Javascript must be enabled to continue!
Evaluasi Sistem Informasi Kesehatan Lingkungan Menggunakan Model CIPP
View through CrossRef
Latar belakang: Capaian sistem informasi kesehatan lingkungan di Kabupaten A meliputi kelengkapan dan ketepatan laporan masih rendah. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kualitas data dan informasi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem informasi kesehatan lingkungan di Kabupaten Adengan menggunakan model CIPP.Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan applied qualitative research methods. Evaluasi menggunakan model CIPP (Context, Input, Process dan Product). Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Informan sebanyak 16 orang antara lain Sanitarian (10 orang), Kepala Puskesmas (4 orang), Koordinator Kesehatan Lingkungan di Dinkes Kabupaten A (1 orang) dan Koordinator Sumber Daya Manusia Kesehatan di Dinkes Kaupaten A (1 orang). Teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dan in-depth interview. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis melalui tahapan: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Fokus analisis CIPP meliputi: Contect (latar belakang, tujuan dan analisis SWOT); Input (pemenuhan sumberdaya); Process (pelaksanaan sistem informasi); serta Product (Capaian sistem informasi).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan sistem informasi kesehatan lingkungan di Kabupaten A antara lain: keterbatasan sanitarian, rangkap jabatan, aplikasi mengalami error/maintenance, keterbatasan alat pengolahan data, aplikasi belum terintegrasi dan belum memfasilitasi keseluruhan layanan kesehatan lingkungan serta lemahnya monitoring. Kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan masing-masing sebesar 47,5% dan 57,5%.Simpulan: Sistem informasi kesehatan lingkungan di Kabupaten A ditemukan permasalahan yang berdampak pada rendahnya kualitas data dan informasi. Perlu pemenuhan kebutuhan sumbardaya, membangun aplikasi berbasis web secara terintegrasi serta memperkuat monitoring dengan melakukan validasi data/informasi dari puskesmas. ABSTRACTTitle: Evaluation Of Environmental Health Information System Using The CIPP ModelBackground: The achievements of the environmental health information system in District A, including the completeness and accuacy of reports, are still low. This condition has an impact on the low quality of the data and information produced. This study aims to evaluate the environmental health information system in District A using the CIPP model Methods: A type of qualitative research with applied qualitative research methods. Evaluation uses the CIPP (Context, Input, Pocess and Product) model. The sampling technique used is purposive sampling. There were 16 informants, including Sanitarians (10 people), Head of Primary Health Centers (4 people), Environmental Health Coordinator at the District Health Office of A (1 person) and Health Human Resources Coordinator at the District Health Office of A (1 person). Data collection techniques through documentation studies and in-depth interviews. The data that has been collected is then analyzed through stages: data reduction, data presentation and conclusion drawn. The focus of the CIPP analysis includes: Contect (background, objectives and SWOT analysis); Input (fulfillment of resources); Process (implementation of information systems); and Product (Information system achievements).Results: The results of the study showed that there were problems in the environmental health information system in District A ncluding: limited sanitation, dual positions, application experiencing errors/maintenance, limitations of data processing tools, applications that have not been integrated and have not facilitated all environmental health services and weak monitoring. The completeness and timeliness of reporting were 47.5% and 57.5%, respectively.Conclusion: The environmental health information system in District A has several problems that have an impact on the low quality of data and information.. It is necessary to meet the needs of community resources, build an integrated web-based application and strengthen monitoring by validating data/information from Prmary Health Centers.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Evaluasi Sistem Informasi Kesehatan Lingkungan Menggunakan Model CIPP
Description:
Latar belakang: Capaian sistem informasi kesehatan lingkungan di Kabupaten A meliputi kelengkapan dan ketepatan laporan masih rendah.
Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kualitas data dan informasi yang dihasilkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem informasi kesehatan lingkungan di Kabupaten Adengan menggunakan model CIPP.
Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan applied qualitative research methods.
Evaluasi menggunakan model CIPP (Context, Input, Process dan Product).
Teknik sampling yang digunakan purposive sampling.
Informan sebanyak 16 orang antara lain Sanitarian (10 orang), Kepala Puskesmas (4 orang), Koordinator Kesehatan Lingkungan di Dinkes Kabupaten A (1 orang) dan Koordinator Sumber Daya Manusia Kesehatan di Dinkes Kaupaten A (1 orang).
Teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dan in-depth interview.
Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis melalui tahapan: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Fokus analisis CIPP meliputi: Contect (latar belakang, tujuan dan analisis SWOT); Input (pemenuhan sumberdaya); Process (pelaksanaan sistem informasi); serta Product (Capaian sistem informasi).
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan sistem informasi kesehatan lingkungan di Kabupaten A antara lain: keterbatasan sanitarian, rangkap jabatan, aplikasi mengalami error/maintenance, keterbatasan alat pengolahan data, aplikasi belum terintegrasi dan belum memfasilitasi keseluruhan layanan kesehatan lingkungan serta lemahnya monitoring.
Kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan masing-masing sebesar 47,5% dan 57,5%.
Simpulan: Sistem informasi kesehatan lingkungan di Kabupaten A ditemukan permasalahan yang berdampak pada rendahnya kualitas data dan informasi.
Perlu pemenuhan kebutuhan sumbardaya, membangun aplikasi berbasis web secara terintegrasi serta memperkuat monitoring dengan melakukan validasi data/informasi dari puskesmas.
ABSTRACTTitle: Evaluation Of Environmental Health Information System Using The CIPP ModelBackground: The achievements of the environmental health information system in District A, including the completeness and accuacy of reports, are still low.
This condition has an impact on the low quality of the data and information produced.
This study aims to evaluate the environmental health information system in District A using the CIPP model Methods: A type of qualitative research with applied qualitative research methods.
Evaluation uses the CIPP (Context, Input, Pocess and Product) model.
The sampling technique used is purposive sampling.
There were 16 informants, including Sanitarians (10 people), Head of Primary Health Centers (4 people), Environmental Health Coordinator at the District Health Office of A (1 person) and Health Human Resources Coordinator at the District Health Office of A (1 person).
Data collection techniques through documentation studies and in-depth interviews.
The data that has been collected is then analyzed through stages: data reduction, data presentation and conclusion drawn.
The focus of the CIPP analysis includes: Contect (background, objectives and SWOT analysis); Input (fulfillment of resources); Process (implementation of information systems); and Product (Information system achievements).
Results: The results of the study showed that there were problems in the environmental health information system in District A ncluding: limited sanitation, dual positions, application experiencing errors/maintenance, limitations of data processing tools, applications that have not been integrated and have not facilitated all environmental health services and weak monitoring.
The completeness and timeliness of reporting were 47.
5% and 57.
5%, respectively.
Conclusion: The environmental health information system in District A has several problems that have an impact on the low quality of data and information.
It is necessary to meet the needs of community resources, build an integrated web-based application and strengthen monitoring by validating data/information from Prmary Health Centers.
.
Related Results
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM PENILAIAN KINERJA KEPALA MADRASAH (PKKM) MENGGUNAKAN MODEL EVALUASI CIPP
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM PENILAIAN KINERJA KEPALA MADRASAH (PKKM) MENGGUNAKAN MODEL EVALUASI CIPP
Madrasah harus dikelola dengan sistem manajemen profesional dan mampu memahami serta memenuhi tuntutan masyarakat. Di sinilah peran seorang kepemimpinan dibutuhkan. Kepala madrasah...
Evaluasi Sistem Informasi Kesehatan dengan Model HOT-Fit : Literature Review
Evaluasi Sistem Informasi Kesehatan dengan Model HOT-Fit : Literature Review
Latar Belakang: Sistem informasi kesehatan bertujuan untuk mendukung informasi untuk pengambilan keputusan dalam setiap aspek manajemen. Ketika sistem diimplementasikan, evaluasi d...
Web Services Menggunakan Format JSON
Web Services Menggunakan Format JSON
INTISARISistem informasi dibuat untuk membantu kegiatan di suatu organisasi dan pengambilan keputusan para pimpinannya. Sistem informasi sudah banyak dibuat organisasi namun data a...
Model Conteks, Input, Proses Dan Produk (CIPP) Dalam Evaluasi Bimbingan Dan Konseling: Studi Tinjauan Pustaka
Model Conteks, Input, Proses Dan Produk (CIPP) Dalam Evaluasi Bimbingan Dan Konseling: Studi Tinjauan Pustaka
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai literatur tentang model evaluasi Context, input, process dan product (CIPP) yang dapat diterapkan dalam bimbingan dan konseling. Pe...

