Javascript must be enabled to continue!
Partisipasi Masyarakat Dalam Musrembang Di Desa Ciro-Ciroe Kecamatan Wattang Pulu Kabupaten Sidenreng Rappang
View through CrossRef
Partisipasi masyarakat desa dalam penyusunan rencana pembangunan desa ciro-ciroe dapat menjadi salah satu tolak ukur sejauh mana desa tersebut mengembangkan nilai-nilai tata kelola pemerintahan desa yang baik dalam roda pemerintahannya. Keterlibatan masyarakat desa dalam arti luas harus didorong baik melalui regulasi maupun penciptaan iklim demokratisasi yang ideal di desa. Partisipasi dalam konteks pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Desa, ternyata lebih dipahami sebagai kontribusi masyarakat desa untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembangunan. Bukan secara komprehensif untuk mempromosikan demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat desa dalam pengambilan keputusan pembiayaan pembangunan, sehingga pemerintah desa dan BPD belum bisa menjamin bahwa seluruh usul masyarakat dalam Musrenbang akan direalisasikan dalam APBDes. Musrenbang merupakan amanat UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional. Dengan Musrenbang ini, rakyat banyak diharapkan bisa berpartisipasi dalam proses pembangunan. Pemerintah menginginkan agar proses pembangunan digagas dari bawah. Ada beberapa persoalan yang menyebabkan Musrenbang tidak efektif. Pertama, prinsip partisipasi rakyat dalam proses Musrenbang sangat minim. Kedua, prinsip responsive, Musrenbang kurang ditopang oleh pembangunan organisasiorganisasi rakyat. Demokrasi tidak mungkin berdiri tanpa adanya rakyat yang terorganisir. Ketiga, prinsip holistic, proposal Musrenbang sering disabotase oleh birokrasi korup peninggalan kolonialisme. Dalam banyak kasus, proposal Musrenbang dari desa tidak diwakili oleh delegasi yang ditunjuk rakyat. Akan tetapi, pada tingkat desa, forum Musrenbang berpotensi dimajukan oleh gerakan rakyat. Asalkan bisa membangkitkan partisipasi rakyat di dalamnya, maka forum Musrenbang di tingkat lokal bisa menjadi alat untuk memaksa pemerintahan lokal merespon kebutuhan-kebutuhan mendesak rakyat.
Title: Partisipasi Masyarakat Dalam Musrembang Di Desa Ciro-Ciroe Kecamatan Wattang Pulu Kabupaten Sidenreng Rappang
Description:
Partisipasi masyarakat desa dalam penyusunan rencana pembangunan desa ciro-ciroe dapat menjadi salah satu tolak ukur sejauh mana desa tersebut mengembangkan nilai-nilai tata kelola pemerintahan desa yang baik dalam roda pemerintahannya.
Keterlibatan masyarakat desa dalam arti luas harus didorong baik melalui regulasi maupun penciptaan iklim demokratisasi yang ideal di desa.
Partisipasi dalam konteks pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Desa, ternyata lebih dipahami sebagai kontribusi masyarakat desa untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembangunan.
Bukan secara komprehensif untuk mempromosikan demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat desa dalam pengambilan keputusan pembiayaan pembangunan, sehingga pemerintah desa dan BPD belum bisa menjamin bahwa seluruh usul masyarakat dalam Musrenbang akan direalisasikan dalam APBDes.
Musrenbang merupakan amanat UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional.
Dengan Musrenbang ini, rakyat banyak diharapkan bisa berpartisipasi dalam proses pembangunan.
Pemerintah menginginkan agar proses pembangunan digagas dari bawah.
Ada beberapa persoalan yang menyebabkan Musrenbang tidak efektif.
Pertama, prinsip partisipasi rakyat dalam proses Musrenbang sangat minim.
Kedua, prinsip responsive, Musrenbang kurang ditopang oleh pembangunan organisasiorganisasi rakyat.
Demokrasi tidak mungkin berdiri tanpa adanya rakyat yang terorganisir.
Ketiga, prinsip holistic, proposal Musrenbang sering disabotase oleh birokrasi korup peninggalan kolonialisme.
Dalam banyak kasus, proposal Musrenbang dari desa tidak diwakili oleh delegasi yang ditunjuk rakyat.
Akan tetapi, pada tingkat desa, forum Musrenbang berpotensi dimajukan oleh gerakan rakyat.
Asalkan bisa membangkitkan partisipasi rakyat di dalamnya, maka forum Musrenbang di tingkat lokal bisa menjadi alat untuk memaksa pemerintahan lokal merespon kebutuhan-kebutuhan mendesak rakyat.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perancangan Universitas Ichsan Sidenreng Rappang Di Kabupaten Sidenreng Rappang Dengan Pendekatan Arsitektur Modern
Perancangan Universitas Ichsan Sidenreng Rappang Di Kabupaten Sidenreng Rappang Dengan Pendekatan Arsitektur Modern
Perancangan ini bertujuan 1) untuk mengetahui konsep makro dan mikro dalam, merancang Universitas Ichsan Sidenreng Rappang di Kabupaten Sidenreng Rappang dengan pendekatan Arsitekt...
Partisipasi Masyarakat Dalam Musrembang Di Desa Tonrongnge Kecamatan Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang
Partisipasi Masyarakat Dalam Musrembang Di Desa Tonrongnge Kecamatan Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang
Tujuan penelitian untuk mengetahui partisipasi masyarakat desa dalam penyusuan rencana pembangunan desa Tonrongnge dapat menjadi salah satu tolak ukur sejauh mana desa tersebut men...
Perkebunan Kelapa Sawit PTPN IV Pulu Raja Kabupaten Asahan Tahun 1996-2020
Perkebunan Kelapa Sawit PTPN IV Pulu Raja Kabupaten Asahan Tahun 1996-2020
Abstract
This research is a historical study that examines the oil palm plantation of PTPN IV Pulu Raja, Asahan Regency in 1996-2020. The purpose of this study is to ...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak
UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...
ANALISIS KEPEMIMPINAN TERHADAP OPTIMALISASI PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KELURAHAN BARANTI KECAMATAN BARANTI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
ANALISIS KEPEMIMPINAN TERHADAP OPTIMALISASI PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KELURAHAN BARANTI KECAMATAN BARANTI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat didalam pembangunan desanya seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, usia, penghasilan, komunikasi dan kepemimpinanny...
Analysis Of The Financial Performance Of The Regional Government Of Sidenreng Rappang Regency Before And After Obtaining Fair Opinion Without Exemption (WTP)
Analysis Of The Financial Performance Of The Regional Government Of Sidenreng Rappang Regency Before And After Obtaining Fair Opinion Without Exemption (WTP)
This study aims to determine a comparison of the financial performance of the regional government of Sidenreng Rappang district based on the independence ratio, effectiveness ratio...
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN MUSYAWARA PEMBANGUNAN ( MUSREMBANG ) DESA DI DESA LEPPANGENG KECEMATAN PITU RIASE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN MUSYAWARA PEMBANGUNAN ( MUSREMBANG ) DESA DI DESA LEPPANGENG KECEMATAN PITU RIASE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Musrenbang adalah forum antarpelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan Nasional dan rencana pembangunan Daerah. Musrenbang diatur dalam Undang-Undang no. 25 tahun 2004 tenta...

