Javascript must be enabled to continue!
Analisis Inkonsistensi Pemanfaatan Ruang di Kawasan Sub-DAS Ciwidey Kabupaten Bandung
View through CrossRef
Abstract. Uncontrolled regional development in the Ciwidey Sub-watershed area has caused land conversion, from protected areas to cultivated areas, this situation is contrary to efforts to maintain water catchment areas as the function of the Ciwidey Sub-watershed area. This study aims to determine the existing condition of land use and its level of conformity with the Bandung Regency Spatial Plan (RTRW) in the Ciwidey Sub-watershed area using a quantitative approach method with the analysis used being land inconsistency map overlay analysis. The results of the study, from a total area of 27,825.85 Ha of the Ciwidey Sub-watershed, show that 15.94% of the land experiences spatial inconsistencies. The main deviations are the conversion of protected areas into settlements and the conversion of production forests into fields/dry fields. The main causal factors are urbanization pressure, community economic needs, and weak control of spatial use. Therefore, a comprehensive and firm control approach is needed, mitigation strategies must focus on equitable development.
Abstrak. Perkembangan wilayah pada kawasan Sub-DAS Ciwidey yang tidak terkendali menyebabkan alih fungsi lahan, dari kawasan lindung menjadi kawasan budidaya, keadaan tersebut bertolak belakang dengan upaya mempertahankan kawasan resapan air sebagaimana fungsi dari kawasan Sub DAS Ciwidey. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting penggunaan lahan serta tingkat kesesuaiannya dengan RTRW Kabupaten Bandung di kawasan Sub-DAS Ciwidey. Metode pendekatan kuantitatif dengan analisis yang digunakan yaitu nalisis overlay peta inkonsistensi lahan. Hasil dari penelitian , dari total luas 27.825,85 Ha Sub-DAS Ciwidey, menunjukkan 15,94% lahan mengalami inkonsistensi tata ruang. Penyimpangan utama berupa konversi kawasan lindung menjadi permukiman dan alih fungsi hutan produksi menjadi ladang/tegalan. Sehingga kedepannya harus dilakukan analisis faktor-faktor penyebab terjadinya alih fungsi lahan dan strategi apa saja yang tepat agar alih fungsi lahan di SUB-DAS Ciwidey dapat terkendali dan tidak terus mengalami kerusakan.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Analisis Inkonsistensi Pemanfaatan Ruang di Kawasan Sub-DAS Ciwidey Kabupaten Bandung
Description:
Abstract.
Uncontrolled regional development in the Ciwidey Sub-watershed area has caused land conversion, from protected areas to cultivated areas, this situation is contrary to efforts to maintain water catchment areas as the function of the Ciwidey Sub-watershed area.
This study aims to determine the existing condition of land use and its level of conformity with the Bandung Regency Spatial Plan (RTRW) in the Ciwidey Sub-watershed area using a quantitative approach method with the analysis used being land inconsistency map overlay analysis.
The results of the study, from a total area of 27,825.
85 Ha of the Ciwidey Sub-watershed, show that 15.
94% of the land experiences spatial inconsistencies.
The main deviations are the conversion of protected areas into settlements and the conversion of production forests into fields/dry fields.
The main causal factors are urbanization pressure, community economic needs, and weak control of spatial use.
Therefore, a comprehensive and firm control approach is needed, mitigation strategies must focus on equitable development.
Abstrak.
Perkembangan wilayah pada kawasan Sub-DAS Ciwidey yang tidak terkendali menyebabkan alih fungsi lahan, dari kawasan lindung menjadi kawasan budidaya, keadaan tersebut bertolak belakang dengan upaya mempertahankan kawasan resapan air sebagaimana fungsi dari kawasan Sub DAS Ciwidey.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting penggunaan lahan serta tingkat kesesuaiannya dengan RTRW Kabupaten Bandung di kawasan Sub-DAS Ciwidey.
Metode pendekatan kuantitatif dengan analisis yang digunakan yaitu nalisis overlay peta inkonsistensi lahan.
Hasil dari penelitian , dari total luas 27.
825,85 Ha Sub-DAS Ciwidey, menunjukkan 15,94% lahan mengalami inkonsistensi tata ruang.
Penyimpangan utama berupa konversi kawasan lindung menjadi permukiman dan alih fungsi hutan produksi menjadi ladang/tegalan.
Sehingga kedepannya harus dilakukan analisis faktor-faktor penyebab terjadinya alih fungsi lahan dan strategi apa saja yang tepat agar alih fungsi lahan di SUB-DAS Ciwidey dapat terkendali dan tidak terus mengalami kerusakan.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pemodelan Distribusi Pergerakan dan Pemilihan Moda pada KSPN Ciwidey dan KSPD Rancabali
Pemodelan Distribusi Pergerakan dan Pemilihan Moda pada KSPN Ciwidey dan KSPD Rancabali
Berdasarkan Masterplan Perekonomian Kabupaten Bandung 2021-2026, diketahui bahwa pada tahun 2020, Kecamatan Rancabali memiliki kunjungan wisatawan tertinggi dengan total kunjungan ...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
<span style="color: #444444; font-family: HelveticaNeue, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 11.9px; line-height: 21px;">Kawasan Tembalang diperuntukka...
Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Budidaya Di Kota Palu
Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Budidaya Di Kota Palu
Pengembangan atau pembangunan di Kota Palu terlihat pada penggunaan lahan yang makin berkembang dan dinamis, sehingga perlu terus dipantau perkembangannya karena seringkali pemanfa...
STUDI GEOLOGIKARST SEBAGAI KAWASAN LINDUNG GEOLOGI DI KABUPATEN MUNA DAN KABUPATEN MUNA BARAT
STUDI GEOLOGIKARST SEBAGAI KAWASAN LINDUNG GEOLOGI DI KABUPATEN MUNA DAN KABUPATEN MUNA BARAT
ABSTRAKStudi Geologi Karst Sebagai Kawasan Lindung Geologi Di Kabupaten Muna Dan Kabupaten Muna Barat (Dibimbing oleh Muh Tufaila Hemon, sebagai Pembimbing I dan La Ode Ngkoimani, ...

