Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Penerapan Urban Farming di Kampung Sayur Bausasran, Kota Yogyakarta: Studi Kasus Kelompok Tani Gemah Ripah

View through CrossRef
Pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan mengakibatkan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, sementara konversi lahan pertanian menyebabkan berkurangnya lahan yang dapat diproduksi. Situasi ini memicu munculnya urban farming sebagai alternatif pertanian di area kota guna memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kontribusi urban farming dalam memperkuat kemandirian pangan serta memberdayakan komunitas di Kelurahan Bausasran, Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur atau data sekunder. Informasi dikumpulkan dari jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan urban farming, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta kebijakan agribisnis. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aktivitas urban farming di Kampung Sayur Bausasran mampu memanfaatkan lahan pekarangan dan lorong kampung sebagai area pertanian yang produktif dengan menggunakan metode polybag, vertikultur, dan hidroponik. Aktivitas ini membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, memperbaiki kualitas lingkungan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Kelompok Tani Gemah Ripah juga berkontribusi dalam pemberdayaan komunitas melalui pelatihan dan pendampingan dalam pertanian perkotaan. Dukungan dari pemerintah berperan penting dalam mempertahankan keberlanjutan urban farming di Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, urban farming berbasis komunitas dapat berkontribusi pada kemandirian pangan dan pemberdayaan masyarakat perkotaan.
Title: Analisis Penerapan Urban Farming di Kampung Sayur Bausasran, Kota Yogyakarta: Studi Kasus Kelompok Tani Gemah Ripah
Description:
Pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan mengakibatkan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, sementara konversi lahan pertanian menyebabkan berkurangnya lahan yang dapat diproduksi.
Situasi ini memicu munculnya urban farming sebagai alternatif pertanian di area kota guna memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan bagi masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kontribusi urban farming dalam memperkuat kemandirian pangan serta memberdayakan komunitas di Kelurahan Bausasran, Kota Yogyakarta.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur atau data sekunder.
Informasi dikumpulkan dari jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan urban farming, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta kebijakan agribisnis.
Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa aktivitas urban farming di Kampung Sayur Bausasran mampu memanfaatkan lahan pekarangan dan lorong kampung sebagai area pertanian yang produktif dengan menggunakan metode polybag, vertikultur, dan hidroponik.
Aktivitas ini membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, memperbaiki kualitas lingkungan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Kelompok Tani Gemah Ripah juga berkontribusi dalam pemberdayaan komunitas melalui pelatihan dan pendampingan dalam pertanian perkotaan.
Dukungan dari pemerintah berperan penting dalam mempertahankan keberlanjutan urban farming di Kota Yogyakarta.
Oleh karena itu, urban farming berbasis komunitas dapat berkontribusi pada kemandirian pangan dan pemberdayaan masyarakat perkotaan.

Related Results

PEMBENTUKAN KELOMPOK SADAR WISATA ( POKDARWIS ) DAN PENGEMBANGAN WISATA DI PANTAI GEMAH
PEMBENTUKAN KELOMPOK SADAR WISATA ( POKDARWIS ) DAN PENGEMBANGAN WISATA DI PANTAI GEMAH
ABSTRAK Devisa terbanyak bagi daerah disumbangkan oleh bidang pariwisata. Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki keanekaragaman Potensi wisata. Salah satunya di Tulunga...
PENGEMBANGAN DESAIN SUVENIR UNTUK KAMPUNG WISATA SAYURAN KTD GEMAH RIPAH BAUSASRAN
PENGEMBANGAN DESAIN SUVENIR UNTUK KAMPUNG WISATA SAYURAN KTD GEMAH RIPAH BAUSASRAN
Suvenir merupakan salah satu produk strategis yang dibutuhkan oleh KTD Gemah Ripah. Suvenir diberikan kepada perwakilan rombongan sebagai simbol dan bukti silaturahmi antar lembaga...
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
Pengaruh Pajak Penjualan PPN Dan PPnBM Terhadap Laba Rugi Fiskal Pada UD Gemah Ripah
Pengaruh Pajak Penjualan PPN Dan PPnBM Terhadap Laba Rugi Fiskal Pada UD Gemah Ripah
Taxes are a very important source for a sector of state revenue. To further increase revenue in the tax sector, several improvements have been made. In this research, the researche...
HUNIAN WARGA YANG ‘KOMPAK DAN BERKELANJUTAN’ DI KAMPUNG SAWAH, JAKARTA UTARA
HUNIAN WARGA YANG ‘KOMPAK DAN BERKELANJUTAN’ DI KAMPUNG SAWAH, JAKARTA UTARA
Urban sprawl due to limited land for living causes more residential development on the edge of the city. Land fragmentation results in the need for high mobility. With the characte...
PERANAN KETUA KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT
PERANAN KETUA KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT
Pembinaan kelompok tani oleh para petugas penyuluh telah banyak dilakukan namun tidak semuanya merata secara optimal, kebanyakan petani masih belum merasa manfaat yang dia dapatkan...

Back to Top