Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Determinan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks pada Pegawai di Pemerintah Kabupaten Badung

View through CrossRef
Latar Belakang: Kanker serviks adalah salah satu penyebab kematian tertinggi kedua pada wanita setelah kanker payudara. Berdasarkan data WHO, insiden kanker serviks pada tahun 2012 di perkirakan  terjadi sebanyak 528.000 kasus yang terjadi di seluruh dunia dan sebesar 90% dari kasus tersebut diperkirakan terjadi pada negara-negara berkembang. Pemberian vaksinasi HPV merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Pemberian vaksinasi HPV lebih efektif diberikan pada wanita dengan usia 9-26 tahun dan belum pernah melakukan hubungan seksual. Berdasarkan laporan CDC, pada wanita usia subur yang telah mendapatkan vaksin HPV dan telah berhubungan seksual secara aktif sebaiknya mau melakukan deteksi dini kanker serviks.  Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan yang mempengaruhi perilaku untuk melakukan deteksi dini kanker serviks pada pegawai yang telah mendapatkan vaksinasi HPV di Pemkab Badung. Metode: Penelitian ini adalah penelitian crosectional deskriptif dengan total jumlah sampel sebanyak 150 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode PPS. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 7 variabel yang diteliti yaitu: pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan teman, adanya faktor risiko kanker serviks dan adanya gejala kanker serviks terhadap perilaku deteksi dini kanker serviks, yang memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks pada responden yang telah mendapatkan vaksinasi HPV adalah pengetahuan (OR = 4,45;CI 95% = 1,399-18,589), dukungan keluarga (OR = 3,53;CI 95% = 1,197-12,6), dukungan teman (OR = 6,06;CI 95% = 2,292-16,055) dan dari 16 responden yang memiliki gejala kanker serviks 11 diantaranya telah melakukan deteksi dini. Sedangkan variabel sikap dan adanya faktor risiko kanker serviks. Kesimpulan: Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah perlunya peningkatan dalam pemberian komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) mengenai cara pencegahan dari penyakit kanker serviks.   Kata Kunci: Faktor Determinan, Kanker Serviks, Deteksi Dini, Vaksinasi HPV, Pemkab Badung
Title: Determinan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks pada Pegawai di Pemerintah Kabupaten Badung
Description:
Latar Belakang: Kanker serviks adalah salah satu penyebab kematian tertinggi kedua pada wanita setelah kanker payudara.
Berdasarkan data WHO, insiden kanker serviks pada tahun 2012 di perkirakan  terjadi sebanyak 528.
000 kasus yang terjadi di seluruh dunia dan sebesar 90% dari kasus tersebut diperkirakan terjadi pada negara-negara berkembang.
Pemberian vaksinasi HPV merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks.
Pemberian vaksinasi HPV lebih efektif diberikan pada wanita dengan usia 9-26 tahun dan belum pernah melakukan hubungan seksual.
Berdasarkan laporan CDC, pada wanita usia subur yang telah mendapatkan vaksin HPV dan telah berhubungan seksual secara aktif sebaiknya mau melakukan deteksi dini kanker serviks.
  Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan yang mempengaruhi perilaku untuk melakukan deteksi dini kanker serviks pada pegawai yang telah mendapatkan vaksinasi HPV di Pemkab Badung.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian crosectional deskriptif dengan total jumlah sampel sebanyak 150 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode PPS.
Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 7 variabel yang diteliti yaitu: pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan teman, adanya faktor risiko kanker serviks dan adanya gejala kanker serviks terhadap perilaku deteksi dini kanker serviks, yang memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks pada responden yang telah mendapatkan vaksinasi HPV adalah pengetahuan (OR = 4,45;CI 95% = 1,399-18,589), dukungan keluarga (OR = 3,53;CI 95% = 1,197-12,6), dukungan teman (OR = 6,06;CI 95% = 2,292-16,055) dan dari 16 responden yang memiliki gejala kanker serviks 11 diantaranya telah melakukan deteksi dini.
Sedangkan variabel sikap dan adanya faktor risiko kanker serviks.
Kesimpulan: Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah perlunya peningkatan dalam pemberian komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) mengenai cara pencegahan dari penyakit kanker serviks.
  Kata Kunci: Faktor Determinan, Kanker Serviks, Deteksi Dini, Vaksinasi HPV, Pemkab Badung.

Related Results

PENYULUHAN IVA PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMILING BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024
PENYULUHAN IVA PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMILING BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024
Kanker serviks adalah jenis kanker yang menyerang leher rahim dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi. Keterlambatan diagnosis menjadi salah satu penyebab mortalitas kanker s...
KANKER LEHER RAHIM (CANCER CERVIX) SEBAGAI PEMBUNUH WANITA TERBANYAK DI NEGARA BERKEMBANG
KANKER LEHER RAHIM (CANCER CERVIX) SEBAGAI PEMBUNUH WANITA TERBANYAK DI NEGARA BERKEMBANG
Di seluruh dunia, kanker serviks sebagian besar terdeteksi pada stadium akhir, sehingga umumnya disebut penyakit bisu. Serviks uterus adalah bagian terendah dari rahim wanita. Seba...
Pengaruh Pemberian Pendidikan Tentang Kanker Serviks Terhadap Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur
Pengaruh Pemberian Pendidikan Tentang Kanker Serviks Terhadap Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur
Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti dan dipandang sebagai penyebab utama kematian diseluruh dunia. Penyakit yang bisa menyebabkan kematian ini masih merupakan...
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DI DESA AMAHUSU DALAM MENDETEKSI RISIKO KANKER SERVIKS
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DI DESA AMAHUSU DALAM MENDETEKSI RISIKO KANKER SERVIKS
Kejadian kanker serviks masih tinggi, ironisnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini masih rendah. Padahal, salah satu metode deteksi dini kanker serviks yaitu inspeksi visual me...
PERAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
PERAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
Kanker serviks merupakan penyakit yang tejadi pada leher rahim (serviks). Kanker ini dipicu oleh infeksi human papilloma virus (HPV). Kanker serviks menempati urutan kedua dari sel...
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIK
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIK
Cancer is the second leading cause of death globally and 70% of cancers occur in low- and middle-income countries. incidence rate of 17 per 100,000 women, new cases found 13.0% wit...
Hubungan Seksual Usia Dini Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Serviks
Hubungan Seksual Usia Dini Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Serviks
Kanker serviks menempati urutan kedua kanker terbanyak pada perempuan setelah kanker payudara, baik di dunia maupun Indonesia. Kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus ...
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT DESA OELOMIN TENTANG KESEHATAN KANKER PAYUDARA MELALUI EDUKASI DAN PEMERIKSAAN SADARI
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT DESA OELOMIN TENTANG KESEHATAN KANKER PAYUDARA MELALUI EDUKASI DAN PEMERIKSAAN SADARI
Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering ditemukan pada wanita di seluruh dunia dan menjadi urutan kedua sebagai penyebab kematian terkait kanker setelah kanker. Angka k...

Back to Top