Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

AKUSTIK DIBANDINGKAN DENGAN DENSITAS IKAN: KOMBINASI METODE AKTIF DAN PASIF

View through CrossRef
Akustik perikanan memiliki dua pembagian utama yaitu akustik aktif dan pasif. Berbagai penelitian akustik dengan metode aktif telah dilakukan untuk mengkaji hubungan antara akustik dengan densitas ikan, namun kombinasi metode aktif dengan pasif belum pernah dilakukan sekaligus pada kawanan ikan yang sama. Mengkombinasikan kedua metode ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berhubungan dengan densitas ikan serta kecenderungannya baik dengan metode aktif maupun pasif. Penelitian ini dilakukan pada kawanan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam kondisi terkontrol berjumlah 50, 100, dan 150 individu ikan dengan kisaran panjang total 10-13cm. Akuisisi data akustik aktif dan pasif dilakukan secara stasioner selama 15 menit pada keramba jaring apung (KJA) ukuran 2 m×2 m×1.8 m menggunakan echosounder CruzPro PcFF-80 frekuensi 200 kHz (akustik aktif) dan hydrophone Dolphin EAR 100 (akustik pasif). Data akustik aktif diolah menggunakan program Matlab R2013b untuk menghasilkan nilai hambur balik volume (scattering volume, SV), sedangkan data akustik pasif diolah menggunakan program Wavelab untuk memperoleh nilai intensitas suara dalam domain frekuensi, selanjutnya keduanya dihubungkan dengan densitas ikan. Hasil pengukuran SV pada ikan berjumlah 50, 100 dan 150 individu secara berturut-turut adalah -45.898 dB, -45.887 dB dan -45.888 dB, dengan koefisien determinasi (R2) mencapai 0.6583. Terdapat penurunan rata-rata SV pada ikan berjumlah 150 individu yang diduga terjadi karena adanya efek shadowing, juga akibat ikan yang digunakan berukuran kecil. Intensitas suara tertinggi dan terendah ikan berjumlah 50 individu pada rentang frekuensi 0-22 kHz berturut-turut sebesar -28.306 dB dan -64.582 dB, pada ikan berjumlah 100 individu, sebesar -26.0793 dB dan -64.5296 dB, pada ikan berjumlah 150 individu sebesar -28.5246 dB dan -64.5679 dB.
Title: AKUSTIK DIBANDINGKAN DENGAN DENSITAS IKAN: KOMBINASI METODE AKTIF DAN PASIF
Description:
Akustik perikanan memiliki dua pembagian utama yaitu akustik aktif dan pasif.
Berbagai penelitian akustik dengan metode aktif telah dilakukan untuk mengkaji hubungan antara akustik dengan densitas ikan, namun kombinasi metode aktif dengan pasif belum pernah dilakukan sekaligus pada kawanan ikan yang sama.
Mengkombinasikan kedua metode ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berhubungan dengan densitas ikan serta kecenderungannya baik dengan metode aktif maupun pasif.
Penelitian ini dilakukan pada kawanan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam kondisi terkontrol berjumlah 50, 100, dan 150 individu ikan dengan kisaran panjang total 10-13cm.
Akuisisi data akustik aktif dan pasif dilakukan secara stasioner selama 15 menit pada keramba jaring apung (KJA) ukuran 2 m×2 m×1.
8 m menggunakan echosounder CruzPro PcFF-80 frekuensi 200 kHz (akustik aktif) dan hydrophone Dolphin EAR 100 (akustik pasif).
Data akustik aktif diolah menggunakan program Matlab R2013b untuk menghasilkan nilai hambur balik volume (scattering volume, SV), sedangkan data akustik pasif diolah menggunakan program Wavelab untuk memperoleh nilai intensitas suara dalam domain frekuensi, selanjutnya keduanya dihubungkan dengan densitas ikan.
Hasil pengukuran SV pada ikan berjumlah 50, 100 dan 150 individu secara berturut-turut adalah -45.
898 dB, -45.
887 dB dan -45.
888 dB, dengan koefisien determinasi (R2) mencapai 0.
6583.
Terdapat penurunan rata-rata SV pada ikan berjumlah 150 individu yang diduga terjadi karena adanya efek shadowing, juga akibat ikan yang digunakan berukuran kecil.
Intensitas suara tertinggi dan terendah ikan berjumlah 50 individu pada rentang frekuensi 0-22 kHz berturut-turut sebesar -28.
306 dB dan -64.
582 dB, pada ikan berjumlah 100 individu, sebesar -26.
0793 dB dan -64.
5296 dB, pada ikan berjumlah 150 individu sebesar -28.
5246 dB dan -64.
5679 dB.

Related Results

Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...
Pengantar Akustik Kelautan
Pengantar Akustik Kelautan
Buku "Pengantar Akustik Kelautan" adalah referensi dasar yang dirancang untuk mahasiswa, peneliti, dan praktisi di bidang kelautan yang ingin memahami dasar-dasar ilmu akustik kela...
PERBEDAAN HASIL ABON YANG TERBUAT DARI IKAN GABUS DAN ABON IKAN BANDENG DITINJAU DARI BIAYA PRODUKSI DAN DAYA BELI KONSUMEN
PERBEDAAN HASIL ABON YANG TERBUAT DARI IKAN GABUS DAN ABON IKAN BANDENG DITINJAU DARI BIAYA PRODUKSI DAN DAYA BELI KONSUMEN
Abon merupakan salah satu produk olahan makanan yang sudah di kenal oleh masyarakat yang umumnya, di buat dari daging sapi, nangka muda, dan kluwih. Abon ikan saat ini sudah mulai ...
ANALISIS PERUBAHAN PROTEIN IKAN SELAMA PENGOLAHAN DENGAN PENGGARAMAN
ANALISIS PERUBAHAN PROTEIN IKAN SELAMA PENGOLAHAN DENGAN PENGGARAMAN
Indonesia Sejauh ini, belum ada studi terkait pengaruh tahapan proses pengolahan ikan tradisional di Indonesia terhadap perubahan profil bobot molekul serta alergenisitasnya. Tujua...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...

Back to Top