Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Koordinasi Rele Arus Lebih dan Rele Gangguan Tanah Pada Penyulang J4 dan J5 di Gardu Induk Karang Joang Balikpapan

View through CrossRef
Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem distribusi berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari sistem yang lebih besar sampai ke konsumen. Pada sistem ini digunakan tegangan menengah yang merupakan sistem yang paling banyak mengalami gangguan dibandingkan dengan sistem transmisi. Penggunaan peralatan proteksi dapat meminimalisir gangguan yang terjadi pada jaringan distribusi. Banyak peralatan proteksi yang digunakan pada jaringan distribusi diantaranya adalah over current relay (rele arus lebih) dan ground fault relay (rele gangguan tanah). Pengkoordinasian antara rele arus lebih dan rele gangguan tanah dilakukan agar alat proteksi dapat bekerja dengan tingkat selektifitas dan sensitifitas yang baik sehingga menjaga kontinuitas penyaluran energi listrik. Pada penulisan skripsi ini akan dibahas koordinasi setting rele arus lebih (OCR) dan setting rele gangguan tanah (GFR). Hasil perhitungan pada penyulang J4 diperoleh selisih waktu (grading time) OCR sebesar 0.4007 detik. Sedangkan untuk selisih waktu OCR pada penyulang J5 adalah 0.3983 detik. Untuk hasil perhitungan pada penyulang J4 diperoleh selisih waktu (grading time) GFR sebesar 0.3998 detik. Sedangkan untuk selisih waktu GFR pada penyulang J5 adalah 0.4 detik. Hal ini menunjukkan koordinasi dikatakan ideal.  
Center for Research and Community Service at the State Polytechnic of Samarinda
Title: Koordinasi Rele Arus Lebih dan Rele Gangguan Tanah Pada Penyulang J4 dan J5 di Gardu Induk Karang Joang Balikpapan
Description:
Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik.
Sistem distribusi berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari sistem yang lebih besar sampai ke konsumen.
Pada sistem ini digunakan tegangan menengah yang merupakan sistem yang paling banyak mengalami gangguan dibandingkan dengan sistem transmisi.
Penggunaan peralatan proteksi dapat meminimalisir gangguan yang terjadi pada jaringan distribusi.
Banyak peralatan proteksi yang digunakan pada jaringan distribusi diantaranya adalah over current relay (rele arus lebih) dan ground fault relay (rele gangguan tanah).
Pengkoordinasian antara rele arus lebih dan rele gangguan tanah dilakukan agar alat proteksi dapat bekerja dengan tingkat selektifitas dan sensitifitas yang baik sehingga menjaga kontinuitas penyaluran energi listrik.
Pada penulisan skripsi ini akan dibahas koordinasi setting rele arus lebih (OCR) dan setting rele gangguan tanah (GFR).
Hasil perhitungan pada penyulang J4 diperoleh selisih waktu (grading time) OCR sebesar 0.
4007 detik.
Sedangkan untuk selisih waktu OCR pada penyulang J5 adalah 0.
3983 detik.
Untuk hasil perhitungan pada penyulang J4 diperoleh selisih waktu (grading time) GFR sebesar 0.
3998 detik.
Sedangkan untuk selisih waktu GFR pada penyulang J5 adalah 0.
4 detik.
Hal ini menunjukkan koordinasi dikatakan ideal.
 .

Related Results

Koordinasi Rele Arus Lebih di Perusahaan Nikel Indonesia Menggunakan Grasshopper Optimization Algorithm
Koordinasi Rele Arus Lebih di Perusahaan Nikel Indonesia Menggunakan Grasshopper Optimization Algorithm
Setiap sistem kelistrikan bergantung pada ketersediaan energi yang berkelanjutan untuk menjaga produktivitas industri tetap berjalan. Gangguan listrik akan merusak peralatan listri...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
PEMANFAATAN RELE DISTANCE NUMERIK SEBAGAI PENGGANTI RELE DISTANCE ELEKTROSTATIS PADA GARDU INDUK MEKARSARI
PEMANFAATAN RELE DISTANCE NUMERIK SEBAGAI PENGGANTI RELE DISTANCE ELEKTROSTATIS PADA GARDU INDUK MEKARSARI
Prinsip dasar suatu rele adalah sebagai pengaman pada sistem tenaga listrik, bagaimana cara rele bekerja dengan baik , cepat, dan tepat agar gangguan pada sistem tenaga listrik tid...
EVALUASI SISTEM PEMBUMIAN PENYULANG GONTANG GARDU INDUK TANJUNG BUNGA MAKASSAR
EVALUASI SISTEM PEMBUMIAN PENYULANG GONTANG GARDU INDUK TANJUNG BUNGA MAKASSAR
Sistem pembumian atau Grounding pada jaringan distribusi digunakan sebagai pengaman langsung terhadap peralatan dan manusia bila terjadinya gangguan tanah atau kebocoran arus akiba...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
ANALISA PENYEBAB GANGGUAN JARINGAN DISTRIBUSI GI SIRIMAU PT PLN. (PERSERO) AREA AMBON MENGGUNAKAN METODE FTA (FAULT TREE ANALISYS)
ANALISA PENYEBAB GANGGUAN JARINGAN DISTRIBUSI GI SIRIMAU PT PLN. (PERSERO) AREA AMBON MENGGUNAKAN METODE FTA (FAULT TREE ANALISYS)
Gangguan jaringan distribusi listrik Dapat di artikan bahwa adanya energi listrik yang hilang baik secara teknis maupun non teknis. Hal ini dapat di lihat berdasarkan data gangguan...
Rancang Bangun Rele Diferensial Berbasis Arduino
Rancang Bangun Rele Diferensial Berbasis Arduino
Rele diferensial adalah sebuah alat proteksi yang bekerja berdasarkan hukum Kirchoff arus. Hal ini dilakukan dengan cara membandingkan jumlah vektor arus yang masuk dan keluar dari...

Back to Top