Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI PADA BATIK JUMPUTAN UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN

View through CrossRef
Indonesia memiliki berbagai macam kekayaan, mulai dari flora, fauna, ilmu pengetahuan dari nenek moyang, seni batik, dan masih banyak lagi.Terdapat berbagai macam pewarna tekstil. Ditinjau dari asalnya, pewarna tekstil terdiri dari pewarna alami dan pewarna buatan atau sintetis. Pewarna alami tekstil merupakan pewarna yang terbuat dari bahan-bahan natural atau dari alam. Sedangkan pewarna sintetis merupakan pewarna yang terbuat dari bahan- bahan kimia yang terpilih. Meskipun pewarna sintetis memiliki banyak keunggulan, namun pewarna sintetis dapat merusak kesehatan dan tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, dalam pembuatan batik jumputan lebih baik menggunakan pewarna alami agar tidak merusak kesehatan maupun lingkungan. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman dan teknologi, banyak orang sudah mulai melupakan ilmu turun temurun dari nenek moyang yang menggunakan pewarna alami sebagai pewarna tekstil. Maka dari itu, menganjurkan untuk menggunakan pewarna alami dalam pembuatan batik jumputan adalah tujuan dari penilitian ini, terutama agar mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu, agar ilmu turun temurun dalam penggunaan pewarna alami tidak pudar dan tetap dijaga keberadaannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa studi literature dan observasi. Diharapkan penelitian ini dapat berpengaruh bagi pembaca sehingga lebih banyak menggunakan pewarna alam dibandingkan pewarna sintetis
Title: PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI PADA BATIK JUMPUTAN UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN
Description:
Indonesia memiliki berbagai macam kekayaan, mulai dari flora, fauna, ilmu pengetahuan dari nenek moyang, seni batik, dan masih banyak lagi.
Terdapat berbagai macam pewarna tekstil.
Ditinjau dari asalnya, pewarna tekstil terdiri dari pewarna alami dan pewarna buatan atau sintetis.
Pewarna alami tekstil merupakan pewarna yang terbuat dari bahan-bahan natural atau dari alam.
Sedangkan pewarna sintetis merupakan pewarna yang terbuat dari bahan- bahan kimia yang terpilih.
Meskipun pewarna sintetis memiliki banyak keunggulan, namun pewarna sintetis dapat merusak kesehatan dan tidak ramah lingkungan.
Oleh karena itu, dalam pembuatan batik jumputan lebih baik menggunakan pewarna alami agar tidak merusak kesehatan maupun lingkungan.
Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman dan teknologi, banyak orang sudah mulai melupakan ilmu turun temurun dari nenek moyang yang menggunakan pewarna alami sebagai pewarna tekstil.
Maka dari itu, menganjurkan untuk menggunakan pewarna alami dalam pembuatan batik jumputan adalah tujuan dari penilitian ini, terutama agar mengurangi pencemaran lingkungan.
Selain itu, agar ilmu turun temurun dalam penggunaan pewarna alami tidak pudar dan tetap dijaga keberadaannya.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa studi literature dan observasi.
Diharapkan penelitian ini dapat berpengaruh bagi pembaca sehingga lebih banyak menggunakan pewarna alam dibandingkan pewarna sintetis.

Related Results

BATIK JUMPUTAN BAGI GURU TAMAN KANAK-KANAK
BATIK JUMPUTAN BAGI GURU TAMAN KANAK-KANAK
Abstract: At the kindergarten, learning is based on 6 aspects in the form of physical, motor, emotional, social, artistic, moral, cognitive and language aspects. One way to realize...
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
ABSTRAK Batik merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan Indonesia yang dituangkan dalam selembar kain. Batik Grobogan merupakan salah satu ikon yang menggambarkan karakterist...
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Abstract. The Boyong Grobog Carnival is one of the original traditions of Grobogan which commemorates the anniversary of Grobogan Regency and is always celebrated by the people eve...
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
Abstrak: Motif batik Incung dalam motif batik yang hanya terdapat di wilayah Kerinci (Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh) yang menjadikan batik ini menjadi batik khas dari wil...
STABILITAS SERBUK PEWARNA ALAMI BERBASIS ANTOSIANIN BUAH NAGA MERAH APKIR TERVARIASI PELARUT ASAM DALAM BERBAGAI KONDISI EKSTERNA
STABILITAS SERBUK PEWARNA ALAMI BERBASIS ANTOSIANIN BUAH NAGA MERAH APKIR TERVARIASI PELARUT ASAM DALAM BERBAGAI KONDISI EKSTERNA
Antosianin merupakan pigmen berwarna merah, ungu, biru dalam buah naga merah kualitas apkir yang memiliki potensi sebagai sumber pewarna alami. Antosianin memiliki sifat lebih stab...
Hoo Leony Gracia Budi Saputra PELATIHAN BATIK TULIS DAN TEKNIK JUMPUTAN BAGI MASYARAKAT BANYU URIP LOR SURABAYA
Hoo Leony Gracia Budi Saputra PELATIHAN BATIK TULIS DAN TEKNIK JUMPUTAN BAGI MASYARAKAT BANYU URIP LOR SURABAYA
Batik is a pictorial fabric that is known for its unique motifs, variety of styles and colors. The process ofmaking batik is quite complicated and required specific expertise. Bati...
Perbedaan Hasil Pewarna Alami dan Sintetis pada Benang dalam Pembuatan Sarung Sutra Mandar
Perbedaan Hasil Pewarna Alami dan Sintetis pada Benang dalam Pembuatan Sarung Sutra Mandar
ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan penerapan benang sutra pada pembuatan Sarung Sutra Mandar dengan menggunakan dua...
Kerajinan Kain Tenun Pewarna Alam di Kabupaten Buton (Suatu Strategi Pengembangan)
Kerajinan Kain Tenun Pewarna Alam di Kabupaten Buton (Suatu Strategi Pengembangan)
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data leb...

Back to Top