Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peningkatan Kadar Asam Lemak Omega-3 Pada Daphnia sp. Dengan Pengkayaan Minyak Ikan

View through CrossRef
Di dunia akuakultur, keberadaan pakan merupakan kebutuhan mutlak untuk proses akuakultur itu sendiri. Pakan sangat penting untuk pertumbuhan ikan. Pakan dibagi menjadi dua kelompok utama: pakan buatan dan pakan alami. Pakan buatan biasanya diberikan untuk ikan yang memiliki ukuran mulut yang cukup untuk menangkap pakan, menelan, dan mencerna pakan buatan. Pakan buatan/pakan tambahan diberikan kepada ikan dewasa karena mereka sudah memiliki enzym dalam pencernaan mereka untuk menyerap nutrisi untuk pertumbuhan mereka.Larva ikan tidak memiliki enzym pencernaan lengkap dan mereka tidak memiliki ukuran mulut yang cukup untuk menangkap dan menelan pakan buatan. Pakan alami sangat penting untuk pertumbuhan ikan pada periode awal kehidupan mereka. Daphnia sp merupakan satu jenis pakan alami. Daphnia sp dikenal sebagai kutu air, merupakan zooplankton air tawar yang biasanya digunakan sebagai pakan untuk larva ikan. Daphnia sp bukan filter feeder selektif, artinya Daphnia sp dapat menyerap apapun dari air di mana Daphnia sp hidup dan kemudian mengubahnya menjadi nutrisi.Karakteristik ini penting untuk proses bioenkapsulasi (pengkayaan). Bioenkapsulasi berarti pengkayaan nutrisi menggunakan bahan tambahan untuk memperbaiki mutu dan jumlah Daphnia sp sebelum diberikan sebagai pakan bagi larva ikan. Percobaan dimulai dengan menyiapkan bioemulsi. Bioemulsi terdiri dari minyak ikan dengan berbagai dosis: 0 mL (kontrol), 50 mL, 100 mL, dan 150 mL, masing-masing ditambahkan 100 g khamir.Minyak ikan pada media dapat meningkatkan HUFA (highly unsaturated fatty acid). Beberapa percobaan telah dilakukan untuk meningkatkan nutrisi. Konsentrasi HUFA Ω-3 meningkat secara proporsional selama proses bioenkapsulasi, tetapi tingkat kelangsungan hidup Daphnia sp menurun secara proporsional.
Title: Peningkatan Kadar Asam Lemak Omega-3 Pada Daphnia sp. Dengan Pengkayaan Minyak Ikan
Description:
Di dunia akuakultur, keberadaan pakan merupakan kebutuhan mutlak untuk proses akuakultur itu sendiri.
Pakan sangat penting untuk pertumbuhan ikan.
Pakan dibagi menjadi dua kelompok utama: pakan buatan dan pakan alami.
Pakan buatan biasanya diberikan untuk ikan yang memiliki ukuran mulut yang cukup untuk menangkap pakan, menelan, dan mencerna pakan buatan.
Pakan buatan/pakan tambahan diberikan kepada ikan dewasa karena mereka sudah memiliki enzym dalam pencernaan mereka untuk menyerap nutrisi untuk pertumbuhan mereka.
Larva ikan tidak memiliki enzym pencernaan lengkap dan mereka tidak memiliki ukuran mulut yang cukup untuk menangkap dan menelan pakan buatan.
Pakan alami sangat penting untuk pertumbuhan ikan pada periode awal kehidupan mereka.
Daphnia sp merupakan satu jenis pakan alami.
Daphnia sp dikenal sebagai kutu air, merupakan zooplankton air tawar yang biasanya digunakan sebagai pakan untuk larva ikan.
Daphnia sp bukan filter feeder selektif, artinya Daphnia sp dapat menyerap apapun dari air di mana Daphnia sp hidup dan kemudian mengubahnya menjadi nutrisi.
Karakteristik ini penting untuk proses bioenkapsulasi (pengkayaan).
Bioenkapsulasi berarti pengkayaan nutrisi menggunakan bahan tambahan untuk memperbaiki mutu dan jumlah Daphnia sp sebelum diberikan sebagai pakan bagi larva ikan.
Percobaan dimulai dengan menyiapkan bioemulsi.
Bioemulsi terdiri dari minyak ikan dengan berbagai dosis: 0 mL (kontrol), 50 mL, 100 mL, dan 150 mL, masing-masing ditambahkan 100 g khamir.
Minyak ikan pada media dapat meningkatkan HUFA (highly unsaturated fatty acid).
Beberapa percobaan telah dilakukan untuk meningkatkan nutrisi.
Konsentrasi HUFA Ω-3 meningkat secara proporsional selama proses bioenkapsulasi, tetapi tingkat kelangsungan hidup Daphnia sp menurun secara proporsional.

Related Results

PERANAN PENGADUKAN TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPLEKSASI UREA SEBAGAI SARANA PEMISAHAN ASAM LEMAK OMEGA DARI MINYAK NABATI
PERANAN PENGADUKAN TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPLEKSASI UREA SEBAGAI SARANA PEMISAHAN ASAM LEMAK OMEGA DARI MINYAK NABATI
Modern society concerns more on health, in which natural foods are highly preferred. Poly-Unsaturated Fatty Acids (PUFAs) such as omega 6 and omega 9 are believed to be very import...
Profil Asam Lemak Jenuh pada Produk Makanan Turunan Minyak Kelapa Sawit di Indonesia
Profil Asam Lemak Jenuh pada Produk Makanan Turunan Minyak Kelapa Sawit di Indonesia
Asam lemak jenuh dapat dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol darah yang berakibat pada penyakit jantung koroner. Minyak nabati seperti kelapa sawit mengandung asam lemak je...
Perubahan Mutu Minyak Kelapa dan Minyak Sawit Selama Penggorengan
Perubahan Mutu Minyak Kelapa dan Minyak Sawit Selama Penggorengan
<p>Abstrak</p><p>Proses penggorengan akan menyebabkan perubahan mutu minyak akibat reaksi hidrolisis, oksidasi dan proses termal. Penelitian ini bertujuan untuk m...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
PENENTUAN KADAR MINYAK PADA AYAM TEPUNG DENGAN PENGGUNAAN MINYAK BERULANG DENGAN SOXHLET
PENENTUAN KADAR MINYAK PADA AYAM TEPUNG DENGAN PENGGUNAAN MINYAK BERULANG DENGAN SOXHLET
Daging ayam merupakan salah satu hasil ternak yang umum dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu proses pengolahan yang umum dilakukan yaitu dengan proses penggorengan. Tujuan peneli...

Back to Top