Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakteristik Objek Wisata Buatan Kota Batu

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang karakteristik objek wisata buatan di Kota Batu. Objek penelitian pada kajian ini adalah wisata buatan di Kota Batu yaitu Jatim Park I dan II, serta Batu Night Spectaculer (BNS) yang terletak di Kecamatan Batu. Adapun pemilihan dari objek wisata buatan ini karena memiliki karakteristik yang sama berupa taman rekreasi keluarga. Selain itu objek wisata buatan tersebut memiliki jumlah pengunjung tertinggi di Kota Batu.Studi ini menunjukkan bahwa atraksi yang dimiliki oleh objek wisata buatan sangat beragam. Pada segi aksesibilitas, fasilitas dan utilitas objek wisata buatan sangat memadai. Jumlah pengunjung objek wisata buatan pada tahun 2010 paling tinggi adalah Jatim Park I sebesar 629.974 orang, BNS sebesar 291.092 orang, serta Jatim Park II sebesar 3.480 orang.Asal pengunjung pada objek wisata buatan mayoritas berasal dari luar kota Batu dengan kota paling tinggi berasal dari Kota Malang (20%) dan Kota Surabaya (12%).Pengunjung pada objek wisata buatan di Kota Batu mayoritas tidak bermalam di Kota Batu mencapai 68%, sedangkan 32% pengunjung bermalam di Kota Batu. Lama kunjungan di Kota Batu rata – rata antara 2 hingga 3 hari sebanyak 72% dan sebanyak 19% pengunjung melakukan kunjungan selama 7 hari di Kota Batu. Tingkat pendapatan pengunjung pada objek wisata buatan cukup tinggi dengan tingkat pendapatan sebulan pada kisaran > Rp. 5.000.000,00 sebanyak 41%. Kata-kata kunci: Objek wisata buatan, karakteristik, kota batu
Title: Karakteristik Objek Wisata Buatan Kota Batu
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang karakteristik objek wisata buatan di Kota Batu.
Objek penelitian pada kajian ini adalah wisata buatan di Kota Batu yaitu Jatim Park I dan II, serta Batu Night Spectaculer (BNS) yang terletak di Kecamatan Batu.
Adapun pemilihan dari objek wisata buatan ini karena memiliki karakteristik yang sama berupa taman rekreasi keluarga.
Selain itu objek wisata buatan tersebut memiliki jumlah pengunjung tertinggi di Kota Batu.
Studi ini menunjukkan bahwa atraksi yang dimiliki oleh objek wisata buatan sangat beragam.
Pada segi aksesibilitas, fasilitas dan utilitas objek wisata buatan sangat memadai.
Jumlah pengunjung objek wisata buatan pada tahun 2010 paling tinggi adalah Jatim Park I sebesar 629.
974 orang, BNS sebesar 291.
092 orang, serta Jatim Park II sebesar 3.
480 orang.
Asal pengunjung pada objek wisata buatan mayoritas berasal dari luar kota Batu dengan kota paling tinggi berasal dari Kota Malang (20%) dan Kota Surabaya (12%).
Pengunjung pada objek wisata buatan di Kota Batu mayoritas tidak bermalam di Kota Batu mencapai 68%, sedangkan 32% pengunjung bermalam di Kota Batu.
Lama kunjungan di Kota Batu rata – rata antara 2 hingga 3 hari sebanyak 72% dan sebanyak 19% pengunjung melakukan kunjungan selama 7 hari di Kota Batu.
Tingkat pendapatan pengunjung pada objek wisata buatan cukup tinggi dengan tingkat pendapatan sebulan pada kisaran > Rp.
5.
000.
000,00 sebanyak 41%.
 Kata-kata kunci: Objek wisata buatan, karakteristik, kota batu.

Related Results

PERKEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
PERKEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Penelitian ini membahas tentang perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk melihat perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota s...
Peran Pemerintah Desa Bukit Batu Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Peran Pemerintah Desa Bukit Batu Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Pelanggaran ketentraman dan ketertiban umum masih sering terjadi dan belum dapat ditangani Pengembangan Desa wisata di Desa kerap belum berjalan dengan baik oleh pemerintah Desa di...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN BAYANG SANI DI KECAMATAN BAYANG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN BAYANG SANI DI KECAMATAN BAYANG
ABSTRAKSebuah objek wisata akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menyediakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah apabila objek wisata tersebut ramai dik...
Prioritas Pengembangan Objek Wisata Bono berbasis Partisipasi Masyarakat dengan Pendekatan Analisis SOAR
Prioritas Pengembangan Objek Wisata Bono berbasis Partisipasi Masyarakat dengan Pendekatan Analisis SOAR
Pengembangan potensi pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah memerlukan dukungan masyarakat dalam mempromosikan dan terlibat secara aktif. Potensi besar pariwisata yang ada di Ka...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DANAU BUATAN KUALO MUDO BENGKALIS RIAU
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DANAU BUATAN KUALO MUDO BENGKALIS RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan objek wisata danau buatan Kualo Mudo Bengkalis Riau. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif den...
65 IDENTIFIKASI KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN DENGAN KEPARIWISATAAN DI KAWASAN TIGARAS
65 IDENTIFIKASI KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN DENGAN KEPARIWISATAAN DI KAWASAN TIGARAS
Penelitian ini dilakukan di Nagori Tigaras dan Nagori Buttu Bayu Panei Raja Kecamatan Dolok Pardamean yang dalam penelitian ini dibagi menjadi dua objek wisata penelitian yaitu obj...

Back to Top