain. Penelitian ini menganalisis identitas Priyayi dan Kawula yang ada dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, penelitian ini menemukan data bahwa golongan priyayi merupakan Golongan priyayi adalah sebuah peradaban elit yang memiliki simbol-simbol identitas yang lebih luhung daripada identitas kawula atau orang kebanyakan. Jika dilihat dari kacamata budaya, identitas priyayi dianggap lebih berbudaya daripada identitas orang kebanyakan. Di sisi yang lain, golongan kawula atau orang kebanyakan yang diwakili oleh warga kampung nelayan merupakan lingkungan yang berisi orang-orang yang keras karena ditempa oleh kehidupan yang keras juga. Namun meskipun demikian, karena  budaya kehidupan pantai telah mengakar kuat dalam diri mereka, maka kerasnya kehidupan ala nelayan dijalani dengan senang hati.
Title: Identitas Priyayi dan Orang Kebanyakan dalam Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer
Description:
Masyarakat Jawa pada awal abad ke-20 terdiri dari beberapa lapisan masyarakat, yakni Eropa, Asia, dan Pribumi.
Masyarakat pribumi terdiri dari dua golongan sosial, yakni bangsawan atau priyayi dan Kawula atau Orang Kebanyakan.
Masing-masing golongan sosial memiliki karakteristiknya.
Karakteristi tersebut terbentuk melalui proses sosial yang panjang.
Di sisi yang lain, dengan karakteristik yang dimiliki mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain.
Penelitian ini menganalisis identitas Priyayi dan Kawula yang ada dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer.
Menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, penelitian ini menemukan data bahwa golongan priyayi merupakan Golongan priyayi adalah sebuah peradaban elit yang memiliki simbol-simbol identitas yang lebih luhung daripada identitas kawula atau orang kebanyakan.
Jika dilihat dari kacamata budaya, identitas priyayi dianggap lebih berbudaya daripada identitas orang kebanyakan.
Di sisi yang lain, golongan kawula atau orang kebanyakan yang diwakili oleh warga kampung nelayan merupakan lingkungan yang berisi orang-orang yang keras karena ditempa oleh kehidupan yang keras juga.
Namun meskipun demikian, karena  budaya kehidupan pantai telah mengakar kuat dalam diri mereka, maka kerasnya kehidupan ala nelayan dijalani dengan senang hati.

Related Results

Cultural Values in the Novel Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer: A Literary Anthropology Study
Cultural Values in the Novel Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer: A Literary Anthropology Study
The purpose of this research is to describe the cultural values ​​in the novel Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer. This research uses qualitative methods through literature stud...
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Jurnal ini berjudul “Kearifan Lokal dalam Novel Arok Dedes Karya Pramoedya Ananta Toer”. Penelitian ini dilatar belakangi masalah yang terjadi karena kurangnya novel yang memiliki ...
DISKRIMINASI DALAM NOVEL ANAK SEMUA BANGSA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
DISKRIMINASI DALAM NOVEL ANAK SEMUA BANGSA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
Abstrak Novel Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer. Novel ini berlatar belakang kolonial Hindia Belanda. Pada kenyataannya, dalam kehidupan manusia sering terjadi ba...
PERBANDINGAN NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN DENGAN MIDAH SIMANIS BERGIGI EMAS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
PERBANDINGAN NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN DENGAN MIDAH SIMANIS BERGIGI EMAS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui betapa berpengaruhnya kecanti-kan yang dimiliki oleh seorang perempuan tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka...
Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer
Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer
This study aims to describe the types of expressive speech acts and strategy used in the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer. This type of research is qualitative research ...
Tindak Tutur Direktif Percakapan Kaum Priyayi Pada Roman Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer
Tindak Tutur Direktif Percakapan Kaum Priyayi Pada Roman Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer
Tindak tutur merupakan bentuk tuturan yang dimaksudkan untuk memengaruhi mitra tutur agar melakukan suatu tindakan. Artikel ini merinci klasifikasi tindak tutur menurut Austin, yan...
Arok Dedes dan Pararaton: Transformasi Dan Dinamika Sastra dalam Wacana Globalisasi Sastra
Arok Dedes dan Pararaton: Transformasi Dan Dinamika Sastra dalam Wacana Globalisasi Sastra
Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer (1999) merupakan sebuah potret dinamika sastra sebagai akibat transformasinya dari karya terdahulu, yaitu Pararaton karya sastra Jawa Kuna ya...
Makna Gadis-gadis yang Bijaksana dan yang Bodoh dalam Matius 25:1-12
Makna Gadis-gadis yang Bijaksana dan yang Bodoh dalam Matius 25:1-12
Abstract: In the Gospels it also records the day of Jesus' second coming in a parable. Regarding Hissecond coming, as told in the Book of Matthew about "Wise virgins and foolish vi...

Back to Top