Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tingkat Emosi Pasien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan
View through CrossRef
Perilaku kekerasan adalah sebuah kondisi emosi dalam mengungkapkan suatu kemarahan yang dimanifestasikan dalam bentuk fisik. Penyebab resiko perilaku kekerasan dapat terjadi karena faktor predisposisi dan presipitasi. Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk mengontrol perilaku kekerasan adalah dengan cara melakukan relaksasi nafas dalam. Teknik relaksasi nafas dalam tidak hanya memberikan ketenangan secara fisik melainkan dapat menciptakan ketenangan jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan tingkat emosi pasien dengan resiko perilaku kekerasan sebelum dan setelah dilakukan implementasi relaksasi nafas dalam. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik wawancara dan observasi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini ada sebanyak 2 responden. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan tingkat emosi pasien sebelum dan setelah dilakukan terapi relaksasi nafas dalam yang diukur menggunakan lembar observasi tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan. Pada responden I sebelum dilakukan terapi relaksasi nafas dalam menunjukan 15 tanda dan gejala lalu berkurang menjadi 13 tanda dan gejala sementara responden II sebelum dilakukan terapi relaksasi nafas dalam menunjukan 11 tanda dan gejala lalu berkurang menjadi 9 tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi relaksasi nafas dapat membantu pasien dengan resiko perilaku kekerasan dalam mengontrol emosi.
Violent behavior is an emotional condition in expressing anger that is manifested in physical form. The cause of the risk of violent behavior can occur due to predisposition and precipitation factors. One technique that can be done to control violent behavior is by doing deep breathing relaxation. Deep breathing relaxation techniques not only provide physical calm but can create mental calm. The purpose of this study was to determine changes in the level of emotion of patients with a risk of violent behavior before and after the application of deep breathing relaxation. This research method is descriptive with a case study approach through interview and observation techniques. The subjects used in this study were 2 respondents. The results of the study showed differences in the level of emotion of patients before and after deep breathing relaxation therapy was measured using an observation sheet of signs and symptoms of the risk of violent behavior. In respondent I before deep breathing relaxation therapy showed 15 signs and symptoms then reduced to 13 signs and symptoms While respondent II before deep breathing relaxation therapy showed 11 signs and symptoms then reduced to 9 signs and symptoms of the risk of violent behavior. Thus it can be concluded that the application of breathing relaxation can help patients with a risk of violent behavior in controlling their emotions.
Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
Title: Implementasi Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tingkat Emosi Pasien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan
Description:
Perilaku kekerasan adalah sebuah kondisi emosi dalam mengungkapkan suatu kemarahan yang dimanifestasikan dalam bentuk fisik.
Penyebab resiko perilaku kekerasan dapat terjadi karena faktor predisposisi dan presipitasi.
Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk mengontrol perilaku kekerasan adalah dengan cara melakukan relaksasi nafas dalam.
Teknik relaksasi nafas dalam tidak hanya memberikan ketenangan secara fisik melainkan dapat menciptakan ketenangan jiwa.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan tingkat emosi pasien dengan resiko perilaku kekerasan sebelum dan setelah dilakukan implementasi relaksasi nafas dalam.
Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik wawancara dan observasi.
Subjek yang digunakan dalam penelitian ini ada sebanyak 2 responden.
Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan tingkat emosi pasien sebelum dan setelah dilakukan terapi relaksasi nafas dalam yang diukur menggunakan lembar observasi tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan.
Pada responden I sebelum dilakukan terapi relaksasi nafas dalam menunjukan 15 tanda dan gejala lalu berkurang menjadi 13 tanda dan gejala sementara responden II sebelum dilakukan terapi relaksasi nafas dalam menunjukan 11 tanda dan gejala lalu berkurang menjadi 9 tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi relaksasi nafas dapat membantu pasien dengan resiko perilaku kekerasan dalam mengontrol emosi.
Violent behavior is an emotional condition in expressing anger that is manifested in physical form.
The cause of the risk of violent behavior can occur due to predisposition and precipitation factors.
One technique that can be done to control violent behavior is by doing deep breathing relaxation.
Deep breathing relaxation techniques not only provide physical calm but can create mental calm.
The purpose of this study was to determine changes in the level of emotion of patients with a risk of violent behavior before and after the application of deep breathing relaxation.
This research method is descriptive with a case study approach through interview and observation techniques.
The subjects used in this study were 2 respondents.
The results of the study showed differences in the level of emotion of patients before and after deep breathing relaxation therapy was measured using an observation sheet of signs and symptoms of the risk of violent behavior.
In respondent I before deep breathing relaxation therapy showed 15 signs and symptoms then reduced to 13 signs and symptoms While respondent II before deep breathing relaxation therapy showed 11 signs and symptoms then reduced to 9 signs and symptoms of the risk of violent behavior.
Thus it can be concluded that the application of breathing relaxation can help patients with a risk of violent behavior in controlling their emotions.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Resiko Perilaku Kekerasan Dengan melatih Relaksasi Nafas Dalam Di RPSBM Kota Pekalongan
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Resiko Perilaku Kekerasan Dengan melatih Relaksasi Nafas Dalam Di RPSBM Kota Pekalongan
AbstractThe risk of violent behavior is a behavior that accompanies anger and is an urge to act in a destructive and controlled manner. If the problem is not handled, it can harm o...
Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Batuk Efektif untuk Kepatenan Jalan Nafas pada Pasien Tuberculosis Paru Dalam Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi
Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Batuk Efektif untuk Kepatenan Jalan Nafas pada Pasien Tuberculosis Paru Dalam Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi
Pada tahun 2019, sekitaran 10 juta jiwa orang terjatuh sakit dengan tuberkulosis paru (TB Paru) di seluruh dunia. 5,6 juta pria, 3,2 juta wanita dan 1,2 juta anak-anak. Meskipun da...
Pengaruh Teknik Relaksasi Pernafasan Dalam terhadap Perilaku Marah Pasien Skizofrenia di UPTD RSJ Provinsi Bali
Pengaruh Teknik Relaksasi Pernafasan Dalam terhadap Perilaku Marah Pasien Skizofrenia di UPTD RSJ Provinsi Bali
Skizofrenia adalah penyakit yang mempengaruhi otak, menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan serta perilaku yang aneh, salah satunya muncul perilaku kekerasan dengan...
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Teknik Relaksasi Nafas dalam Terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Teknik Relaksasi Nafas dalam Terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan
Persalinana adalah proses membuka dan menipisnya serta turunnya janin ke jalan lahir. Nyeri saat proses persalinan dapat menimbulkan ketakutan, yang dapat mengakibatkan rasa tegang...
Dinamika Emosi Tokoh Kinan dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf
Dinamika Emosi Tokoh Kinan dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dinamika emosi Kinan dalam novel Layangan Putus Karya Mommy Asf. Pendekatan yang digunakan adalah Psikologi Sastra. Metode yang d...
Pengaruh Terapi Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Stres pada Lansia
Pengaruh Terapi Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Stres pada Lansia
Abstrak
Latar belakang : Proporsi penduduk usia 60 tahun ke atas semakin meningkat setiap tahunnya, Permasalahan yang sering dihadapi lansia sangat beragam seperti kesehatan ...

