Javascript must be enabled to continue!
Perbedaan Hasil Jadi Donat dengan Menggunakan Ragi Instan dan Ragi Basah
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil jadi donat yang dibuat dengan menggunakan ragi instan dan ragi basah berdasarkan karakteristik fisik dan sensorisnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan uji organoleptik untuk menilai aspek warna, aroma, tekstur, rasa, dan kelembutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa donat dengan ragi basah memiliki tekstur lebih lembut, volume lebih besar, serta cita rasa yang lebih kompleks dan fermentatif dibandingkan donat dengan ragi instan. Aktivitas fermentasi ragi basah yang lebih tinggi menghasilkan lebih banyak gas karbon dioksida dan senyawa volatil yang mempengaruhi aroma serta rasa. Sebaliknya, donat dengan ragi instan memiliki struktur lebih seragam, volume stabil, dan daya simpan lebih lama karena kadar airnya lebih rendah. Dari segi sensoris, donat dengan ragi basah lebih disukai oleh panelis karena memiliki tekstur yang lebih empuk dan cita rasa yang khas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan jenis ragi harus disesuaikan dengan tujuan produksi. Ragi basah lebih optimal untuk donat yang dikonsumsi segera setelah produksi, sedangkan ragi instan lebih efisien untuk stabilitas volume dan daya simpan yang lebih lama.
Publikasi Indonesia
Title: Perbedaan Hasil Jadi Donat dengan Menggunakan Ragi Instan dan Ragi Basah
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil jadi donat yang dibuat dengan menggunakan ragi instan dan ragi basah berdasarkan karakteristik fisik dan sensorisnya.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan uji organoleptik untuk menilai aspek warna, aroma, tekstur, rasa, dan kelembutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa donat dengan ragi basah memiliki tekstur lebih lembut, volume lebih besar, serta cita rasa yang lebih kompleks dan fermentatif dibandingkan donat dengan ragi instan.
Aktivitas fermentasi ragi basah yang lebih tinggi menghasilkan lebih banyak gas karbon dioksida dan senyawa volatil yang mempengaruhi aroma serta rasa.
Sebaliknya, donat dengan ragi instan memiliki struktur lebih seragam, volume stabil, dan daya simpan lebih lama karena kadar airnya lebih rendah.
Dari segi sensoris, donat dengan ragi basah lebih disukai oleh panelis karena memiliki tekstur yang lebih empuk dan cita rasa yang khas.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan jenis ragi harus disesuaikan dengan tujuan produksi.
Ragi basah lebih optimal untuk donat yang dikonsumsi segera setelah produksi, sedangkan ragi instan lebih efisien untuk stabilitas volume dan daya simpan yang lebih lama.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
Analisis Proses Fermentasi Tape dengan Variasi Ragi: Ragi Tape (Aspergillus Oryzae), Ragi Roti (Saccharomyces Cerevisiae) dan Ragi Tempe (Rhizopus Oligosporus)
Analisis Proses Fermentasi Tape dengan Variasi Ragi: Ragi Tape (Aspergillus Oryzae), Ragi Roti (Saccharomyces Cerevisiae) dan Ragi Tempe (Rhizopus Oligosporus)
ABSTRAKTape adalah salah satu makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan merupakan hasil fermentasi singkong atau beras ketan. Mutu tape yang baik dit...
TRADISI SENI TATU SEBAGAI INTREPRETASI FALSAFAH ALAM TAKAMBANG JADI GURU DALAM BUDAYA MASYARAKAT IBANTRADISI SENI TATU SEBAGAI INTREPRETASI FALSAFAH ALAM TAKAMBANG JADI GURU DALAM BUDAYA MASYARAKAT IBAN
TRADISI SENI TATU SEBAGAI INTREPRETASI FALSAFAH ALAM TAKAMBANG JADI GURU DALAM BUDAYA MASYARAKAT IBANTRADISI SENI TATU SEBAGAI INTREPRETASI FALSAFAH ALAM TAKAMBANG JADI GURU DALAM BUDAYA MASYARAKAT IBAN
Penyelidikan ini menjelaskan tentang sesuatu kearifan tradisi yang berkaitan dengan warisan kesenian masyarakat Iban, iaitu seni tatu. Simbolisme ke arah unsur-unsur alam semula ja...
Mutu Organoleptik Tepung Telur Menggunakan Bagian Telur Itik dan Ragi yang Berbeda
Mutu Organoleptik Tepung Telur Menggunakan Bagian Telur Itik dan Ragi yang Berbeda
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu organoleptik pada bagian telur itik yang berbeda dan untuk mengetahui pengaruh mutu organoleptik pada penggunaan ragi yang berbe...
GAMBARAN KEBIASAAN KONSUMSI MIE INSTAN PADA ANAK USIA 7-12 TAHUN Studi di Sekolah Dasar Kanisius Tlogosari Kulon Semarang
GAMBARAN KEBIASAAN KONSUMSI MIE INSTAN PADA ANAK USIA 7-12 TAHUN Studi di Sekolah Dasar Kanisius Tlogosari Kulon Semarang
Latar Belakang: Mie instan disukai berbagai kalangan karena praktis, harga terjangkau dan rasanya yang enak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebiasaan mengkonsumsi m...
Aplikasi Mocaf (Modified cassava flour) menggunakan ragi tape dan ragi tempe pada pembuatan sourdough
Aplikasi Mocaf (Modified cassava flour) menggunakan ragi tape dan ragi tempe pada pembuatan sourdough
Abstrak. Mocaf (Modified cassava flour) adalah tepung yang diperoleh dari ubi kayu dengan proses fermentasi menggunakan mikroorganisme. Sourdough didefinisikan sebagai campuran te...

