Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMANFAATAN LIMBAH KOPI DAN TEH UNTUK PENINGKATAN KUALITAS TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris)

View through CrossRef
Budidaya semangka (Citrullus vulgaris) sebagai tanaman hortikultura memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah kopi dan limbah teh terhadap pertumbuhan dan kualitas tanaman semangka. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan dan 6 pengulangan dengan total 24 percobaan. Bibit semangka di tanam pada polybag dimensi 25x30cm dengan 4 jenis media tanam berbeda, yaitu kombinasi M1 (kontrol) tanah - sekam - NPK (2:2:1), kombinasi M2 tanah - sekam - NPK - limbah teh kering (2:2:1:1), kombinasi M3 tanah - sekam - NPK - limbah kopi kering (2:2:1:1), dan kombinasi M4 tanah, sekam, pupuk NPK, limbah teh dan kopi kering (2:2:1:1:1). Data yang diamati berupa jumlah daun, panjang batang, berat buah, berat segar dan kering, serta kualitas rasa, warna daging, dan warna kulit buah. Data diuji melalui One-Way Anova (α=0,05) dan Uji Organoleptik (nilai maksimal 5). Terdapat perbedaan signifikan pada berat segar dan kering tanaman, tetapi tidak terdapat perbedaan bermakna pada jumlah daun, panjang batang, dan berat buah. Nilai tertinggi untuk rasa, warna daging, dan warna kulit buah semangka berada pada media tanam M4. Media tanam kombinasi limbah teh dan kopi terbukti paling optimal untuk pertumbuhan dan kualitas buah semangka (C. vulgaris).
Title: PEMANFAATAN LIMBAH KOPI DAN TEH UNTUK PENINGKATAN KUALITAS TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris)
Description:
Budidaya semangka (Citrullus vulgaris) sebagai tanaman hortikultura memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah kopi dan limbah teh terhadap pertumbuhan dan kualitas tanaman semangka.
Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).
Terdapat 4 perlakuan dan 6 pengulangan dengan total 24 percobaan.
Bibit semangka di tanam pada polybag dimensi 25x30cm dengan 4 jenis media tanam berbeda, yaitu kombinasi M1 (kontrol) tanah - sekam - NPK (2:2:1), kombinasi M2 tanah - sekam - NPK - limbah teh kering (2:2:1:1), kombinasi M3 tanah - sekam - NPK - limbah kopi kering (2:2:1:1), dan kombinasi M4 tanah, sekam, pupuk NPK, limbah teh dan kopi kering (2:2:1:1:1).
Data yang diamati berupa jumlah daun, panjang batang, berat buah, berat segar dan kering, serta kualitas rasa, warna daging, dan warna kulit buah.
Data diuji melalui One-Way Anova (α=0,05) dan Uji Organoleptik (nilai maksimal 5).
Terdapat perbedaan signifikan pada berat segar dan kering tanaman, tetapi tidak terdapat perbedaan bermakna pada jumlah daun, panjang batang, dan berat buah.
Nilai tertinggi untuk rasa, warna daging, dan warna kulit buah semangka berada pada media tanam M4.
Media tanam kombinasi limbah teh dan kopi terbukti paling optimal untuk pertumbuhan dan kualitas buah semangka (C.
vulgaris).

Related Results

KOMPARASI SIFAT ANTIOKSIDATIF SEDUHAN TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH PRODUKSI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX
KOMPARASI SIFAT ANTIOKSIDATIF SEDUHAN TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH PRODUKSI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX
Teh merupakan minuman yang paling populer di masyarakat. Terdapat empat jenis teh : teh hijau, teh hitam, teh oolong, teh putih. Keempatnya dibedakan berdasarkan proses pengolahan....
Isolasi Dan Identifikasi Kafein Dari Daun Teh Hijau, Teh Hitam Dan Teh Olong Menggunakan Spektrofotometri UV Vis
Isolasi Dan Identifikasi Kafein Dari Daun Teh Hijau, Teh Hitam Dan Teh Olong Menggunakan Spektrofotometri UV Vis
ABSTRAK Pendahuluan: Teh merupakan salah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia yang dibuat dari tanaman teh (Camellia sinensis L.) yang diambil bagian daun dan ...
KOPI DI PRIANGAN ABAD XVIII-XIX
KOPI DI PRIANGAN ABAD XVIII-XIX
AbstrakSejak 20 Juli 1818 Keresidenan Priangan terdiri atas Cianjur,  Bandung, Sumedang, Limbangan, dan Sukapura. Daerah tersebut sebagai penghasil kopi.   Kopi pada saat itu merup...
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik. Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang b...
Pengendalian Kualitas pada Proses Pengolahan Teh Hijau Menggunakan Metode Lean Six Sigma
Pengendalian Kualitas pada Proses Pengolahan Teh Hijau Menggunakan Metode Lean Six Sigma
Teh hijau diproduksi dengan cara inaktivasi enzim polifenol oksidase pada daun teh pada suhu 90-110°C. Kualitas teh hijau dipengaruhi oleh kualitas pucuk yang digunakan untuk pengo...

Back to Top