Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS DAYA SAING USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN BIMA

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis keuntungan privat dan keuntungan sosial usahatani bawang merah di Kabupaten Bima; (2) Menganalisis daya saing (keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif) usahatani bawang merah di Kabupaten Bima. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Unit analisis dalam penelitian ini adalah usahatani bawang merah di Kabupaten Bima. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bima dengan mengambil 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu (Desa Rasabou dan Desa Lambu) secara purposive sampling, sedangkan penentuan jumlah responden dilakukan secara quota sampling yaitu sebanyak 50 responden. Jenis data yang digunakan meliputi data kuantitatif dan kualitatif, sedangkan sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara deskripstif. Analisis data menggunakan analisis keuntungan dan analisis daya saing menggunakan table policy analysis matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Keuntungan privat usahatani bawang merah di Kabupaten Bima sebesar Rp 32.386.662 per hektar sedangkan keuntungan sosial sebesar Rp 40.555.905 per hektar. Dengan demikian usahatani bawang merah di Kabupaten Bima layak untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif; (2) Usahatani bawang merah di Kabupaten Bima memiliki daya saing. Hal ini dapat dilihat dari nilai PCR 0.646 dan DRCR 0.595 < 1.
Title: ANALISIS DAYA SAING USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN BIMA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis keuntungan privat dan keuntungan sosial usahatani bawang merah di Kabupaten Bima; (2) Menganalisis daya saing (keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif) usahatani bawang merah di Kabupaten Bima.
Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei.
Unit analisis dalam penelitian ini adalah usahatani bawang merah di Kabupaten Bima.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bima dengan mengambil 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu (Desa Rasabou dan Desa Lambu) secara purposive sampling, sedangkan penentuan jumlah responden dilakukan secara quota sampling yaitu sebanyak 50 responden.
Jenis data yang digunakan meliputi data kuantitatif dan kualitatif, sedangkan sumber data meliputi data primer dan data sekunder.
Data dianalisis secara deskripstif.
Analisis data menggunakan analisis keuntungan dan analisis daya saing menggunakan table policy analysis matrix.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Keuntungan privat usahatani bawang merah di Kabupaten Bima sebesar Rp 32.
386.
662 per hektar sedangkan keuntungan sosial sebesar Rp 40.
555.
905 per hektar.
Dengan demikian usahatani bawang merah di Kabupaten Bima layak untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif; (2) Usahatani bawang merah di Kabupaten Bima memiliki daya saing.
Hal ini dapat dilihat dari nilai PCR 0.
646 dan DRCR 0.
595 < 1.

Related Results

POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Shallots are vegetable commodities that have long been superior and have been intensively cultivated by many farmers. They belong to the group of non-substituted spices that functi...
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Cabe Rawit Merah di Desa Tapenpah Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Cabe Rawit Merah di Desa Tapenpah Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara
Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan potensial untuk berusahatani cabe rawit merah. Desa Tapenpah merupakan...
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Desa Tegalrejo merupakan salah satu desa penghasil bawang merah di daerah Tulungagung, dengan adanya kelompok tani maka pertanian di desa tersebut terbilang maju dan modern. Suko T...
Pendapatan Usahatani Bawang Daun
Pendapatan Usahatani Bawang Daun
Kota Batu mempunyai peluang besar dalam mengembangkan tanaman hortikultura, antara lain bawang daun.  Salah satu  kecamatan penghasil bawang daun di Kota Batu  ialah Kecamatan Junr...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
Perbanyakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, kendala yang dihadapi perbanyakan secara generatif yaitu adanya masa dormansi pada benih p...

Back to Top