Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI AGRIBISNIS USAHA KERUPUK KULIT SAPI DI KOTA MATARAM

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis biaya dan pendapatan usaha kerupuk kulit di Kota Mataram; (2) menganalisis nilai tambah usaha kerupuk kulit di Kota Mataram; (3) mengetahui efisiensi pemasaran usaha kerupuk Kulit di Kota Mataram.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah usaha kerupuk kulit di Kota Mataram. Pengambilan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling yaitu Kecamatan Mataram dan Kecamatan Cakranegara karena sebagai sentra produksi kerupuk kulit. Kemudian dari 2 kecamatan tersebut dipilih 3 kelurahan yaitu Pagesangan Barat mewakili Kecamatan Mataram, Kelurahan Cakranegara Selatan dan Kelurahan Cakranegara Selatan Baru mewakili Kecamatan Cakranegara. Responden dalam peneitian ini adalah pengusaha kerupuk kulit. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik wawancara dengan responden berpedoman daftar pertanyaan yang sudah disiapkan. Analisis data yang digunakan adalah: aliran proses; analisis biaya dan penerimaan; Metode hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata pendapatan usaha kerupuk kulit di Kota Mataram sebesar Rp 1.211.055,- per proses produksi; (2) Rasio nilai tambah 55,31%; (3) Saluran pemasaran kerupuk kulit di Kota Mataram melalui 3 (tiga) saluran pemasaran, yaitu: Saluran Pemasaran-1 (Produsen → Pedagang Pengepul Kecamatan → Pedagang Pengecer → Konsumen Akhir) sebanyak 50,55% dari seluruh produknya; 25,28% melalui Saluran Pemasaran-II (Produsen → Pr → KA); dan 9,10% melalui Saluran Pemasaran-III (Produsen → KA); Saluran pemasara-III (Produsen → KA) lebih efisien dibandingkan saluran pemasaran-I (Produsen → PPK → Pr → KA) dan saluran pemasaran-II (Produsen → Pr → KA) karena tidak memiliki margin pemasaran, sementara itu margin pemasaran pada saluran pemasaran-I dan II sebesar Rp 25.000/kg; Share produsen pada saluran pemasaran-I dan saluran pemasaran-II adalah 80% > 60%, yang berarti pemasaran kerupuk kulit di Kota Mataram efisien; Distribusi keuntungan pada saluran pemasaran-I (Produsen → PPK → Pr → KA) sebesar 0,16 < 0,5  yang berarti pemasaran kerupuk kulit di Kota Mataram melalui saluran pemasaran-I dapat dikatakan tidak efisien dimana keuntungan pemasaran tidak terdistribusi secara adil diantara lembaga pemasaran yang terlibat (PPK dan Pr). Nilai ratio keuntungan dengan biaya pemasaran (∏/C) pada pedagang pengepul (PPK) adalah 19,67 lebih besar dibandingkan nilai ratio keuntungan dengan biaya pemasaran (∏/C) pada pedagang pengecer (Pr) adalah 3,24, artinya pedagang pengepul menerima keuntungan lebih besar dibandingkan pedagang pengecer dan biaya pemasaran yang dikeluarkan
Title: STUDI AGRIBISNIS USAHA KERUPUK KULIT SAPI DI KOTA MATARAM
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis biaya dan pendapatan usaha kerupuk kulit di Kota Mataram; (2) menganalisis nilai tambah usaha kerupuk kulit di Kota Mataram; (3) mengetahui efisiensi pemasaran usaha kerupuk Kulit di Kota Mataram.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Unit analisis dalam penelitian ini adalah usaha kerupuk kulit di Kota Mataram.
Pengambilan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling yaitu Kecamatan Mataram dan Kecamatan Cakranegara karena sebagai sentra produksi kerupuk kulit.
Kemudian dari 2 kecamatan tersebut dipilih 3 kelurahan yaitu Pagesangan Barat mewakili Kecamatan Mataram, Kelurahan Cakranegara Selatan dan Kelurahan Cakranegara Selatan Baru mewakili Kecamatan Cakranegara.
Responden dalam peneitian ini adalah pengusaha kerupuk kulit.
Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik wawancara dengan responden berpedoman daftar pertanyaan yang sudah disiapkan.
Analisis data yang digunakan adalah: aliran proses; analisis biaya dan penerimaan; Metode hayami.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata pendapatan usaha kerupuk kulit di Kota Mataram sebesar Rp 1.
211.
055,- per proses produksi; (2) Rasio nilai tambah 55,31%; (3) Saluran pemasaran kerupuk kulit di Kota Mataram melalui 3 (tiga) saluran pemasaran, yaitu: Saluran Pemasaran-1 (Produsen → Pedagang Pengepul Kecamatan → Pedagang Pengecer → Konsumen Akhir) sebanyak 50,55% dari seluruh produknya; 25,28% melalui Saluran Pemasaran-II (Produsen → Pr → KA); dan 9,10% melalui Saluran Pemasaran-III (Produsen → KA); Saluran pemasara-III (Produsen → KA) lebih efisien dibandingkan saluran pemasaran-I (Produsen → PPK → Pr → KA) dan saluran pemasaran-II (Produsen → Pr → KA) karena tidak memiliki margin pemasaran, sementara itu margin pemasaran pada saluran pemasaran-I dan II sebesar Rp 25.
000/kg; Share produsen pada saluran pemasaran-I dan saluran pemasaran-II adalah 80% > 60%, yang berarti pemasaran kerupuk kulit di Kota Mataram efisien; Distribusi keuntungan pada saluran pemasaran-I (Produsen → PPK → Pr → KA) sebesar 0,16 < 0,5  yang berarti pemasaran kerupuk kulit di Kota Mataram melalui saluran pemasaran-I dapat dikatakan tidak efisien dimana keuntungan pemasaran tidak terdistribusi secara adil diantara lembaga pemasaran yang terlibat (PPK dan Pr).
Nilai ratio keuntungan dengan biaya pemasaran (∏/C) pada pedagang pengepul (PPK) adalah 19,67 lebih besar dibandingkan nilai ratio keuntungan dengan biaya pemasaran (∏/C) pada pedagang pengecer (Pr) adalah 3,24, artinya pedagang pengepul menerima keuntungan lebih besar dibandingkan pedagang pengecer dan biaya pemasaran yang dikeluarkan.

Related Results

PEWARISAN BUDAYA SAPI SONOK SEBAGAI AKTIVITAS BELAJAR INFORMAL BAGI MASYARAKAT MADURA
PEWARISAN BUDAYA SAPI SONOK SEBAGAI AKTIVITAS BELAJAR INFORMAL BAGI MASYARAKAT MADURA
RINGKASANIkbar, A.Nauvalul. 2020. Pewarisan Budaya Sapi Sonok Sebagai Aktivitas Belajar Informal Bagi Masyarakat Madura. Tesis. Program Studi S-2 Pendidikan Luar Sekolah. Pasca Sar...
Analisis Morfometrik-Biofisika antara Sapi Karapan, Sapi Sonok dan Sapi Peternak Madura (Bos primiginius) di Kabupaten Sumenep
Analisis Morfometrik-Biofisika antara Sapi Karapan, Sapi Sonok dan Sapi Peternak Madura (Bos primiginius) di Kabupaten Sumenep
The purpose of this study was to determine the morphometric and biophysical differences between three types of Madura Cattle, namely Karapan Cattle, Sonok Cattle and Breeder Cattle...
Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman Tebu-Sapi Potong di Jawa Timur
Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman Tebu-Sapi Potong di Jawa Timur
English Capacity of land-based forage beef cattle farming is lim ited. Integrated sugarcane and beef cattle farming is an alternative to increase cattle population and domestic bee...
Strategi Peningkatan Daya Saing dan Pengembangan Usaha Kerupuk Ikan Tuna Hj. Zainah dengan Analytic Network Process
Strategi Peningkatan Daya Saing dan Pengembangan Usaha Kerupuk Ikan Tuna Hj. Zainah dengan Analytic Network Process
Usaha kerupuk ikan tuna merupakan salah satu industri kecil dari UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) tentang kerupuk yang didirikan oleh Hj. Zainah. Industri ini masih berskala r...
Perbedaan pH Saliva Setelah Mengonsumsi Susu Sapi Murni dan Susu Sapi Bubuk
Perbedaan pH Saliva Setelah Mengonsumsi Susu Sapi Murni dan Susu Sapi Bubuk
Abstract: Saliva is a complex oral fluid consisting of a mixture of secretion of the major and minor salivary glands in the oral mucosa with a normal pH of 5.6-7.0. There are sever...
Pengaruh Substitusi Tepung Talas Beneng (Xantoshoma Undipes K. Koch) Terhadap Kualitas Kerupuk Berbahan Dasar Pati Tapioka
Pengaruh Substitusi Tepung Talas Beneng (Xantoshoma Undipes K. Koch) Terhadap Kualitas Kerupuk Berbahan Dasar Pati Tapioka
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung talas beneng (xantoshoma undipes k. koch) terhadap kualitas kerupuk berbahan dasar pati tap...
Perancangan Ulang Alat Pemotong Kerupuk Manggar Guna Meningkatkan Kapasitas Pemotongan dan Efisiensi Produksi
Perancangan Ulang Alat Pemotong Kerupuk Manggar Guna Meningkatkan Kapasitas Pemotongan dan Efisiensi Produksi
Terik Surya merupakan sebuah industri yang memproduksi kerupuk mentah. Jenis kerupuk yang diproduksi yaitu kerupuk manggar dan kerupuk mawar. Dalam proses pemotongan kerupuk mangga...

Back to Top