Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kemampuan Literasi Baca-Tulis Siswa Kelas IV SD Inpres 1 Tondo
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan literasi baca-tulis siswa kelas IV SD Inpres 1 Tondo dengan meninjau empat aspek linguistik utama, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya kemampuan membaca pemahaman dan menulis siswa sekolah dasar yang berdampak pada hasil belajar secara umum. Literasi baca-tulis dipandang sebagai fondasi penting bagi keberhasilan pembelajaran, namun implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya minat membaca, keterbatasan kosakata, serta lemahnya pemahaman siswa terhadap struktur bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Inpres 1 Tondo, Kota Palu, dengan sumber data yang meliputi guru dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber untuk memastikan keandalan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi baca-tulis siswa berada pada kategori cukup baik, meskipun terdapat variasi kemampuan antar siswa. Pada aspek fonologi, sebagian besar siswa mampu melafalkan kata dengan benar, namun masih mengalami kesulitan pada kata dengan struktur kompleks. Pada aspek morfologi, siswa telah mengenali huruf dan kata dasar dengan baik, tetapi belum sepenuhnya memahami perubahan makna akibat penggunaan imbuhan. Aspek sintaksis menunjukkan bahwa siswa mampu menyusun kalimat sederhana, namun belum terampil dalam membentuk kalimat majemuk, sedangkan pada aspek semantik, pemahaman makna bacaan serta kemampuan menulis dengan variasi kosakata masih perlu ditingkatkan. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penyajian gambaran empiris yang komprehensif mengenai kemampuan literasi baca-tulis siswa sekolah dasar berdasarkan empat aspek linguistik secara terpadu, khususnya pada konteks sekolah dasar di wilayah Sulawesi Tengah yang masih terbatas diteliti. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru dan pemangku kepentingan pendidikan dalam merancang strategi pembelajaran literasi yang lebih kontekstual, komunikatif, dan berkelanjutan, serta sebagai dasar pengembangan program literasi sekolah yang lebih efektif di masa mendatang.
Title: Analisis Kemampuan Literasi Baca-Tulis Siswa Kelas IV SD Inpres 1 Tondo
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan literasi baca-tulis siswa kelas IV SD Inpres 1 Tondo dengan meninjau empat aspek linguistik utama, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik.
Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya kemampuan membaca pemahaman dan menulis siswa sekolah dasar yang berdampak pada hasil belajar secara umum.
Literasi baca-tulis dipandang sebagai fondasi penting bagi keberhasilan pembelajaran, namun implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya minat membaca, keterbatasan kosakata, serta lemahnya pemahaman siswa terhadap struktur bahasa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Inpres 1 Tondo, Kota Palu, dengan sumber data yang meliputi guru dan siswa kelas IV.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber untuk memastikan keandalan temuan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi baca-tulis siswa berada pada kategori cukup baik, meskipun terdapat variasi kemampuan antar siswa.
Pada aspek fonologi, sebagian besar siswa mampu melafalkan kata dengan benar, namun masih mengalami kesulitan pada kata dengan struktur kompleks.
Pada aspek morfologi, siswa telah mengenali huruf dan kata dasar dengan baik, tetapi belum sepenuhnya memahami perubahan makna akibat penggunaan imbuhan.
Aspek sintaksis menunjukkan bahwa siswa mampu menyusun kalimat sederhana, namun belum terampil dalam membentuk kalimat majemuk, sedangkan pada aspek semantik, pemahaman makna bacaan serta kemampuan menulis dengan variasi kosakata masih perlu ditingkatkan.
Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penyajian gambaran empiris yang komprehensif mengenai kemampuan literasi baca-tulis siswa sekolah dasar berdasarkan empat aspek linguistik secara terpadu, khususnya pada konteks sekolah dasar di wilayah Sulawesi Tengah yang masih terbatas diteliti.
Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru dan pemangku kepentingan pendidikan dalam merancang strategi pembelajaran literasi yang lebih kontekstual, komunikatif, dan berkelanjutan, serta sebagai dasar pengembangan program literasi sekolah yang lebih efektif di masa mendatang.
Related Results
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap hasilbelajar matematika peserta didik kelas V SD Inpres Bontomanai Kota Makassar. Jenis ...
PERANAN POJOK BACA DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI SISWA DI SMPN SATAP LENGGO
PERANAN POJOK BACA DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI SISWA DI SMPN SATAP LENGGO
Hasil penelitian dari beberapa sumber menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari evaluasi yang dilakukan oleh Progress in...
PENERAPAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI BACA TULIS KELAS III MI SALAFIYAH SYAFI’IYAH
PENERAPAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI BACA TULIS KELAS III MI SALAFIYAH SYAFI’IYAH
Membangkitkan minat membaca anak-anak, guru dapat mulai mengembangkan kemampuan literasi siswanya. Seorang siswa dengan keterampilan membaca yang kuat mampu mencari informasi secar...
HUBUNGAN CARA MENYIKAT GIGI TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR INPRES 1 TONDO KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE
HUBUNGAN CARA MENYIKAT GIGI TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR INPRES 1 TONDO KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE
Latar Belakang: Kesehatan Gigi merupakan upaya yang dilakukan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan gigi dari semua sisa makanan dengan cara menyikat gigi minimal dua kali da...
Pengaruh Picture Word Inductive Model berbantuan Classpoint dan Wordwall terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman ditinjau dari Minat Baca Siswa
Pengaruh Picture Word Inductive Model berbantuan Classpoint dan Wordwall terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman ditinjau dari Minat Baca Siswa
Abstract
The background of this research is that students' literacy skills are still low, especially students' reading comprehension competence and reading interest which is quite...
Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis dan Minat Baca Terhadap Kemampuan Literasi Digital
Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis dan Minat Baca Terhadap Kemampuan Literasi Digital
Peserta didik kelas V memiliki kemampuan berpikir kritis yang masih belum baik karena masih rendahnya kemampuan untuk menganalisa soal dan membuat kesimpulan. Salah satu permasalah...
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDI PEKERTI BERDASARKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDI PEKERTI BERDASARKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN
Penelitian ini berangkat dari pemikiran tentang kemampuan siswa dalam baca tulis Al-Qur’an yang merupakan bagian dari komponen penilaian prestasi belajar pada mata pelajaran Pendid...
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Pada Siswa Kelas IV Di SD Negeri Tlogosari 01 Semarang
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Pada Siswa Kelas IV Di SD Negeri Tlogosari 01 Semarang
The culture of literacy in Indonesia is so low, the factor that affects the low literacy in Indonesia is the lack of interest in reading in Indonesian society. Literacy itself can ...

