Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Olahraga Pacu Kuda sebagai Warisan Sejarah Budaya di Kota Bukittinggi Tahun (1889-1945)

View through CrossRef
Peneltian ini bertujuan untuk mengkaji Olahraga Pacu Kuda Sebagai Warisan Sejarah Budaya Di Kota Bukittinggi. Bukittinggi merupakan sebuah kota yang terletak di Sumatera Barat yang dikenal sebagai salah satu pusat warisan sejarah dan budaya yang kaya, terutama selama priode kolonial. Bukittinggi pada zaman kolonial Belanda disebut dengan Fort de Kock. Pada priode Belanda pacu kuda berkembang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Minangkabau. Dikawasan Bukik Ambacang, Belanda membangun arena pacu kuda sebagai bagian dari fasilitas hiburan dan olahraga bagi para pejabat serta masyarakat Eropa yang tinggal disana. Pacu kuda Bukik Ambacang diresmikan Belanda pada tahun 1889 yang dikenal dengan nama galanggan Bukik Ambacang. Galanggang ini merupakan galangang tertua di Indonesia dan juga merupakan pelopor olahraga pacu kuda di Sumatera Barat. Sejak diresmikan tahun 1889 gelanggang ini bernaung dibawah Renbond (organisasi pemerintah Belanda) dan setiap tahunnya diadakan pacuan kuda pada hari-hari tertentu, seperti hari-hari pasar dan hari ulang tahun ratu Belanda, hingga saat ini berkembang menjadi destinasi pariwisata warisan sejarah di Kota Bukittinggi yang dikenal dengan olahraga pacu kuda. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah metode deskriptif naratif dengan metode penelitian sejarah. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah sember primer dan sekunder. Sumber primer dapat berupa Arsip Belanda, Surat Kabar yang terkait dengan judul penelitian, sedangkan sumber skunder dengan meneliti artikel buku, jurnal terkait dengan judul penelitian yaitu tentang Olahraga Pacu Kuda Sebagai Warisan Sejarah Budaya Di Kota Bukittinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama masa kolonial dan menjelang kemerdekaan, pacu kuda menjadi simbol kekuatan dan keberanian masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pacu kuda yang didominasi kolonial Belanda di bukittinggi, mulai dari perkembangan pacu kuda perbandingan model pacu kuda, termasuk pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Melalui analisis terhadap dokumentasi sejarah penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah perkembangan olahraga pacu kuda Bukik Ambcang tahun 1989 dan pristiwa sejarah yang terkandung dalam olahraga pacu kuda. Dengan demikian, pacu kuda Bukittinggi tidak hanya dikenang sebagai sebuah olahraga, tetapi juga sebagai simbol warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: Olahraga Pacu Kuda sebagai Warisan Sejarah Budaya di Kota Bukittinggi Tahun (1889-1945)
Description:
Peneltian ini bertujuan untuk mengkaji Olahraga Pacu Kuda Sebagai Warisan Sejarah Budaya Di Kota Bukittinggi.
Bukittinggi merupakan sebuah kota yang terletak di Sumatera Barat yang dikenal sebagai salah satu pusat warisan sejarah dan budaya yang kaya, terutama selama priode kolonial.
Bukittinggi pada zaman kolonial Belanda disebut dengan Fort de Kock.
Pada priode Belanda pacu kuda berkembang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Minangkabau.
Dikawasan Bukik Ambacang, Belanda membangun arena pacu kuda sebagai bagian dari fasilitas hiburan dan olahraga bagi para pejabat serta masyarakat Eropa yang tinggal disana.
Pacu kuda Bukik Ambacang diresmikan Belanda pada tahun 1889 yang dikenal dengan nama galanggan Bukik Ambacang.
Galanggang ini merupakan galangang tertua di Indonesia dan juga merupakan pelopor olahraga pacu kuda di Sumatera Barat.
Sejak diresmikan tahun 1889 gelanggang ini bernaung dibawah Renbond (organisasi pemerintah Belanda) dan setiap tahunnya diadakan pacuan kuda pada hari-hari tertentu, seperti hari-hari pasar dan hari ulang tahun ratu Belanda, hingga saat ini berkembang menjadi destinasi pariwisata warisan sejarah di Kota Bukittinggi yang dikenal dengan olahraga pacu kuda.
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah metode deskriptif naratif dengan metode penelitian sejarah.
Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah sember primer dan sekunder.
Sumber primer dapat berupa Arsip Belanda, Surat Kabar yang terkait dengan judul penelitian, sedangkan sumber skunder dengan meneliti artikel buku, jurnal terkait dengan judul penelitian yaitu tentang Olahraga Pacu Kuda Sebagai Warisan Sejarah Budaya Di Kota Bukittinggi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama masa kolonial dan menjelang kemerdekaan, pacu kuda menjadi simbol kekuatan dan keberanian masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pacu kuda yang didominasi kolonial Belanda di bukittinggi, mulai dari perkembangan pacu kuda perbandingan model pacu kuda, termasuk pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.
Melalui analisis terhadap dokumentasi sejarah penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah perkembangan olahraga pacu kuda Bukik Ambcang tahun 1989 dan pristiwa sejarah yang terkandung dalam olahraga pacu kuda.
Dengan demikian, pacu kuda Bukittinggi tidak hanya dikenang sebagai sebuah olahraga, tetapi juga sebagai simbol warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan.

Related Results

Analisa Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu Pembangunan Puskesmas Pintu Padang
Analisa Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu Pembangunan Puskesmas Pintu Padang
: Material kuda-kuda yang paling sering dijumpai di kalangan masyarakat adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik sipil dan pesatnya pertumbuhan hunian y...
KOMPARASI BIAYA PENGGUNAAN KAYU DAN BAJA RINGAN UNTUK KONTRUKSI KUDA-KUDA
KOMPARASI BIAYA PENGGUNAAN KAYU DAN BAJA RINGAN UNTUK KONTRUKSI KUDA-KUDA
Perencanaan gedung pada saat ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor namun semua ditujukan untuk mencapai suatu struktur yang kuat dan ekonomis. Termasuk dalam hal perencanaan st...
Analisis Efisiensi Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan
Analisis Efisiensi Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan
Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada dibawahnya dari pengaruh panas, hujan, angin, debu, termasuk juga untuk keperluan per...
OPTIMASI BENTUK RANGKA ATAP STRUKTUR KUDA-KUDA BAJA CANAI DINGIN
OPTIMASI BENTUK RANGKA ATAP STRUKTUR KUDA-KUDA BAJA CANAI DINGIN
Abstrak: Pertumbuhan atau kenaikan penduduk Indonesia yang sangat pesat mengakibatkan bertambahnya jumlah kebutuhan rumah tinggal yang juga semakin meningkat. Saat ini pembangunan ...
Kuda Renggong dalam Perspektif Semiotika dan Etnopedagogik Sunda
Kuda Renggong dalam Perspektif Semiotika dan Etnopedagogik Sunda
Kuda Renggong dalam Perspektif Semiotika dan Etnopedagogik Sunda merupakan sebuah karya yang mengajak pembaca menelusuri makna mendalam di balik salah satu kesenian paling ikonik d...
EVALUASI PANJANG DAN ARAH LANDAS PACU DI BANDAR UDARA SULTAN MUHAMMAD KAHARUDDIN SUMBAWA
EVALUASI PANJANG DAN ARAH LANDAS PACU DI BANDAR UDARA SULTAN MUHAMMAD KAHARUDDIN SUMBAWA
Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa saat ini menggunakan operasi landing dan take off searah arah angin. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya overshoot landing karena pesa...
Perlindungan Taman Kota Sebagai Jejak Sejarah Perkotaan : Upaya Pengelolaan Taman Kota Sebagai Aset Kota
Perlindungan Taman Kota Sebagai Jejak Sejarah Perkotaan : Upaya Pengelolaan Taman Kota Sebagai Aset Kota
Taman kota yang memiliki nilai sejarah merupakan warisan kekayaan budaya bangsa yang selain dapat dinikmati sebagai sarana kota, juga memiliki arti penting dari sisi sejarah perkem...

Back to Top