Javascript must be enabled to continue!
Optimasi Biaya Konstruksi dengan Pendekatan Life-Cycle Cost Pagar Panel Precast dan Pagar Batako di Kediri
View through CrossRef
Perkembangan teknologi konstruksi yang pesat menuntut sistem bangunan yang efisien dari segi biaya, waktu, dan kualitas. Dalam konteks infrastruktur ringan seperti pagar lingkungan, pemilihan metode konstruksi sangat memengaruhi total biaya proyek sepanjang masa pakainya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi ekonomi antara pagar panel beton pracetak dan pagar batako konvensional menggunakan pendekatan analisis Biaya Siklus Hidup (Life-Cycle Cost/LCC). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-komparatif yang mengacu pada Life-Cycle Costing Manual (Fuller & Petersen, 1995) dan standar ISO 15686-5:2017. Data diperoleh dari proyek pagar aktual di Kota Kediri, meliputi estimasi anggaran (RAB), volume material, durasi, dan biaya pemeliharaan. Parameter yang dianalisis meliputi Belanja Modal (CAPEX), Belanja Operasional (OPEX), dan Biaya Acara, dengan tingkat diskonto 8% dan masa pakai proyek 20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pagar pracetak menghasilkan total Net Present Cost (NPC) sebesar Rp608,88 juta, sementara pagar batako mencapai Rp848,12 juta menunjukkan efisiensi biaya sekitar 39%. Selain itu, sistem pracetak hanya membutuhkan waktu pemasangan 14 hari, yang 58,8% lebih cepat dibandingkan sistem batako yang membutuhkan waktu 34 hari. Dari segi dimensi, pagar pracetak menggunakan volume material 63,9% lebih sedikit dan bobot strukturalnya lebih ringan. Secara keseluruhan, pagar panel pracetak menunjukkan efisiensi biaya yang lebih tinggi, waktu konstruksi yang lebih cepat, dan daya tahan material yang lebih baik di bawah iklim tropis lembap Kediri.
Title: Optimasi Biaya Konstruksi dengan Pendekatan Life-Cycle Cost Pagar Panel Precast dan Pagar Batako di Kediri
Description:
Perkembangan teknologi konstruksi yang pesat menuntut sistem bangunan yang efisien dari segi biaya, waktu, dan kualitas.
Dalam konteks infrastruktur ringan seperti pagar lingkungan, pemilihan metode konstruksi sangat memengaruhi total biaya proyek sepanjang masa pakainya.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi ekonomi antara pagar panel beton pracetak dan pagar batako konvensional menggunakan pendekatan analisis Biaya Siklus Hidup (Life-Cycle Cost/LCC).
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-komparatif yang mengacu pada Life-Cycle Costing Manual (Fuller & Petersen, 1995) dan standar ISO 15686-5:2017.
Data diperoleh dari proyek pagar aktual di Kota Kediri, meliputi estimasi anggaran (RAB), volume material, durasi, dan biaya pemeliharaan.
Parameter yang dianalisis meliputi Belanja Modal (CAPEX), Belanja Operasional (OPEX), dan Biaya Acara, dengan tingkat diskonto 8% dan masa pakai proyek 20 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pagar pracetak menghasilkan total Net Present Cost (NPC) sebesar Rp608,88 juta, sementara pagar batako mencapai Rp848,12 juta menunjukkan efisiensi biaya sekitar 39%.
Selain itu, sistem pracetak hanya membutuhkan waktu pemasangan 14 hari, yang 58,8% lebih cepat dibandingkan sistem batako yang membutuhkan waktu 34 hari.
Dari segi dimensi, pagar pracetak menggunakan volume material 63,9% lebih sedikit dan bobot strukturalnya lebih ringan.
Secara keseluruhan, pagar panel pracetak menunjukkan efisiensi biaya yang lebih tinggi, waktu konstruksi yang lebih cepat, dan daya tahan material yang lebih baik di bawah iklim tropis lembap Kediri.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PEMANFAATAN ABU ENCENG GONDOK DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK BATAKO
PEMANFAATAN ABU ENCENG GONDOK DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK BATAKO
ABSTRACTThis study aims to utilize water hyacinth in the manufacture of concrete blocks and add insight about technologyash bricks using water hyacinth as an added ingredient. Test...
PEMANFAATAN ABU SABUT KELAPA SAWIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK BATAKO
PEMANFAATAN ABU SABUT KELAPA SAWIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK BATAKO
ABSTRACT This study aims to determine the physical properties and quality of the concrete block that contain palm ash as a partial replacement of cement.The sample of concrete bloc...
Analisis Penerapan Lining Precast Terhadap Biaya, Mutu dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jaringan Irigasi Cisawarna
Analisis Penerapan Lining Precast Terhadap Biaya, Mutu dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jaringan Irigasi Cisawarna
Manajemen Kualitas Proyek merupakan tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen dalam pengendalian kontrak konstruksi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 20...
Metode Pembuatan Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali
Metode Pembuatan Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali
Dalam proses pembuatan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali, pemilihan kayu untuk pembuatan cetakan/moulding karena kualitas kayu yang digunakan akan sangat mempengaruhi hasil ...
Analisis Perbandingan Metode Pelaksanaan pada Pekerjaan Pasangan Dinding Batako dan Bata Ringan
Analisis Perbandingan Metode Pelaksanaan pada Pekerjaan Pasangan Dinding Batako dan Bata Ringan
Pembangunan yang terus berkembang dan tuntutan terhadap kecepatan proyek konstruksi menyebabkan para produsen material berlomba untuk membuat material baru yang dapat mempercepat p...
Optimasi Teknik Produksi Paving Blok dan Batako untuk Meningkatkan Kualitas dan Ketahanan Berkelanjutan pada Pabrik Aneka Industri Bulukumba Jaya Kota Kendari
Optimasi Teknik Produksi Paving Blok dan Batako untuk Meningkatkan Kualitas dan Ketahanan Berkelanjutan pada Pabrik Aneka Industri Bulukumba Jaya Kota Kendari
Serat atau bahan tambah sebagai bahan bangunan banyak digunakan dalam konstruksi karena sifatnya yang kedap air, mudah dibentuk, relatif murah, dan mudah diperoleh. Perkembangan te...

