Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

AKTOR KOLABORASI DALAM KEGIATAN PASAR RAMADHAN (STUDI KASUS MALAM 29 RAMADHAN DI MAKAM SUNAN AMPEL)

View through CrossRef
Pasar Ramadhan yang digelar setiap tahun pada malam 29 Ramadhan di kawasan Sunan Ampel Surabaya menjadi fenomena sosial yang menarik untuk dikaji, khususnya dari perspektif tata kelola kolaboratif. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati kawasan ini untuk berziarah ke makam Sunan Ampel, sehingga terjadi lonjakan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dalam waktu singkat. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan yang efektif melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku usaha, tokoh agama, dan masyarakat lokal. Penelitian ini hadir untuk memahami bagaimana bentuk kolaborasi tersebut terjadi, faktor yang mendukung dan menghambat, serta potensi perumusan kebijakan yang lebih terstruktur di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi aktor dalam pengelolaan Pasar Ramadhan malam 29 Ramadhan di kawasan religius Sunan Ampel, Surabaya. Fenomena ini merupakan tradisi tahunan yang berdampak pada tingginya konsentrasi pengunjung dan aktivitas perdagangan di malam menjelang Hari Raya Idul Fitri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan teori Collaborative Governance sebagai pisau analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar aktor, seperti pemerintah kota, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan pedagang, berlangsung secara informal dan situasional, dengan mengandalkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Faktor kepercayaan, kepemimpinan lokal, dan tujuan bersama menjadi elemen penting dalam menjaga harmoni kerja sama. Meski demikian, belum adanya kebijakan formal membuat koordinasi belum maksimal. sehingga, dibutuhkan perumusan kebijakan kolaboratif secara lebih struktural guna meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan Sunan Ampel di masa mendatang. Kata Kunci: Kolaborasi Aktor; Governance; Pasar Ramadhan; Sunan Ampel; Collaborative Governance;
Title: AKTOR KOLABORASI DALAM KEGIATAN PASAR RAMADHAN (STUDI KASUS MALAM 29 RAMADHAN DI MAKAM SUNAN AMPEL)
Description:
Pasar Ramadhan yang digelar setiap tahun pada malam 29 Ramadhan di kawasan Sunan Ampel Surabaya menjadi fenomena sosial yang menarik untuk dikaji, khususnya dari perspektif tata kelola kolaboratif.
Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati kawasan ini untuk berziarah ke makam Sunan Ampel, sehingga terjadi lonjakan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut menuntut pengelolaan yang efektif melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku usaha, tokoh agama, dan masyarakat lokal.
Penelitian ini hadir untuk memahami bagaimana bentuk kolaborasi tersebut terjadi, faktor yang mendukung dan menghambat, serta potensi perumusan kebijakan yang lebih terstruktur di masa mendatang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi aktor dalam pengelolaan Pasar Ramadhan malam 29 Ramadhan di kawasan religius Sunan Ampel, Surabaya.
Fenomena ini merupakan tradisi tahunan yang berdampak pada tingginya konsentrasi pengunjung dan aktivitas perdagangan di malam menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan teori Collaborative Governance sebagai pisau analisis.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar aktor, seperti pemerintah kota, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan pedagang, berlangsung secara informal dan situasional, dengan mengandalkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
Faktor kepercayaan, kepemimpinan lokal, dan tujuan bersama menjadi elemen penting dalam menjaga harmoni kerja sama.
Meski demikian, belum adanya kebijakan formal membuat koordinasi belum maksimal.
sehingga, dibutuhkan perumusan kebijakan kolaboratif secara lebih struktural guna meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan Sunan Ampel di masa mendatang.
Kata Kunci: Kolaborasi Aktor; Governance; Pasar Ramadhan; Sunan Ampel; Collaborative Governance;.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
hadits dakwah
hadits dakwah
Shalat Tarawih merupakan salah satu praktik untuk menghidupkan malam pada Bulan Ramadhan ( qiyamu Ramadhan). Ibadah ini memiliki keutamaan-keutamaan yang memang ditemukan landasan...
MAKAM SUNAN BONANG TUBAN SEBAGAI PRANATA SOSIAL ISLAM: KAJIAN HISTORIS DAN BUDAYA ISLAM
MAKAM SUNAN BONANG TUBAN SEBAGAI PRANATA SOSIAL ISLAM: KAJIAN HISTORIS DAN BUDAYA ISLAM
Saints’ tombs function not only as burial sites for religious figures but also as social institutions that shape norms, religious authority, and social relations within Muslim comm...
KAJIAN IKONOGRAFI PADA MAKAM RAJA-RAJA MATARAM ISLAM DI KOTAGEDE YOGYAKARTA
KAJIAN IKONOGRAFI PADA MAKAM RAJA-RAJA MATARAM ISLAM DI KOTAGEDE YOGYAKARTA
Makam merupakan peninggalan sejarah manusia yang dapat dilihat oleh manusia. Makam menjadi penanda kerajaan yang pernah berkembang di komplek makam raja Kotagede. Peneliti mengajuk...
IDENTIFIKASI MAKAM KUNO PADA BENTENG WABULA DI DESA WABULA, KECAMATAN WABULA, KABUPATEN BUTON
IDENTIFIKASI MAKAM KUNO PADA BENTENG WABULA DI DESA WABULA, KECAMATAN WABULA, KABUPATEN BUTON
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman makam kuno di situs pemakaman kuno pada Benteng Wabula, Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton. Penelitian ini...
Studi Etnosains Makam Keramat Datuak Parpatiah Nan Sabatang
Studi Etnosains Makam Keramat Datuak Parpatiah Nan Sabatang
Datuak Parpatiah Nan Sabatang dikenal oleh masyarakat Minangkabau sebagai salah seorang pelopor adat istiadat Minangkabau selain Datuak Ketamanggungan. Dalam tambo adat Minangkabau...

Back to Top