Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemanfaatan Objek Wisata Lawang Sewu sebagai Media Pembelajaran BIPA

View through CrossRef
Minat akan pembelajar bahasa Indonesia oleh penutur dari negara-negara asing semakin menunjukkan perkembangan. Hal ini dapat disebabkan oleh perkembangan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara asing, baik di bidang ekonomi, politik, budaya, pariwisata, maupun di bidang pendidikan. keberadaan mereka di Indonesia mendorong mereka untuk dapat berkomunikasi secara lancar dengan menggunakan bahasa Indonesia. Selain itu, dengan menggunakan bahasa Indonesia, mereka dapat berinteraksi, beradaptasi dan berintregasi dengan lingkungan masyarakat sehingga tujuan kerja sama yang mereka kehendaki dapat terlaksana dengan baik. Berdasarkan hal tersebut, banyak bermunculan lembaga yang mengajarkan Bahasa Indonesia untuk para orang asing atau penutur asing tersebut, termasuk di antaranya perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Dengan sumber belajar yang bervariasi tersebut, diharapkan para pembelajar Bahasa Indonesia dapat dengan mudah memahami penggunaan Bahasa Indonesia secara cepat. Pengembangan BIPA tidak lepas dari pengembangan bahan ajarnya. Kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan efisien jika melibatkan berbagai media belajar yang ada, baik media belajar dalam bentuk cetak, bentuk video, maupun lingkungan. Salah satu media belajar BIPA yaitu Lawang Sewu, Semarang. Pembelajar nantinya akan dikenalkan dengan objek wisata Lawang Sewu sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Semarang dengan berinteraksi langsung dengan peneliti dan pemandu wisata lokal Lawang Sewu sebagai narrator yang menjelaskan sejarah Lawang Sewu. Adapun tujuan yang hendak dicapai peneliti dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui objek wisata Lawang Sewu sebagai peluang media pembelajaran BIPA; dan langkah-langkah yang dilakukan untuk melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk penutur asing dengan materi petunjuk arah dan Lawang Sewu sebagai media Pembelajarannya.
Title: Pemanfaatan Objek Wisata Lawang Sewu sebagai Media Pembelajaran BIPA
Description:
Minat akan pembelajar bahasa Indonesia oleh penutur dari negara-negara asing semakin menunjukkan perkembangan.
Hal ini dapat disebabkan oleh perkembangan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara asing, baik di bidang ekonomi, politik, budaya, pariwisata, maupun di bidang pendidikan.
keberadaan mereka di Indonesia mendorong mereka untuk dapat berkomunikasi secara lancar dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Selain itu, dengan menggunakan bahasa Indonesia, mereka dapat berinteraksi, beradaptasi dan berintregasi dengan lingkungan masyarakat sehingga tujuan kerja sama yang mereka kehendaki dapat terlaksana dengan baik.
Berdasarkan hal tersebut, banyak bermunculan lembaga yang mengajarkan Bahasa Indonesia untuk para orang asing atau penutur asing tersebut, termasuk di antaranya perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di Indonesia.
Dengan sumber belajar yang bervariasi tersebut, diharapkan para pembelajar Bahasa Indonesia dapat dengan mudah memahami penggunaan Bahasa Indonesia secara cepat.
Pengembangan BIPA tidak lepas dari pengembangan bahan ajarnya.
Kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan efisien jika melibatkan berbagai media belajar yang ada, baik media belajar dalam bentuk cetak, bentuk video, maupun lingkungan.
Salah satu media belajar BIPA yaitu Lawang Sewu, Semarang.
Pembelajar nantinya akan dikenalkan dengan objek wisata Lawang Sewu sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Semarang dengan berinteraksi langsung dengan peneliti dan pemandu wisata lokal Lawang Sewu sebagai narrator yang menjelaskan sejarah Lawang Sewu.
Adapun tujuan yang hendak dicapai peneliti dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui objek wisata Lawang Sewu sebagai peluang media pembelajaran BIPA; dan langkah-langkah yang dilakukan untuk melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk penutur asing dengan materi petunjuk arah dan Lawang Sewu sebagai media Pembelajarannya.

Related Results

ANALISIS LAWANG SEWU SEBAGAI DESTINASI DARK TOURISM TERHADAP PENGALAMAN WISATAWAN NUSANTARA (STUDI KASUS BANGUNAN BERSEJARAH LAWANG SEWU)
ANALISIS LAWANG SEWU SEBAGAI DESTINASI DARK TOURISM TERHADAP PENGALAMAN WISATAWAN NUSANTARA (STUDI KASUS BANGUNAN BERSEJARAH LAWANG SEWU)
This research’s purpose is to identify and analyze how Lawang Sewu as a Dark Tourism Destination towards domestic tourists’ motivation. So it can explain that Lawang Sewu is indica...
NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MADURA DALAM KUMPULAN CERPEN CELURIT HUJAN PANAS KARYA ZAINUL MUTTAQIN SEBAGAI MATERI AJAR BIPA
NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MADURA DALAM KUMPULAN CERPEN CELURIT HUJAN PANAS KARYA ZAINUL MUTTAQIN SEBAGAI MATERI AJAR BIPA
Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing atau yang populer disebut BIPA menjadi sebuah upaya yang dilakukan oleh lembaga pemerintah dan juga lembaga pendidikan untuk menge...
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Pengembangan Tata Hijau Wisata Berkelanjutan Bukit Lawang
Bukit Lawang merupakan kawasan wisata alam yang terletak di Sumatera Utara, yang memiliki potensi wisata alam yang terkenal baik domestic maupun mancanegara. Bukit Lawang juga meru...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
TEACHING BIPA: CONDITIONS, OPPORTUNITIES, AND CHALLENGES DURING THE PANDEMIC
TEACHING BIPA: CONDITIONS, OPPORTUNITIES, AND CHALLENGES DURING THE PANDEMIC
Pandemi telah berimbas pada pendidikan dunia, tak terkecuali pembelajaran BIPA. Tidak diperbolehkannya pertemuan pembelajaran mengakibatkan pembelajaran BIPA konvensional berubah. ...
PERKEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
PERKEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Penelitian ini membahas tentang perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk melihat perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota s...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN BAYANG SANI DI KECAMATAN BAYANG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN BAYANG SANI DI KECAMATAN BAYANG
ABSTRAKSebuah objek wisata akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menyediakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah apabila objek wisata tersebut ramai dik...

Back to Top