Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Studi Karakteristik Molukken Park (Taman Maluku) sebagai Warisan Taman Kolonial Era Garden City Bandung

View through CrossRef
Abstract. Bandung City experienced a golden era when it was developed under the garden city concept, which emphasized the importance of green spaces in urban planning. However, historic parks from the garden city era in Bandung now face significant challenges, particularly related to the loss of their original characteristics. Molukken Park (Taman Maluku), a historical park from the garden city era, has undergone three stages of revitalization: addressing social issues, adding new facilities, and beautifying the park. These revitalizations have altered the park's original characteristics. As a cultural heritage site, Molukken Park should maintain its historical landscape features in accordance with Law No. 11 of 2010. Therefore, a study of Molukken Park's characteristics is needed. This research analyzes the characteristics and changes of the park using an archaeological approach consisting of observation, description, and explanation, followed by an analysis of appropriate enhancement efforts based on identified differences. The findings indicate that while Molukken Park still offers beauty, diversity, and lushness, retaining its flat topography, organic model, tropical flora dominance, and the Pastor H.C. Verbraak statue as a colonial feature, the park has experienced changes such as the loss of integration with important colonial buildings, tree arrangements blocking vistas, and poorly managed water features. Recommended enhancement efforts include preserving natural elements and historical monuments, adapting colonial architecture, improving water features, relocating obstructive trees and trash disposal sites (TPS), and revitalizing non-physical aspects such as hosting Jaarbeur events and reinstating the park's original name. Abstrak. Kota Bandung mengalami masa keemasan saat dikembangkan dengan konsep garden city, yang menekankan pentingnya ruang hijau dalam tata ruang perkotaan. Dalam perkembangannya taman-taman peninggalan era garden city di Kota Bandung kini menghadapi tantangan yang signifikan terutama terkait hilangnya karakteristik taman. Molukken Park (Taman Maluku), sebagai bagian taman bersejarah dari era garden city telah mengalami tiga tahap revitalisasi: mengatasi masalah sosial, menambahkan fasilitas baru, dan mempercantik taman. Namun, Revitalisasi Molukken Park (Taman Maluku) telah mengubah karakteristik aslinya. Sebagai cagar budaya, Molukken Park (Taman Maluku) seharusnya mempertahankan ciri lanskap bersejarahnya sesuai dengan ketentuan dalam UU No. 11 Tahun 2010. Oleh karena itu, diperlukan studi karakteristik Molukken Park (Taman Maluku). Penelitian ini menganalisis karakteristik dan perubahan yang terjadi pada taman tersebut melalui pendekatan arkeologi yang terdiri dari observasi, deskripsi, dan eksplanasi lalu dianalisis upaya peningkatakan karakteristik yang tepat berdasarkan kondisi perbedaan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Molukken Park (Taman Maluku)  masih menawarkan keindahan, keberagaman, kerindangan, mempertahankan topologi park yang landai, model organik, dominiasi flora tropis, dan mempertahankan patung Pastor H.C. Verbraak sebagai ciri khas kolonial. Namun taman ini mengalami perubahan seperti hilangnya integrasi taman dengan bangunan penting kolonial, penataan pohon yang menghalangi vista, kolam air mancur dan saluran yang air buruk dan berbau. Beberapa upaya peningkatan karakteristik taman ini meliputi preservasi elemen alami dan monumen taman, adaptasi arsitektur kolonial, perbaikan fitur air,relokasi pohon yang menghalangi vista, relokasi TPS serta revitalisasi non fisik yaitu mengadakan kegiatan jaarbeur dan menggunakan nama asli taman.
Title: Studi Karakteristik Molukken Park (Taman Maluku) sebagai Warisan Taman Kolonial Era Garden City Bandung
Description:
Abstract.
Bandung City experienced a golden era when it was developed under the garden city concept, which emphasized the importance of green spaces in urban planning.
However, historic parks from the garden city era in Bandung now face significant challenges, particularly related to the loss of their original characteristics.
Molukken Park (Taman Maluku), a historical park from the garden city era, has undergone three stages of revitalization: addressing social issues, adding new facilities, and beautifying the park.
These revitalizations have altered the park's original characteristics.
As a cultural heritage site, Molukken Park should maintain its historical landscape features in accordance with Law No.
11 of 2010.
Therefore, a study of Molukken Park's characteristics is needed.
This research analyzes the characteristics and changes of the park using an archaeological approach consisting of observation, description, and explanation, followed by an analysis of appropriate enhancement efforts based on identified differences.
The findings indicate that while Molukken Park still offers beauty, diversity, and lushness, retaining its flat topography, organic model, tropical flora dominance, and the Pastor H.
C.
Verbraak statue as a colonial feature, the park has experienced changes such as the loss of integration with important colonial buildings, tree arrangements blocking vistas, and poorly managed water features.
Recommended enhancement efforts include preserving natural elements and historical monuments, adapting colonial architecture, improving water features, relocating obstructive trees and trash disposal sites (TPS), and revitalizing non-physical aspects such as hosting Jaarbeur events and reinstating the park's original name.
Abstrak.
Kota Bandung mengalami masa keemasan saat dikembangkan dengan konsep garden city, yang menekankan pentingnya ruang hijau dalam tata ruang perkotaan.
Dalam perkembangannya taman-taman peninggalan era garden city di Kota Bandung kini menghadapi tantangan yang signifikan terutama terkait hilangnya karakteristik taman.
Molukken Park (Taman Maluku), sebagai bagian taman bersejarah dari era garden city telah mengalami tiga tahap revitalisasi: mengatasi masalah sosial, menambahkan fasilitas baru, dan mempercantik taman.
Namun, Revitalisasi Molukken Park (Taman Maluku) telah mengubah karakteristik aslinya.
Sebagai cagar budaya, Molukken Park (Taman Maluku) seharusnya mempertahankan ciri lanskap bersejarahnya sesuai dengan ketentuan dalam UU No.
11 Tahun 2010.
Oleh karena itu, diperlukan studi karakteristik Molukken Park (Taman Maluku).
Penelitian ini menganalisis karakteristik dan perubahan yang terjadi pada taman tersebut melalui pendekatan arkeologi yang terdiri dari observasi, deskripsi, dan eksplanasi lalu dianalisis upaya peningkatakan karakteristik yang tepat berdasarkan kondisi perbedaan yang ada.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Molukken Park (Taman Maluku)  masih menawarkan keindahan, keberagaman, kerindangan, mempertahankan topologi park yang landai, model organik, dominiasi flora tropis, dan mempertahankan patung Pastor H.
C.
Verbraak sebagai ciri khas kolonial.
Namun taman ini mengalami perubahan seperti hilangnya integrasi taman dengan bangunan penting kolonial, penataan pohon yang menghalangi vista, kolam air mancur dan saluran yang air buruk dan berbau.
Beberapa upaya peningkatan karakteristik taman ini meliputi preservasi elemen alami dan monumen taman, adaptasi arsitektur kolonial, perbaikan fitur air,relokasi pohon yang menghalangi vista, relokasi TPS serta revitalisasi non fisik yaitu mengadakan kegiatan jaarbeur dan menggunakan nama asli taman.

Related Results

Whose Heritage
Whose Heritage
Introduction Over the past two decades the Cairns landscape has transformed from a remote tourist town beside the Great Barrier Reef to an international, tropical city with a new f...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
Arkeologi Kepulauan Maluku
Arkeologi Kepulauan Maluku
Archaeological cultural resources in the Maluku Islands consist of a variety of aspects, including Prehistoric, Historic, Islamic, colonial and Ethnoarchaeology. These aspects are ...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Studi Nilai-nilai Islam di Taman Balai Kota Bandung
Studi Nilai-nilai Islam di Taman Balai Kota Bandung
Abstract. This study examines the assessment of Balai Kota Park in Bandung with a focus on Islamic values. This concept refers to the depiction of Jannah in the Quran, where every ...
Kajian Kualitas Hutan Kota di Kota Bandung
Kajian Kualitas Hutan Kota di Kota Bandung
Abstract. The existence of Green Open Spaces in the City of Bandung is decreasing from year to year, namely in the period 1996-2020. Where the amount of green open space that shoul...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...

Back to Top