Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Pustaka: Penentuan Nilai Konsentrasi Misel Kritis (KMK) Surfaktan serta Pengaruhnya terhadap Kelarutan Zat Aktif Farmasi

View through CrossRef
Abstract. Surfactants are additives that are often used in the pharmaceutical world because they have two polar and non-polar groups in the same structure. When surfactant is added continuously to a liquid, it will form an aggregate of particles called micelles which are formed when the surfactant reaches the point of Critical Micelle Concentration (CMC). The formation of micelles is one solution to increase the solubility of Pharmaceutical Active Substances that enter BCS class II because it can interact with non-polar groups on micelles so that micellar solubilization events will occur which can increase the effectiveness of treatment of a pharmaceutical preparation, so that the determination of the CMC value becomes It is very important to determine how much surfactant should be added to increase the solubility of the active pharmaceutical substance. Based on the description above, the formulation of the problem from this research are: (1) What is the method that can be used to determine the CMC value of surfactants? (2) How does the CMC value affect the solubility of active pharmaceutical substances in water? The research method used is based on article reviews obtained from Google Scholar. The result of this research is that the method that can be used to determine the surfactant CMC value is the surface tension and refractive index method, then the addition of surfactant above its CMC point is proven to increase the solubility of the active pharmaceutical substance. Abstrak. Surfaktan merupakan bahan tambahan yang sering digunakan dalam dunia farmasi karena sifatnya yang memiliki dua gugus polar dan non polar dalam struktur yang sama. Bila surfaktan ditambahkan terus menerus kedalam suatu cairan maka akan terbentuk suatu agregat partikel yang bernama misel yang terbentuk saat surfaktan mencapai titik Konsentrasi Misel Kritik (KMK). Pembentukan misel ini menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kelarutan dari Zat Aktif Farmasi yang masuk kedalam BCS kelas II karena dapat berinteraksi dengan gugus non polar pada misel sehingga akan terjadi peristiwa solubilisasi miselar yang dapat meningkatkan efektifitas pengobatan dari suatu sediaan farmasi, sehingga penentuan nilai KMK menjadi sangat penting untuk menentukan seberapa banyak surfaktan yang harus ditambahkan untuk meningkatkan kelarutan zat aktif farmasi. Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah: (1) Bagaimana metode yang dapat dilakukan untuk menentukan nilai KMK dari Surfaktan? (2) Bagaimana pengaruh Nilai KMK pada kelarutan zat aktif farmasi dalam air?. Metode penelitian yang digunakan adalah berbasis review artikel yang didapatkan dari Google Scholar. Hasil dari penelitian ini adalah metode yang dapat digunakan untuk menentukan nilai KMK surfaktan adalah metode tegangan permukaan serta indeks bias, kemudian penambahan surfaktan diatas titik KMK nya terbukti dapat meingkatkan kelarutan dari zat aktif farmasi.
Title: Kajian Pustaka: Penentuan Nilai Konsentrasi Misel Kritis (KMK) Surfaktan serta Pengaruhnya terhadap Kelarutan Zat Aktif Farmasi
Description:
Abstract.
Surfactants are additives that are often used in the pharmaceutical world because they have two polar and non-polar groups in the same structure.
When surfactant is added continuously to a liquid, it will form an aggregate of particles called micelles which are formed when the surfactant reaches the point of Critical Micelle Concentration (CMC).
The formation of micelles is one solution to increase the solubility of Pharmaceutical Active Substances that enter BCS class II because it can interact with non-polar groups on micelles so that micellar solubilization events will occur which can increase the effectiveness of treatment of a pharmaceutical preparation, so that the determination of the CMC value becomes It is very important to determine how much surfactant should be added to increase the solubility of the active pharmaceutical substance.
Based on the description above, the formulation of the problem from this research are: (1) What is the method that can be used to determine the CMC value of surfactants? (2) How does the CMC value affect the solubility of active pharmaceutical substances in water? The research method used is based on article reviews obtained from Google Scholar.
The result of this research is that the method that can be used to determine the surfactant CMC value is the surface tension and refractive index method, then the addition of surfactant above its CMC point is proven to increase the solubility of the active pharmaceutical substance.
Abstrak.
Surfaktan merupakan bahan tambahan yang sering digunakan dalam dunia farmasi karena sifatnya yang memiliki dua gugus polar dan non polar dalam struktur yang sama.
Bila surfaktan ditambahkan terus menerus kedalam suatu cairan maka akan terbentuk suatu agregat partikel yang bernama misel yang terbentuk saat surfaktan mencapai titik Konsentrasi Misel Kritik (KMK).
Pembentukan misel ini menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kelarutan dari Zat Aktif Farmasi yang masuk kedalam BCS kelas II karena dapat berinteraksi dengan gugus non polar pada misel sehingga akan terjadi peristiwa solubilisasi miselar yang dapat meningkatkan efektifitas pengobatan dari suatu sediaan farmasi, sehingga penentuan nilai KMK menjadi sangat penting untuk menentukan seberapa banyak surfaktan yang harus ditambahkan untuk meningkatkan kelarutan zat aktif farmasi.
Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah: (1) Bagaimana metode yang dapat dilakukan untuk menentukan nilai KMK dari Surfaktan? (2) Bagaimana pengaruh Nilai KMK pada kelarutan zat aktif farmasi dalam air?.
Metode penelitian yang digunakan adalah berbasis review artikel yang didapatkan dari Google Scholar.
Hasil dari penelitian ini adalah metode yang dapat digunakan untuk menentukan nilai KMK surfaktan adalah metode tegangan permukaan serta indeks bias, kemudian penambahan surfaktan diatas titik KMK nya terbukti dapat meingkatkan kelarutan dari zat aktif farmasi.

Related Results

PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL
PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL
Pengembangan teknologi proses produksi surfaktan MES (Metil Ester Sulfonat) dari minyak sawit untuk aplikasi EOR/IOR pada lapangan ASL telah dilakukan sebelumnya melalui penelitian...
Review: SNEDDS Gel Kombinasi Ekstrak Daun Pegagan dan Daun Sirih Merah Sebagai Agen Penyembuh Luka
Review: SNEDDS Gel Kombinasi Ekstrak Daun Pegagan dan Daun Sirih Merah Sebagai Agen Penyembuh Luka
Luka adalah keadaan terjadi putusnya jaringan tubuh yang menyebabkan fungsi tubuh terganggu dalam melakukan aktivitas. Luka apabila tidak diobati sesuai dengan pengobatan yang bena...
Metode Kokristal, Koamorf, Kompleks Inklusi, dan Dispersi Padat dalam Upaya Modifikasi Sifat Fisikokimia Zat Aktif Farmasi
Metode Kokristal, Koamorf, Kompleks Inklusi, dan Dispersi Padat dalam Upaya Modifikasi Sifat Fisikokimia Zat Aktif Farmasi
Abstract. Modification of the physicochemical properties of active pharmaceutical ingredients is an important step in enhancing the solubility and bioavailability of drugs. Several...
Analisis Pengaruh Variasi Salinitas Brine Terhadap Nilai Interfacial Tension Surfaktan ZX-1 dan ZX-2
Analisis Pengaruh Variasi Salinitas Brine Terhadap Nilai Interfacial Tension Surfaktan ZX-1 dan ZX-2
Penerapan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) diperlukan untuk meningkatkan perolehan minyak bumi dari lapangan tua. Salah satu metode yang umum digunakan adalah chemical flooding m...
Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok Untuk Pembuatan Edible Film Dengan Penambahan CMC dan Plasticizer Sorbitol
Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok Untuk Pembuatan Edible Film Dengan Penambahan CMC dan Plasticizer Sorbitol
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik edible film berbahan dasar pektin kulit pisang kepok terhadap pengaruh variasi konsentrasi sorbitol. Prosedur penelit...
Observasi Perubahan Resistansi Batang Pentanahan Dengan Penambahan Limbah Kelapa Sawit
Observasi Perubahan Resistansi Batang Pentanahan Dengan Penambahan Limbah Kelapa Sawit
Sistem pentanahan digunakan sebagai sistem pengamanan bagi perangkat listrik dan manusia apabila terjadi gangguan internal seperti tegangan lebih. [1] [13]. Fa...
Teknik Peningkatan Kelarutan Bahan Aktif Farmasi Ibuprofen
Teknik Peningkatan Kelarutan Bahan Aktif Farmasi Ibuprofen
Ibuprofen adalah obat golongan NSAID pertama kali, yang bersifat nonselektif dan memiliki mekanisme kerja obat dengan cara memblokir enzim siklooksigenase yang menghasilkan inflama...

Back to Top