Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbandingan Nilai Akurasi Snort dan Suricata dalam Mendeteksi Intrusi Lalu Lintas di Jaringan

View through CrossRef
Seiring bertambahnya pengguna internet, semakin canggih juga serangan siber yang terjadi. Berdasarkan laporan tahunan dari Honeynet Project BSSN, tahun 2018 telah terjadi 12.895.554 serangan yang masuk ke Indonesia dan 513.863 berupa aplikasi berbahaya. Serangan-serangan ini apabila tidak terdeteksi dan dicegah, maka dapat menurunkan kredibilitas layanan, seperti kerahasiaan data, integritas, dan ketersediaan data. Sehingga dibutuhkan aplikasi yang mampu mendeteksi banyaknya serangan tersebut, yaitu Instrusion Detection System (IDS). Terdapat beberapa aplikasi IDS yang ada, seperti Snort dan Suricata. Dari banyak aplikasi yang ada, perlu dilakukan analisis terhadap kemampuannya dalam mendeteksi intrusi di jaringan. Salah satu kemampuan yang harus dianalisis yaitu akurasi. Akurasi adalah sebuah metrik yang mengukur seberapa benar IDS bekerja dengan mengukur persentase deteksi dan kegagalan serta jumlah peringatan palsu yang dihasilkan suatu sistem. Akurasi dalam mendeteksi serangan-serangan ini menjadi tantangan untuk aplikasi IDS. Dalam melakukan analisis diawali dengan melakukan pengujian dengan menggunakan Pytbull terhadap aplikasi Snort dan Suricata. Pytbull dikonfigurasi dengan 70  serangan yang dikelompokkan dalam 11 modul serangan. Pengujian dilakukan dalam 3 skenario, yaitu menggunakan rules asli, rules dari Emerging Threat, dan rules yang dibuat sendiri. Penelitian ini, memberikan penjelasan terkait bagaimana melakukan pengujian menggunakan Pytbull terhadap Snort dan Suricata menggunakan 3 skenario yang telah ditentukan yang kemudian dilanjutkan analisis dengan menghitung nilai akurasinya untuk dibandingkan mana yang lebih baik. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa Suricata versi 5.0.2 dengan pengujian menggunakan Pytbull dalam 3 skenario, memiliki akurasi lebih tinggi daripada Snort versi 2.9.15.1 karena memiliki rules yang lebih banyak. Walaupun rules lebih banyak, namun penggunaan memory Suricata lebih stabil karena menggunakan fitur multi-threading yang dimilikinya.
Politeknik Siber dan Sandi Negara
Title: Perbandingan Nilai Akurasi Snort dan Suricata dalam Mendeteksi Intrusi Lalu Lintas di Jaringan
Description:
Seiring bertambahnya pengguna internet, semakin canggih juga serangan siber yang terjadi.
Berdasarkan laporan tahunan dari Honeynet Project BSSN, tahun 2018 telah terjadi 12.
895.
554 serangan yang masuk ke Indonesia dan 513.
863 berupa aplikasi berbahaya.
Serangan-serangan ini apabila tidak terdeteksi dan dicegah, maka dapat menurunkan kredibilitas layanan, seperti kerahasiaan data, integritas, dan ketersediaan data.
Sehingga dibutuhkan aplikasi yang mampu mendeteksi banyaknya serangan tersebut, yaitu Instrusion Detection System (IDS).
Terdapat beberapa aplikasi IDS yang ada, seperti Snort dan Suricata.
Dari banyak aplikasi yang ada, perlu dilakukan analisis terhadap kemampuannya dalam mendeteksi intrusi di jaringan.
Salah satu kemampuan yang harus dianalisis yaitu akurasi.
Akurasi adalah sebuah metrik yang mengukur seberapa benar IDS bekerja dengan mengukur persentase deteksi dan kegagalan serta jumlah peringatan palsu yang dihasilkan suatu sistem.
Akurasi dalam mendeteksi serangan-serangan ini menjadi tantangan untuk aplikasi IDS.
Dalam melakukan analisis diawali dengan melakukan pengujian dengan menggunakan Pytbull terhadap aplikasi Snort dan Suricata.
Pytbull dikonfigurasi dengan 70  serangan yang dikelompokkan dalam 11 modul serangan.
Pengujian dilakukan dalam 3 skenario, yaitu menggunakan rules asli, rules dari Emerging Threat, dan rules yang dibuat sendiri.
Penelitian ini, memberikan penjelasan terkait bagaimana melakukan pengujian menggunakan Pytbull terhadap Snort dan Suricata menggunakan 3 skenario yang telah ditentukan yang kemudian dilanjutkan analisis dengan menghitung nilai akurasinya untuk dibandingkan mana yang lebih baik.
Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa Suricata versi 5.
2 dengan pengujian menggunakan Pytbull dalam 3 skenario, memiliki akurasi lebih tinggi daripada Snort versi 2.
9.
15.
1 karena memiliki rules yang lebih banyak.
Walaupun rules lebih banyak, namun penggunaan memory Suricata lebih stabil karena menggunakan fitur multi-threading yang dimilikinya.

Related Results

IMPLEMENTASI KEAMANAN WIRELESS LAN MENGGUNAKAN SNORT DAN IPTABLES
IMPLEMENTASI KEAMANAN WIRELESS LAN MENGGUNAKAN SNORT DAN IPTABLES
ABSTRAKRingkasan,-Penelitian ini bertujuan untuk melakukan implementasi keamanan wireless LAN menggunakan snort dan iptables. Dan juga sebagai salah satu syarat untuk memperoleh ge...
Distribusi Spasial dan Ketebalan Hutan Mangrove terhadap Intrusi Air Laut di Kecamatan Cilacap Tengah
Distribusi Spasial dan Ketebalan Hutan Mangrove terhadap Intrusi Air Laut di Kecamatan Cilacap Tengah
Intrusi air laut merupakan salah satu masalah utama yang umum terjadi di wilayah pesisir. Kecamatan Cilacap Tengah merupakan salah satu kecamatan di pesisir selatan Jawa yang didug...
PERHITUNGAN LALU LINTAS HARIAN RATA-RATA PADA PERSIMPANGAN ADI SUCIPTO
PERHITUNGAN LALU LINTAS HARIAN RATA-RATA PADA PERSIMPANGAN ADI SUCIPTO
Lalu lintas Harian Rata-rata adalah volume lalu lintas rata-rata dalam satu hari dari cara memperoleh data dikenal 2 jenis lalu lintas harian rata-rata, yaitu lalu lintas harian ra...
PENGARUH AKTIVITAS PASAR TERHADAP KARAKTER LALU LINTAS: STUDI KASUS AREA PASAR GEDE SURAKARTA
PENGARUH AKTIVITAS PASAR TERHADAP KARAKTER LALU LINTAS: STUDI KASUS AREA PASAR GEDE SURAKARTA
<p><em>Aktivitas pasar mempengaruhi kondisi lalu lintas di sekitarnya. Karakteristik lalu lintas pada ruas jalan dan lingkungan yang pada kasus penelitian ini adalah in...
Pengenalan Rambu-rambu Lalu Lintas Melalui Edugames untuk Siswa Sekolah Dasar di Desa Separe
Pengenalan Rambu-rambu Lalu Lintas Melalui Edugames untuk Siswa Sekolah Dasar di Desa Separe
Di desa ini tidak semua siswa memiliki latar belakang pada dunia teknologi informasi / IT yang memadai. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini memberikan pengenalan kepada sisw...
PENINGKATAN KINERJA LALU LINTAS PASCA PENERAPAN MANAJEMEN KAPASITAS JALAN (Studi Kasus : Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang)
PENINGKATAN KINERJA LALU LINTAS PASCA PENERAPAN MANAJEMEN KAPASITAS JALAN (Studi Kasus : Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang)
Pemerintah dalam menerapkan sebuah kebijakan manajemen lalu lintas guna mengatasi permasalahan lalu lintas dan mewujudkan lalu lintas yang aman, lancar, selamat dan efisien dibantu...

Back to Top