Javascript must be enabled to continue!
Potensi Hasil dan Kualitas Produk Beberapa Genotipe Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Lokal Jawa Timur
View through CrossRef
Sorgum adalah tanaman yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri yang memiliki potensi cukup tinggi untuk dikembangkan di Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan informasi potensi daya hasil dan kualitas produk berbagai genotype sorghum local Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Desa Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan-Jawa Timur. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 9 genotipe tanaman sorgum yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain : Sampang-1, Sampang-2, Tulungagung-1, Tulungagung-2, Jombang, Pasuruan, Lamongan 1, Lamongan 2, Tuban. Kegiatan penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi daya hasil dan kualitas 9 genotipe sorghum local Jawa Timur sangat beragam. Genotipe Lamongan-2 menunjukkan daya hasil tertinggi, dengan berat kering biji/malai (117,34 gram/malai), dan jumlah biji per malai tertinggi (4582 biji /malai). Genotip Lamongan-2 ini menunjukkan bobot kering 1000 biji 25,55 gram, dengan warna biji orange dan umur panen 86 hari.Umur panen paling cepat (70 hari) dicapai oleh genotip Tulungagung-2, akan tetapi genotip Tulungagung-2 tersebut memiliki daya hasil yang rendah, dengan berat kering biji/malai 45,73 gram/malai, dan jumlah biji per malai 1427 biji/malai.Hasil analisis kualitas biji menunjukkan bahwa kadar air biji sorghum berkisar 9,57 % BK (genotip Tuban) hingga 12,58 % BK (genotip Jombang). Kandungan protein tertinggi dicapai oleh genotip Sampang-1 (17,15 % BK) dan terendah pada genotip Tulungagung-1 (10,17 % BK). Kadar abu terendah adalah pada genotip Lamongan-1 (1,74 % BK) dan yang tertinggi (4,,65 % BK )pada Genotip Sampang-2. Kadar lemak tertinggi adalah pada genotip Tuban (4,79 % BK) dan terendah adalah pada Lamongan-1 (2,94 % BK). Sedangkan kandungan serat kasar tertinggi pada genotip Tulungagung-2 (8,09 % BK) dan terendah pada genotip Sampang-1 (2,84 % BK).
Title: Potensi Hasil dan Kualitas Produk Beberapa Genotipe Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Lokal Jawa Timur
Description:
Sorgum adalah tanaman yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri yang memiliki potensi cukup tinggi untuk dikembangkan di Indonesia.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan informasi potensi daya hasil dan kualitas produk berbagai genotype sorghum local Jawa Timur.
Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Desa Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan-Jawa Timur.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 9 genotipe tanaman sorgum yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain : Sampang-1, Sampang-2, Tulungagung-1, Tulungagung-2, Jombang, Pasuruan, Lamongan 1, Lamongan 2, Tuban.
Kegiatan penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, tiga ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi daya hasil dan kualitas 9 genotipe sorghum local Jawa Timur sangat beragam.
Genotipe Lamongan-2 menunjukkan daya hasil tertinggi, dengan berat kering biji/malai (117,34 gram/malai), dan jumlah biji per malai tertinggi (4582 biji /malai).
Genotip Lamongan-2 ini menunjukkan bobot kering 1000 biji 25,55 gram, dengan warna biji orange dan umur panen 86 hari.
Umur panen paling cepat (70 hari) dicapai oleh genotip Tulungagung-2, akan tetapi genotip Tulungagung-2 tersebut memiliki daya hasil yang rendah, dengan berat kering biji/malai 45,73 gram/malai, dan jumlah biji per malai 1427 biji/malai.
Hasil analisis kualitas biji menunjukkan bahwa kadar air biji sorghum berkisar 9,57 % BK (genotip Tuban) hingga 12,58 % BK (genotip Jombang).
Kandungan protein tertinggi dicapai oleh genotip Sampang-1 (17,15 % BK) dan terendah pada genotip Tulungagung-1 (10,17 % BK).
Kadar abu terendah adalah pada genotip Lamongan-1 (1,74 % BK) dan yang tertinggi (4,,65 % BK )pada Genotip Sampang-2.
Kadar lemak tertinggi adalah pada genotip Tuban (4,79 % BK) dan terendah adalah pada Lamongan-1 (2,94 % BK).
Sedangkan kandungan serat kasar tertinggi pada genotip Tulungagung-2 (8,09 % BK) dan terendah pada genotip Sampang-1 (2,84 % BK).
Related Results
EVALUASI KANDUNGAN BRIX PADA BATANG TANAMAN PLASMA NUTFAH SORGUM (Sorghum bicolor L. (Moench)) Brix Content Evaluation of Sorghum Stem Germplasm (Sorghum bicolor L. (Moench))
EVALUASI KANDUNGAN BRIX PADA BATANG TANAMAN PLASMA NUTFAH SORGUM (Sorghum bicolor L. (Moench)) Brix Content Evaluation of Sorghum Stem Germplasm (Sorghum bicolor L. (Moench))
<p>Biji sorgum dimanfaatkan sebagai sumber pangan, pakan dan bahan industri. Batang tanaman sorgum umumnya mengandung senyawa gula, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai minuma...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Uji Keunggulan Genotipe Bunga Matahari Hasil Pemuliaan Tanaman IPB dalam Rangka Pelepasan Varietas
Uji Keunggulan Genotipe Bunga Matahari Hasil Pemuliaan Tanaman IPB dalam Rangka Pelepasan Varietas
Ketersediaan varietas unggul bunga matahari (Helianthus annuus L.) masih sangat rendah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan meneliti karakter unggul dua genotipe bunga matahari h...
PENANAMAN BENIH SORGUM DALAM KEGIATAN PENGABDIAN DESA DI DESA GUNUNGMANIK KUNINGAN
PENANAMAN BENIH SORGUM DALAM KEGIATAN PENGABDIAN DESA DI DESA GUNUNGMANIK KUNINGAN
Abstract
The sorghum plant is a cereal plant. Sorghum has long been known in Indonesia but was forgotten. This plant has a long history as a main food source in several regions. H...
PEMBERIAN PUPUK BOKASHI MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN SORGUM MANIS (Sorghum bicolor [L.] Moench)
PEMBERIAN PUPUK BOKASHI MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN SORGUM MANIS (Sorghum bicolor [L.] Moench)
Sorgum manis merupakan tanaman serelia dengan daya toleransi yang luas terhadap iklim dan jenis tanah dan potensial sebagai penghasil bahan bakar ethanol. Pemanfaatan sorgum dapat ...
PENGGUNAAN RADIASI MULTIGAMMA UNTUK REKAYASA GENETIK TANAMAN SORGUM LOKAL ASAL NIKI-NIKI SOE
PENGGUNAAN RADIASI MULTIGAMMA UNTUK REKAYASA GENETIK TANAMAN SORGUM LOKAL ASAL NIKI-NIKI SOE
Abstrak
Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode radiasi multigamma untuk rekayasa genetik pada tanamn sorgum lokal asal Niki-Niki Soe di Desa Penfui, Kecamatan K...
Diversifikasi roti sorgum lokal unggulan untuk menuju ketahanan pangan global nusantara yang sehat
Diversifikasi roti sorgum lokal unggulan untuk menuju ketahanan pangan global nusantara yang sehat
Ketahanan Pangan global diuji selama tiga tahun terakhir imbas dari Pandemi COVID-19, perang ukraina dan resesi ekonomi. Langkah strategis harus diambil otoritas pangan negara untu...

