Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGAMATAN PENGAMATAN PERKEMBANGAN TELUR CUMI BANGKA (Uroteuthis chinensis) DAN MODIFIKASI PAKAN PASCA MENETAS

View through CrossRef
Cumi Bangka (Uroteuthis chinensis) merupakan komdoditas perikanan yang memiliki nilai ekonimis yang tinggi dan salah satu komoditas unggulan strategis dalam sektor perikanan dan kelautan karena memiliki kualitas terbaik di pasar ekspor. Namun dikarenakan eksploitasi penangkapan cumi-cumi yang berlebihan, dan rusaknya habitat penempelan telur, sekaligus habitat pemijahan cumi-cumi akibat berbagai aktivitas teresterial, khususnya aktivitas penambangan pasir timah laut, menjadikan jumlah tangkapan cumi Bangka jauh menurun. Perubahan iklim global yang ekstrim, juga menjadi pemicu berkurangnya jumlah cumi di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan morfologi telur cumi Bangka (U. Chinensis)  sebelum menetas dan mengukur survival rate larva cumi pasca menetas, yang diberikan pakan buatan dan pakan egg custard di modifikasi. Pengamatan morfologi dilakukan secara langsung setiap 24 jam, sejak diambil dari alam samapi menetas di bak pemeliharaan. Dengan mengamati perubahan bentuk morfologi, bobot dan panjang telur. Selanjutnya pemberian pakan buatan dan egg custard di modifikasi setelah telur menetas diberikan lima kali dalam sehari, yakni pada jam 07.00 pagi, jam 11.00 siang, jam 15.00 sore, jam 19.00 malam, 23.00 malam. Hasilnya menunjukkan bahwa, dimedia tetas dibutuhkan waktu 6-9 hari bagi telur cumi untuk menetas. Setiap hari terjadi perubahan morfologi telur yang semakin membesar dan pemisahan jonjot yang jelas disetiap kapsul telur.  Hatching Rate cumi mencapai 65,40 %, pada salinitas 31-35 ppt. Pemberian tiga jenis pakan buatan, yakni Otohime B2, Feng-Li 0 dan Scretting Stella B-2 mampu membuat larva cumi bertahan selama 3 dan 4 hari. Pemberian pakan tiga jenis egg custard di modifikasi hanya mampu membuat larva cumi bertahan selama 4 dan 5 hari.
Title: PENGAMATAN PENGAMATAN PERKEMBANGAN TELUR CUMI BANGKA (Uroteuthis chinensis) DAN MODIFIKASI PAKAN PASCA MENETAS
Description:
Cumi Bangka (Uroteuthis chinensis) merupakan komdoditas perikanan yang memiliki nilai ekonimis yang tinggi dan salah satu komoditas unggulan strategis dalam sektor perikanan dan kelautan karena memiliki kualitas terbaik di pasar ekspor.
Namun dikarenakan eksploitasi penangkapan cumi-cumi yang berlebihan, dan rusaknya habitat penempelan telur, sekaligus habitat pemijahan cumi-cumi akibat berbagai aktivitas teresterial, khususnya aktivitas penambangan pasir timah laut, menjadikan jumlah tangkapan cumi Bangka jauh menurun.
Perubahan iklim global yang ekstrim, juga menjadi pemicu berkurangnya jumlah cumi di alam.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan morfologi telur cumi Bangka (U.
Chinensis)  sebelum menetas dan mengukur survival rate larva cumi pasca menetas, yang diberikan pakan buatan dan pakan egg custard di modifikasi.
Pengamatan morfologi dilakukan secara langsung setiap 24 jam, sejak diambil dari alam samapi menetas di bak pemeliharaan.
Dengan mengamati perubahan bentuk morfologi, bobot dan panjang telur.
Selanjutnya pemberian pakan buatan dan egg custard di modifikasi setelah telur menetas diberikan lima kali dalam sehari, yakni pada jam 07.
00 pagi, jam 11.
00 siang, jam 15.
00 sore, jam 19.
00 malam, 23.
00 malam.
Hasilnya menunjukkan bahwa, dimedia tetas dibutuhkan waktu 6-9 hari bagi telur cumi untuk menetas.
Setiap hari terjadi perubahan morfologi telur yang semakin membesar dan pemisahan jonjot yang jelas disetiap kapsul telur.
  Hatching Rate cumi mencapai 65,40 %, pada salinitas 31-35 ppt.
Pemberian tiga jenis pakan buatan, yakni Otohime B2, Feng-Li 0 dan Scretting Stella B-2 mampu membuat larva cumi bertahan selama 3 dan 4 hari.
Pemberian pakan tiga jenis egg custard di modifikasi hanya mampu membuat larva cumi bertahan selama 4 dan 5 hari.

Related Results

NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN CUMI DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP
STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN CUMI DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP
Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPS) adalah Pelabuhan yang dikenal memiliki potensi sumberdaya ikan  melimpah. Hasil tangkapan cumi di PPS Cilacap merupakan jenis cumi-cumi y...
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik telur ayam Arab, ayam Kampung dan ayam Ketarras serta akseptabilitas telur ayam Ketarras. Uji kualitas fisik telur menggu...
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK TALANG BENIH
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK TALANG BENIH
Telur merupakan salah satu bahan makanan yang hampir sempurna karena mengandung kaya akan gizi, vitamin dan mineral. Telur memiliki kelemahan yaitu sifatnya cepat rusak, mempunyai ...
PENERAPAN TEKNOLOGI ATRACTOR CUMI KEPADA KELOMPOK NELAYAN : UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERAIRAN DI TELUK MANADO
PENERAPAN TEKNOLOGI ATRACTOR CUMI KEPADA KELOMPOK NELAYAN : UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERAIRAN DI TELUK MANADO
Cumi-cumi merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang bernilai ekonomis tinggi. Ketersediaan  (supply)  telur  cumi  di  perairan  sangat  berhubungan  dengan  produktivitas ...
Evaluasi Pengelolaan Perikanan Cumi-Cumi Skala Kecil dengan Pendekatan Ekosistem di Perairan Medan, Sumatera Utara
Evaluasi Pengelolaan Perikanan Cumi-Cumi Skala Kecil dengan Pendekatan Ekosistem di Perairan Medan, Sumatera Utara
Perairan Laut Medan merupakan bagian dari Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia (WPP 571) yang merupakan daerah penangkapan cumi-cumi ( Uroteuthis spp.) oleh nelayan skala kecil ...
Uji efek antibakteri tinta cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap bakteri saluran akar gigi
Uji efek antibakteri tinta cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap bakteri saluran akar gigi
Nekrosis pulpa merupakan kematian pulpa, dapat sebagian atau seluruhnya, yang disebabkan oleh proses lanjutan dari radang pulpa ataupun akibat trauma. Salah satu penanganan nekrosi...
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Budidaya ikan menjadi salah satu usaha mandiri yang dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah Pondok Pesantren Lintang Songo. Pentingnya memperhatikan cara merawat dan memeli...

Back to Top