Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peningkatan Moral Keagamaan Siswa Melalui Kegiatan Imtaq di SMAN 1 Bolo-Bima-NTB

View through CrossRef
Peningkatan moral keagamaan di lingkungan sekolah terhadap siswa merupakan tanggungjawab sekolah itu sendiri, melalui kegiatan imtaq secara rutin. Sekolah tentu merupakan suatu lembaga yang bertanggung jawab terhadap pendidikan peserta didik untuk mencapai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Upaya meningkatkan moral keagamaan siswa pada hakikatnya tidak sekedar mengarahkan siswa pada aspek kognitif saja, akan tetapi pada aspek afektif dan juga aspek psikomotoriknya. Berkenaan dengan merosotnya moral keagamaan siswa, peningkatan moral keagamaan melalui kegiatan imtaq merupakan salah satu kegiatan yang sangat mendukung untuk memberikan materi keagamaan yang akan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa sehingga akan meningkatkan moral keagamaan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan moral melalui Imtaq oleh guru untuk membentuk karakter siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan phenomenologik naturalistic yaitu meneliti apa yang secara alami terjadi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan Imtaq di SMAN 1 Bolo meliputi kegiatan keagamaan diantaranya ada ceramah, baca tulis Al-Qur’an, dzikir, bina akhlak hingga pesantren kilat. Kegiatan Imtaq ini dilakukan secara rutin oleh siswa dengan bimbingan guru mata pelajaran agama. Berdasarkan uraian hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMAN 1 Bolo, SMAN 1 Bolo telah mengimplementasikan Kegiatan Imtaq secara baik dan teratur. Melalui kegiatan Imtaq siswa diharapkan dapat memiliki moral keagamaan yang meningkat seiring dengan kegiatan berlangsung.
Title: Peningkatan Moral Keagamaan Siswa Melalui Kegiatan Imtaq di SMAN 1 Bolo-Bima-NTB
Description:
Peningkatan moral keagamaan di lingkungan sekolah terhadap siswa merupakan tanggungjawab sekolah itu sendiri, melalui kegiatan imtaq secara rutin.
Sekolah tentu merupakan suatu lembaga yang bertanggung jawab terhadap pendidikan peserta didik untuk mencapai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Upaya meningkatkan moral keagamaan siswa pada hakikatnya tidak sekedar mengarahkan siswa pada aspek kognitif saja, akan tetapi pada aspek afektif dan juga aspek psikomotoriknya.
Berkenaan dengan merosotnya moral keagamaan siswa, peningkatan moral keagamaan melalui kegiatan imtaq merupakan salah satu kegiatan yang sangat mendukung untuk memberikan materi keagamaan yang akan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa sehingga akan meningkatkan moral keagamaan siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan moral melalui Imtaq oleh guru untuk membentuk karakter siswa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan phenomenologik naturalistic yaitu meneliti apa yang secara alami terjadi.
Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan Imtaq di SMAN 1 Bolo meliputi kegiatan keagamaan diantaranya ada ceramah, baca tulis Al-Qur’an, dzikir, bina akhlak hingga pesantren kilat.
Kegiatan Imtaq ini dilakukan secara rutin oleh siswa dengan bimbingan guru mata pelajaran agama.
Berdasarkan uraian hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMAN 1 Bolo, SMAN 1 Bolo telah mengimplementasikan Kegiatan Imtaq secara baik dan teratur.
Melalui kegiatan Imtaq siswa diharapkan dapat memiliki moral keagamaan yang meningkat seiring dengan kegiatan berlangsung.

Related Results

MELAMPAUI RITUAL: PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS IMTAQ PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM DI INDONESIA
MELAMPAUI RITUAL: PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS IMTAQ PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM DI INDONESIA
ABSTRACT Character education in Islamic schools should not be limited to ritual activities but should connect religious values with habituation and everyday behavior. This study ai...
ANALISIS EVALUASI PEMBELAJARAN GURU TERSERTIFIKASI DI SMA JAKARTA PUSAT
ANALISIS EVALUASI PEMBELAJARAN GURU TERSERTIFIKASI DI SMA JAKARTA PUSAT
Abstrak The purpose of this study was to analyze aspects of the evaluation of learning in high school schools in Central Jakarta. The method used in this research is quantita...
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang SMAN 1 Luwu sebagai wadah proses pendidikan di Kabupaten Luwu 1967-2017) dengan mengungkap proses berdirinya SMAN 1 Luwu dan perke...
Inovação na confeitaria tradicional de Pernambuco: um estudo de caso voltado ao Bolo de Rolo para casamento
Inovação na confeitaria tradicional de Pernambuco: um estudo de caso voltado ao Bolo de Rolo para casamento
O artigo explora a inovação na confeitaria tradicional pernambucana, com foco no bolo de rolo e sua adaptação para eventos, especialmente casamentos. Originalmente uma iguaria típi...
Comparative Analysis Of Student Preparedness For Merapi Eruption: A Case Study Of SMAN 1 Cangkringan And SMAN 1 Pakem As Sister
Comparative Analysis Of Student Preparedness For Merapi Eruption: A Case Study Of SMAN 1 Cangkringan And SMAN 1 Pakem As Sister
Program sister school didirikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesiapsiagaan siswa ...
Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Siswa di MA Patra Mandiri Palembang Sumatera Selatan
Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Siswa di MA Patra Mandiri Palembang Sumatera Selatan
Artikel ini membahas tentang pelaksanaan kegiatan keagamaan di Madrasah Aliyah Patra Mandiri Palembang, dengan latar belakang bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan merupakan kegiata...
MODEL KEBIJAKAN HUKUM PENGEMBANGAN EKOWISATA DI NUSA TENGGARA BARAT
MODEL KEBIJAKAN HUKUM PENGEMBANGAN EKOWISATA DI NUSA TENGGARA BARAT
development is to make nature an object of tourism exploitation, shifting to a culture-based tourism development model (halal tourism) and nature conservation (eco-tourism). As a n...

Back to Top