Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HEDONISME PADA KISAH QARUN PERSPEKTIF SEMIOTIKA ROLAND BARTHES

View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji terkait sifat hedonisme yang terdapat pada kisah Qarun dalam Al-Qur’an dan relevansinya dengan saat ini, yang mana manusia kerap kali terjebak dalam ideologi modern seperti sikap hedonisme, harta atau materi merupakan tolak ukur untuk mengklasifikasikan strata sosial di mata masyarakat. Akibatnya kesenangan terhadap harta dunia telah menjadi tujuan utama hidup, sehingga menjadikan banyak yang lupa terhadap tujuan manusia itu diciptakan. Dalam hubungannya terhadap sikap hedonisme ini Allah menampilkan sosok Qarun yang kisahnya diabadikan di dalam al-Qur’an. Kisah Qarun ini merupakan kisah yang menarik untuk dikaji lebih lanjut, dikarenakan dalam struktur bahasanya terdapat simbol-simbol dan kode-kode yang perlu diinterpretasikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pesan-pesan penting di balik kode yang ada pada kisah Qarun ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Sumber data primernya adalah ayat-ayat kisah Qarun dalam Al-Qur’an kemudian diaplikasikan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hedonisme pada kisah Qarun menghasilkan signifikasi pentingnya menghidari pola hidup yang hedonis dan konsumtif agar tidak terjerumus dalam praktik flexing. Kemudian juga menghasilkan signifikasi agar selalu bersyukur atas karunia yang diberikan Allah, karena yang harta yang banyak bisa jadi sebagai bentuk ujian, yang menyebabkan bencana dan lupa diri atas karunia-Nya.
Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Title: HEDONISME PADA KISAH QARUN PERSPEKTIF SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Description:
Penelitian ini mengkaji terkait sifat hedonisme yang terdapat pada kisah Qarun dalam Al-Qur’an dan relevansinya dengan saat ini, yang mana manusia kerap kali terjebak dalam ideologi modern seperti sikap hedonisme, harta atau materi merupakan tolak ukur untuk mengklasifikasikan strata sosial di mata masyarakat.
Akibatnya kesenangan terhadap harta dunia telah menjadi tujuan utama hidup, sehingga menjadikan banyak yang lupa terhadap tujuan manusia itu diciptakan.
Dalam hubungannya terhadap sikap hedonisme ini Allah menampilkan sosok Qarun yang kisahnya diabadikan di dalam al-Qur’an.
Kisah Qarun ini merupakan kisah yang menarik untuk dikaji lebih lanjut, dikarenakan dalam struktur bahasanya terdapat simbol-simbol dan kode-kode yang perlu diinterpretasikan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pesan-pesan penting di balik kode yang ada pada kisah Qarun ini.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode deskriptif analisis.
Sumber data primernya adalah ayat-ayat kisah Qarun dalam Al-Qur’an kemudian diaplikasikan menggunakan teori semiotika Roland Barthes.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hedonisme pada kisah Qarun menghasilkan signifikasi pentingnya menghidari pola hidup yang hedonis dan konsumtif agar tidak terjerumus dalam praktik flexing.
Kemudian juga menghasilkan signifikasi agar selalu bersyukur atas karunia yang diberikan Allah, karena yang harta yang banyak bisa jadi sebagai bentuk ujian, yang menyebabkan bencana dan lupa diri atas karunia-Nya.

Related Results

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Qashas Al-Qur’an (Studi Sintesis Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an)
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Qashas Al-Qur’an (Studi Sintesis Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an)
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan konsep kisah Al-Qur’an tentang pendidikan karakter dan relevansi kisah-kisah dalam Al-Qur’an dengan Pendidikan karakter. L...
Kisah Nabi Adam dan Hawa Prespektif Tafsir Al-Qurthubi
Kisah Nabi Adam dan Hawa Prespektif Tafsir Al-Qurthubi
Abstract: The story of the Qur'an is a medium for conveying moral messages in the context of forming a people who have noble character. The stories in the Al-Qur'an are a method fo...
Pembentukan Karakter Sosial Melalui Kisah dalam Al-Qur’an
Pembentukan Karakter Sosial Melalui Kisah dalam Al-Qur’an
ABSTRAKAdanya indikasi penurunan kualitas moral dan karakter generasi bangsa menjadi problem dalam menyiapkan generasi yang unggul. Perlu adanya karakter sosial yang dimiliki oleh ...
Semiotika Roland Barthes: Gerak tari pada pertunjukan Bedug Kerok di kampung seni Yudha Asri
Semiotika Roland Barthes: Gerak tari pada pertunjukan Bedug Kerok di kampung seni Yudha Asri
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mengkategorikan tanda-tanda dalam pertunjukan gendang kerok dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Pertunjukan b...
Mitos Militerisme pada Busana Kampanye (Analisis Semiotika Roland Barthes Busana Kampanye Agus Harimurti Yudhoyono–Sylviana Murni)
Mitos Militerisme pada Busana Kampanye (Analisis Semiotika Roland Barthes Busana Kampanye Agus Harimurti Yudhoyono–Sylviana Murni)
ABSTRACTThe importance of fashion campaigns in the process of political communication in Indonesia has gained its own spotlight over the years. Clothing is seen to have an artifact...
Analisis Semiotika Nilai Kolektivitas Remaja dalam Anime Wind Breaker (Perspektif Roland Barthes)
Analisis Semiotika Nilai Kolektivitas Remaja dalam Anime Wind Breaker (Perspektif Roland Barthes)
Film is an effective medium to introduce a country's culture to other countries as well as acting as a form of literary work. This research aims to analyze the representation of Sh...
Cool Beats and Timely Accents
Cool Beats and Timely Accents
Ever since I tripped over Tiddles while I was carrying a pile of discs into the studio, I’ve known it was possible to get a laugh out of gramophone records!Max Bygraves In 1978 t...
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA PADA LIRIK LAGU “TAK SEKEDAR CINTA” KARYA DNANDA
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA PADA LIRIK LAGU “TAK SEKEDAR CINTA” KARYA DNANDA
This study examines the meaning of love in the lyrics of Dnanda's song "Tak Sekedar Cinta" by using Roland Barthes' semiotic theory. In this semiotic analysis, Roland Barthes exami...

Back to Top