Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MANAJEMEN PELAYANAN GIZI DI WILAYAH DENGAN STATUS GIZI TINGGI DAN RENDAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN KUALITAS TENAGA PELAKSANA GIZI

View through CrossRef
ABSTRACT Nutrition officer are nutrition service providers at the Primary Health Care (PHC) who carry out their duties in a management system to produce as targeted outcomes programs. This study aims to get an overview of the management of nutrition services and determine their relationship with the quality of nutrition officer in PHC in areas with high dan low nutritional status. The method used is cross sectional. The research sample was 67 nutrition officer in PHC (32 in West Bandung Regency and 35 in Depok City) and conducted in 2018. As the dependent variable was implementation of nutrition service management, while the independent variables consisted of internal factors (age, years of service, education, knowledge, motivation) and external factors (infrastructure, workload, funding, training, supervision, and leadership support). Data analysis uses Pearson, Spearman, T-test and Mann-Whitney. The results showed that internal factors that have a relationship with the management of nutrition services are motivation (p=0,000) while the external factors are infrastructure (p=0,004). Age has a relationship with planning with the direction of a negative relationship. This means that the more you age the planning process decreases. There was a significant difference in the planning processes by nutrition officer that had nutritional education backgrouds than non-nutritional education backgrounds (p<0,05). It is necessary to improve the quality of nutrition officer through guidance, fulfillment of facilities and infrastructure, monitoring and evaluation, and fulfillment of nutritionist through coordination between government institutions including a strong commitment from the leadership of the PHC. Keywords: management, nutrition services, nutrition officer   ABSTRAK Tenaga pelaksana gizi (TPG) merupakan pelaksana pelayanan gizi di puskesmas yang melaksakan tugasnya dalam suatu sistem manajemen untuk menghasilkan capaian program sesuai target. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyelenggaraan manajemen pelayanan gizi dan menilai hubungannya dengan kualitas TPG puskesmas di wilayah dengan status gizi tinggi dan rendah. Metode yang digunakan adalah potong lintang. Sampel penelitian 67 orang TPG puskesmas (32 TPG Kabupaten Bandung Barat dan 35 TPG Kota Depok) yang dilakukan pada tahun 2018. Sebagai variabel terikat adalah manajemen pelayanan gizi, sedangkan variabel bebas meliputi faktor internal (umur, masa kerja, pendidikan, pengetahuan, motivasi) dan faktor eksternal (sarana, beban kerja, dana, pelatihan, supervisi, dan dukungan pimpinan). Analisa data menggunakan pearson, spearman, uji-t dan mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang memiliki hubungan dengan penyelenggaraan manajemen pelayanan gizi adalah motivasi (p=0,000) sedangkan faktor eksternalnya adalah sarana (p=0,004). Umur memiliki hubungan dengan perencanaan dengan arah hubungan negatif. Artinya semakin bertambah umur maka proses perencanaan semakin berkurang. Terdapat perbedaan yang bermakna dalam proses perencanaan antara tenaga pelaksana gizi dengan latar belakang pendidikan gizi dan non gizi (p<0,05). Perlu peningkatan kualitas TPG melalui pembinaan, pemenuhan sarana dan prasarana, pemantauan dan evaluasi, serta pemenuhan tenaga gizi melalui koordinasi antar lembaga pemerintah termasuk komitmen yang kuat dari pimpinan puskesmas. [Penel Gizi Makan 2019, 42(1):29-40] Kata kunci: manajemen, pelayanan gizi, tenaga pelaksana gizi
Title: MANAJEMEN PELAYANAN GIZI DI WILAYAH DENGAN STATUS GIZI TINGGI DAN RENDAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN KUALITAS TENAGA PELAKSANA GIZI
Description:
ABSTRACT Nutrition officer are nutrition service providers at the Primary Health Care (PHC) who carry out their duties in a management system to produce as targeted outcomes programs.
This study aims to get an overview of the management of nutrition services and determine their relationship with the quality of nutrition officer in PHC in areas with high dan low nutritional status.
The method used is cross sectional.
The research sample was 67 nutrition officer in PHC (32 in West Bandung Regency and 35 in Depok City) and conducted in 2018.
As the dependent variable was implementation of nutrition service management, while the independent variables consisted of internal factors (age, years of service, education, knowledge, motivation) and external factors (infrastructure, workload, funding, training, supervision, and leadership support).
Data analysis uses Pearson, Spearman, T-test and Mann-Whitney.
The results showed that internal factors that have a relationship with the management of nutrition services are motivation (p=0,000) while the external factors are infrastructure (p=0,004).
Age has a relationship with planning with the direction of a negative relationship.
This means that the more you age the planning process decreases.
There was a significant difference in the planning processes by nutrition officer that had nutritional education backgrouds than non-nutritional education backgrounds (p<0,05).
It is necessary to improve the quality of nutrition officer through guidance, fulfillment of facilities and infrastructure, monitoring and evaluation, and fulfillment of nutritionist through coordination between government institutions including a strong commitment from the leadership of the PHC.
Keywords: management, nutrition services, nutrition officer   ABSTRAK Tenaga pelaksana gizi (TPG) merupakan pelaksana pelayanan gizi di puskesmas yang melaksakan tugasnya dalam suatu sistem manajemen untuk menghasilkan capaian program sesuai target.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyelenggaraan manajemen pelayanan gizi dan menilai hubungannya dengan kualitas TPG puskesmas di wilayah dengan status gizi tinggi dan rendah.
Metode yang digunakan adalah potong lintang.
Sampel penelitian 67 orang TPG puskesmas (32 TPG Kabupaten Bandung Barat dan 35 TPG Kota Depok) yang dilakukan pada tahun 2018.
Sebagai variabel terikat adalah manajemen pelayanan gizi, sedangkan variabel bebas meliputi faktor internal (umur, masa kerja, pendidikan, pengetahuan, motivasi) dan faktor eksternal (sarana, beban kerja, dana, pelatihan, supervisi, dan dukungan pimpinan).
Analisa data menggunakan pearson, spearman, uji-t dan mann-whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang memiliki hubungan dengan penyelenggaraan manajemen pelayanan gizi adalah motivasi (p=0,000) sedangkan faktor eksternalnya adalah sarana (p=0,004).
Umur memiliki hubungan dengan perencanaan dengan arah hubungan negatif.
Artinya semakin bertambah umur maka proses perencanaan semakin berkurang.
Terdapat perbedaan yang bermakna dalam proses perencanaan antara tenaga pelaksana gizi dengan latar belakang pendidikan gizi dan non gizi (p<0,05).
Perlu peningkatan kualitas TPG melalui pembinaan, pemenuhan sarana dan prasarana, pemantauan dan evaluasi, serta pemenuhan tenaga gizi melalui koordinasi antar lembaga pemerintah termasuk komitmen yang kuat dari pimpinan puskesmas.
[Penel Gizi Makan 2019, 42(1):29-40] Kata kunci: manajemen, pelayanan gizi, tenaga pelaksana gizi.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
PERBEDAAN PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWI GIZI DAN NON GIZI UNIVERSITAS DIPONEGORO
PERBEDAAN PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWI GIZI DAN NON GIZI UNIVERSITAS DIPONEGORO
Latar Belakang: Sebesar 8.7% penduduk usia >18 tahun mengalami  gizi kurang. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan utama. Pada...
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
GAMBARAN PELAYANAN PRIMA TENAGA ADMINISTRASI KESEHATAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KESEHATAN DI PUSKESMAS TALANG JAMBE
GAMBARAN PELAYANAN PRIMA TENAGA ADMINISTRASI KESEHATAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KESEHATAN DI PUSKESMAS TALANG JAMBE
Pelayanan prima merupakan elemen utama di unit pelayanan kesehatan yang dituntut memberikan pelayanan kesehatan memenuhi standar pelayanan yang optimal. Kualitas pelayanan prima te...
GAMBARAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL PANGAN BERDASARKAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2023
GAMBARAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL PANGAN BERDASARKAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2023
ABSTRAK Label gizi merupakan informasi  yang ditujukan kepada  masyarakat untuk  memberikan  informasi terkait  manfaat  dan  kandungan gizi makanan dalam kemasan tersebut. Membac...

Back to Top