Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Karakteristik dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja pada Mahasiswa Baru Keperawatan
View through CrossRef
ABSTRACT Adolescent reproductive health in Indonesia remains a serious problem due to high rates of premarital sex, teenage pregnancy, and sexually transmitted infections. Nursing students, as future health workers, have an important role to play in understanding and implementing good reproductive health behaviors. This study aims to identify the relationship between characteristics (age, gender, and acquisition of reproductive health information) and reproductive health behaviors among new nursing students. This quantitative cross-sectional study involved 130 new nursing students selected through total sampling. Data were collected using a validated questionnaire and analyzed using the Chi-Square test at a significance level of 0.05. The results showed that the majority of respondents were 18 years old (59.2%), female (88.5%), and had obtained reproductive health information (71.5%). A total of 57.7% of students exhibited behaviors that did not support reproductive health. Bivariate analysis showed no significant relationship between age (p=0.705), gender (p=0.358), and information acquisition (p=0.596) with reproductive health behaviors. Demographic characteristics and information acquisition do not significantly influence students' reproductive health behavior, indicating a complex and multifactorial phenomenon. Comprehensive efforts are needed through curriculum strengthening and a supportive campus environment to transform knowledge into positive behavior. Keywords: Characteristics, Reproductive Health, Students, Behavior. ABSTRAK Kesehatan reproduksi remaja di Indonesia masih menjadi permasalahan serius dengan tingginya angka hubungan seksual pranikah, kehamilan remaja, dan infeksi menular seksual. Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memahami dan menerapkan perilaku kesehatan reproduksi yang baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara karakteristik (usia, jenis kelamin, dan perolehan informasi kesehatan reproduksi) dengan perilaku kesehatan reproduksi mahasiswa baru keperawatan. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 130 mahasiswa baru keperawatan yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 18 tahun (59,2%), berjenis kelamin perempuan (88,5%), dan telah memperoleh informasi kesehatan reproduksi (71,5%). Sebanyak 57,7% mahasiswa menunjukkan perilaku yang tidak mendukung kesehatan reproduksi. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,705), jenis kelamin (p=0,358), dan perolehan informasi (p=0,596) dengan perilaku kesehatan reproduksi. Karakteristik demografi dan perolehan informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku kesehatan reproduksi mahasiswa, mengindikasikan fenomena yang kompleks dan multifaktoral. Diperlukan upaya komprehensif melalui penguatan kurikulum dan lingkungan kampus yang mendukung untuk mengubah pengetahuan menjadi perilaku positif. Kata Kunci: Karakteristik, Kesehatan Reproduksi, Mahasiswa, Perilaku.
Universitas Malahayati Bandar Lampung
Title: Hubungan Karakteristik dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja pada Mahasiswa Baru Keperawatan
Description:
ABSTRACT Adolescent reproductive health in Indonesia remains a serious problem due to high rates of premarital sex, teenage pregnancy, and sexually transmitted infections.
Nursing students, as future health workers, have an important role to play in understanding and implementing good reproductive health behaviors.
This study aims to identify the relationship between characteristics (age, gender, and acquisition of reproductive health information) and reproductive health behaviors among new nursing students.
This quantitative cross-sectional study involved 130 new nursing students selected through total sampling.
Data were collected using a validated questionnaire and analyzed using the Chi-Square test at a significance level of 0.
05.
The results showed that the majority of respondents were 18 years old (59.
2%), female (88.
5%), and had obtained reproductive health information (71.
5%).
A total of 57.
7% of students exhibited behaviors that did not support reproductive health.
Bivariate analysis showed no significant relationship between age (p=0.
705), gender (p=0.
358), and information acquisition (p=0.
596) with reproductive health behaviors.
Demographic characteristics and information acquisition do not significantly influence students' reproductive health behavior, indicating a complex and multifactorial phenomenon.
Comprehensive efforts are needed through curriculum strengthening and a supportive campus environment to transform knowledge into positive behavior.
Keywords: Characteristics, Reproductive Health, Students, Behavior.
ABSTRAK Kesehatan reproduksi remaja di Indonesia masih menjadi permasalahan serius dengan tingginya angka hubungan seksual pranikah, kehamilan remaja, dan infeksi menular seksual.
Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memahami dan menerapkan perilaku kesehatan reproduksi yang baik.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara karakteristik (usia, jenis kelamin, dan perolehan informasi kesehatan reproduksi) dengan perilaku kesehatan reproduksi mahasiswa baru keperawatan.
Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 130 mahasiswa baru keperawatan yang dipilih melalui teknik total sampling.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 18 tahun (59,2%), berjenis kelamin perempuan (88,5%), dan telah memperoleh informasi kesehatan reproduksi (71,5%).
Sebanyak 57,7% mahasiswa menunjukkan perilaku yang tidak mendukung kesehatan reproduksi.
Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,705), jenis kelamin (p=0,358), dan perolehan informasi (p=0,596) dengan perilaku kesehatan reproduksi.
Karakteristik demografi dan perolehan informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku kesehatan reproduksi mahasiswa, mengindikasikan fenomena yang kompleks dan multifaktoral.
Diperlukan upaya komprehensif melalui penguatan kurikulum dan lingkungan kampus yang mendukung untuk mengubah pengetahuan menjadi perilaku positif.
Kata Kunci: Karakteristik, Kesehatan Reproduksi, Mahasiswa, Perilaku.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI
PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI
ABSTRACT KNOWLEDGE ABOUT FLUOR ALBUS IN ADOLESCENT Backgroud Fluor albus is a non-bloody and not ordinary discharge coming out from vaginal passage, either it is smelly or not, d...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Berisiko terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Berisiko terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja
Adolescent reproductive health is a healthy condition involving the reproductive systems, functions, components and processes possessed by adolescents. Adolescents who are unable t...
PERILAKU SEKSUAL DAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI KOMPREHENSIF PADA MAHASISWA ILMU KESEHATAN DAN NON KESEHATAN
PERILAKU SEKSUAL DAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI KOMPREHENSIF PADA MAHASISWA ILMU KESEHATAN DAN NON KESEHATAN
Abstract
Background: Good comprehensive sexual and reproductive health knowledge on adolescents improve their health-related behavior. Factor affecting knowledge incl...
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi dalam Program Pik-Krr (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja 2020
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi dalam Program Pik-Krr (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja 2020
Kesehatan reproduksi remaja tidak hanya mencakup kondisi fisik seperti penyakit atau kelainan pada organ reproduksi, tetapi juga kesehatan mental dan sosial yang terkait. Faktor-fa...
DIFFERENCES IN HEALTHY BEHAVIOR PATTERNS OF NURSING AND NON-NURSING STUDENTS [PERBEDAAN POLA PERILAKU HIDUP SEHAT MAHASISWA KEPERAWATAN DAN NON-KEPERAWATAN]
DIFFERENCES IN HEALTHY BEHAVIOR PATTERNS OF NURSING AND NON-NURSING STUDENTS [PERBEDAAN POLA PERILAKU HIDUP SEHAT MAHASISWA KEPERAWATAN DAN NON-KEPERAWATAN]
<p><em>Nursing students as health profession members are educated to adequate knowledge and positive attitude toward healthy lifestyle. Nursing students are expected he...

