Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

The Concept Of Mahabbah According To Bediuzzaman Said Nursi Based On Risale-I Nur

View through CrossRef
Mahabbah, which is also referred to love, is often considered as a feeling that only occurs between men and women. However, mahabbah is not limited to such feelings. In reality, mahabbah carries a broader meaning because it encompasses the love among people, other creatures, and more priority to Allah SWT. In the debate on mahabbah, one of the figures who emphasized the matter was Said Nursi. Interestingly, Said Nursi has a unique view when it comes to mahabbah. Hence, this study aims to examine the mahabbah from the perspective of Said Nursi based on his magnum opus entitled Risale-i Nur. This study uses the document study method as data collection by applying the content analysis approach as data analysis. The results showed that in discussing mahabbah, Said Nursi emphasized that every form of mahabbah needs to be based on love in the name of Allah SWT and is because of Him. This kind of love will have a positive effect on humankind because its depend is only because of Allah SWT, which will follow the guidelines of Islamic shari’a and will help humankind achieve happiness not only in this world but even in the Hereafter. AbstrakMahabbah, yang juga disebut sebagai cinta, seringkali dianggap sebagai perasaan yang hanya berlaku antara sesama lelaki dan perempuan. Namun, mahabbah tidak terbatas kepada perasaan sebegitu. Realitinya, mahabbah membawa maksud yang lebih luas kerana merangkumi rasa cinta sesama insan, kepada makhluk lain, dan lebih utama kepada Allah SWT. Dalam perbahasan tentang mahabbah, antara tokoh yang memberi penekanan kefahaman kepada perkara tersebut ialah Said Nursi. Menariknya, Said Nursi mempunyai pandangan yang unik apabila membahas tentang mahabbah. Justeru, kajian ini bertujuan meneliti kefahaman mahabbah dari perspektif Said Nursi menerusi kitabnya yang berjudul Rasa’il Al-Nur. Dalam pengumpulan data, kajian ini mengguna pakai kaedah kajian dokumen, selain penggunaan analisis kandungan bagi tujuan menganalisis data. Hasil kajian memperlihatkan bahawa dalam membahas mahabbah, Said Nursi menekankan praktikal setiap bentuk mahabbah perlu disandarkan kepada cinta atas nama Allah SWT dan adalah kerana-Nya. Cinta sebegini yang dilihat akan memberi kesan positif dalam perlakuan diri kerana setiap sandaran itu hanya kerana Allah SWT yang perlu mengikut garis panduan syariat yang ditetapkan, seterusnya akan membantu menggapai kebahagiaan bukan sahaja di dunia, malah di akhirat kelak.
Title: The Concept Of Mahabbah According To Bediuzzaman Said Nursi Based On Risale-I Nur
Description:
Mahabbah, which is also referred to love, is often considered as a feeling that only occurs between men and women.
However, mahabbah is not limited to such feelings.
In reality, mahabbah carries a broader meaning because it encompasses the love among people, other creatures, and more priority to Allah SWT.
In the debate on mahabbah, one of the figures who emphasized the matter was Said Nursi.
Interestingly, Said Nursi has a unique view when it comes to mahabbah.
Hence, this study aims to examine the mahabbah from the perspective of Said Nursi based on his magnum opus entitled Risale-i Nur.
This study uses the document study method as data collection by applying the content analysis approach as data analysis.
The results showed that in discussing mahabbah, Said Nursi emphasized that every form of mahabbah needs to be based on love in the name of Allah SWT and is because of Him.
This kind of love will have a positive effect on humankind because its depend is only because of Allah SWT, which will follow the guidelines of Islamic shari’a and will help humankind achieve happiness not only in this world but even in the Hereafter.
AbstrakMahabbah, yang juga disebut sebagai cinta, seringkali dianggap sebagai perasaan yang hanya berlaku antara sesama lelaki dan perempuan.
Namun, mahabbah tidak terbatas kepada perasaan sebegitu.
Realitinya, mahabbah membawa maksud yang lebih luas kerana merangkumi rasa cinta sesama insan, kepada makhluk lain, dan lebih utama kepada Allah SWT.
Dalam perbahasan tentang mahabbah, antara tokoh yang memberi penekanan kefahaman kepada perkara tersebut ialah Said Nursi.
Menariknya, Said Nursi mempunyai pandangan yang unik apabila membahas tentang mahabbah.
Justeru, kajian ini bertujuan meneliti kefahaman mahabbah dari perspektif Said Nursi menerusi kitabnya yang berjudul Rasa’il Al-Nur.
Dalam pengumpulan data, kajian ini mengguna pakai kaedah kajian dokumen, selain penggunaan analisis kandungan bagi tujuan menganalisis data.
Hasil kajian memperlihatkan bahawa dalam membahas mahabbah, Said Nursi menekankan praktikal setiap bentuk mahabbah perlu disandarkan kepada cinta atas nama Allah SWT dan adalah kerana-Nya.
Cinta sebegini yang dilihat akan memberi kesan positif dalam perlakuan diri kerana setiap sandaran itu hanya kerana Allah SWT yang perlu mengikut garis panduan syariat yang ditetapkan, seterusnya akan membantu menggapai kebahagiaan bukan sahaja di dunia, malah di akhirat kelak.

Related Results

KESEPADUAN SAINS DAN AGAMA DALAM PENDIDIKAN: TINJAUAN PEMIKIRAN BEDIUZZAMAN SAID NURSI
KESEPADUAN SAINS DAN AGAMA DALAM PENDIDIKAN: TINJAUAN PEMIKIRAN BEDIUZZAMAN SAID NURSI
Bediuzzaman Said Nursi, dikenali sebagai ulama Turki yang terkemuka (1877-1960) telah menawarkan pendekatan alternatif kepada pendidikan dimana beliau mencadangkan idea tentang per...
Dakwah Lintas Iman Perspektif Said An-Nursi dalam Risala-i Nur dan Relevansinya dengan Gerakan Dakwah Lintas Iman di Indonesia
Dakwah Lintas Iman Perspektif Said An-Nursi dalam Risala-i Nur dan Relevansinya dengan Gerakan Dakwah Lintas Iman di Indonesia
Penelitian ini - berbasis library reseach, dengan tema “Dakwah lintas Iman perpektif Said an-Nursi dalam Risala-i Nur dan relevansinya dengan gerakan Dakwah lintas iman di Indonesi...
The Concept of Tazkiyah an-Nafs Bediuzzaman Said Nursi In Risale-i Nur
The Concept of Tazkiyah an-Nafs Bediuzzaman Said Nursi In Risale-i Nur
This research stems from bad phenomena in the modern era, namely despicable human behaviour, which results in division and hostility caused by undirected lust. This article aims to...
Dakwah Lintas Iman Sebagai Upaya Harmonisasi Agama: Studi Dakwah Lintas Iman Perpektif Sain An-Nursi
Dakwah Lintas Iman Sebagai Upaya Harmonisasi Agama: Studi Dakwah Lintas Iman Perpektif Sain An-Nursi
Penelitian ini adalah penelitian yang berbasis library reseach, penelitian ini bertema tentang “ Dakwah lintas sebagai upaya harmonisasi Agama : Studi Dakwah Lintas Iman perpektif ...
Elements of Eating Morality According to Bediuzzaman Said Nursi’s Views: A Complementary to The Basic Concept of Food in Islam
Elements of Eating Morality According to Bediuzzaman Said Nursi’s Views: A Complementary to The Basic Concept of Food in Islam
The issue of food wastage can be described as global ‘ugly culture trend’ which is under a critical zone although various initiatives introduced to minimize this unethical behaviou...
Konsep Deradikalisme dan Kontra Terorisme menurut Said Nursi
Konsep Deradikalisme dan Kontra Terorisme menurut Said Nursi
Positive action (al-'amal al-ijabi) is a basic rule which became the principle thought of Said Nursi (1877-1960) in creating a sense of security and peace of mankind in general and...
KERUNTUHAN AKHLAK UMAT ISLAM DAN PENYELESAIAN MENURUT SAID NURSI DALAM RISALAH AL-NUR
KERUNTUHAN AKHLAK UMAT ISLAM DAN PENYELESAIAN MENURUT SAID NURSI DALAM RISALAH AL-NUR
Nabi Muhammad SAW diutuskan adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Akhlak adalah cerminan sesebuah negara. Bangsa yang berjaya ialah bangsa yang menjunjung nilai-nilai murni dan ...

Back to Top