Javascript must be enabled to continue!
GRANIT KELUMPANG SEBAGAI GRANIT TIPE-I DI PANTAI TELUK BALOK, BELITUNG
View through CrossRef
Batuan granit mempunyai arti penting terutama akan kandungan mineral ekonomisnya. Di Indonesia bagian barat, batuan granit lebih terkenal dengan asosiasi mineralisasi kasiterit (timah). Tidak semua batuan granit mempunyai kandungan mineral kasiterit. Batugranit biotit berhubungan dengan mineralisasi kasiterit, sedangkan batugranit hornblende tidak ada hubungannya dengan mineralisasi kasiterit.
Batuan granit di Pulau Belitung ditemukan di empat daerah berbeda, yaitu Tanjung Pandan di baratlaut, Gunung Mang di timurlaut, Parangbuloh di baratdaya dan Kelumpang di tenggara. Granit Kelumpang adalah salah satu dari jenis granit di daerah telitian. Secara megaskopis, batuan granit di Kelumpang terbentuk oleh mineral-mineral berbutir kasar, berwarna abu-abu-putih dan kaya akan megakristik K-Feldspar
Identifikasi karakteristik granit di daerah penelitian berdasarkan hasil analisa petrografis dan penafsiran seismik pantul dangkal, yang ditunjukkan oleh pola reflektor yang membentuk struktur kerucut yang tidak menerus. Penyebaran dari batuan granit ini dapat dipetakan sepanjang lintasan kapal.
Pada akhirnya, berdasarkan kenampakan megaskopis dan analisa petrografi terlihat bahwa granit di lokasi kegiatan memiliki sifat yang menyerupai granit tipe-I bukan pembawa mineral kasiterit.
The granitic rock is an important rock in economic mineral deposit. In westernpart of Indonesia, the granitic rocks are well known in associated with cassiterite (tin) minerals. Not all of the granitic rocks contain of cassiterite minerals. The biotite-granitic rocks are associated with cassiterite minerals while the hornblende-granitic rocks are not related with cassiterite mineralisation.
The Granitic rock in Belitung Island found in four different areas, those are, in Tanjung Pandan of northwest Belitung, Gunung Mang of northeast of Belitung, Parangbuloh of southwest Belitung, and Kelumpang of southeast Belitung. Granit Kelumpang is one of granitic rocks in the investigated area. It is megascopically formed by coarse-grained, greyish white in color and rich in K-feldspar megacrystic minerals.
Identification of granitic rock in the investigated area characterised by petrographically analysis and seismic reflection interpretation. It has a reflector pattern shown by an uncontinous cone structure. The distribution of granitic rock can be mapped along the ship track as well as the shallow seismic lines.
Finally, the granitic rocks in the investigated area are megascopically and petrographically belong to type I-Granite those are not associated with cassiterite.
Marine Geological Institute
Title: GRANIT KELUMPANG SEBAGAI GRANIT TIPE-I DI PANTAI TELUK BALOK, BELITUNG
Description:
Batuan granit mempunyai arti penting terutama akan kandungan mineral ekonomisnya.
Di Indonesia bagian barat, batuan granit lebih terkenal dengan asosiasi mineralisasi kasiterit (timah).
Tidak semua batuan granit mempunyai kandungan mineral kasiterit.
Batugranit biotit berhubungan dengan mineralisasi kasiterit, sedangkan batugranit hornblende tidak ada hubungannya dengan mineralisasi kasiterit.
Batuan granit di Pulau Belitung ditemukan di empat daerah berbeda, yaitu Tanjung Pandan di baratlaut, Gunung Mang di timurlaut, Parangbuloh di baratdaya dan Kelumpang di tenggara.
Granit Kelumpang adalah salah satu dari jenis granit di daerah telitian.
Secara megaskopis, batuan granit di Kelumpang terbentuk oleh mineral-mineral berbutir kasar, berwarna abu-abu-putih dan kaya akan megakristik K-Feldspar
Identifikasi karakteristik granit di daerah penelitian berdasarkan hasil analisa petrografis dan penafsiran seismik pantul dangkal, yang ditunjukkan oleh pola reflektor yang membentuk struktur kerucut yang tidak menerus.
Penyebaran dari batuan granit ini dapat dipetakan sepanjang lintasan kapal.
Pada akhirnya, berdasarkan kenampakan megaskopis dan analisa petrografi terlihat bahwa granit di lokasi kegiatan memiliki sifat yang menyerupai granit tipe-I bukan pembawa mineral kasiterit.
The granitic rock is an important rock in economic mineral deposit.
In westernpart of Indonesia, the granitic rocks are well known in associated with cassiterite (tin) minerals.
Not all of the granitic rocks contain of cassiterite minerals.
The biotite-granitic rocks are associated with cassiterite minerals while the hornblende-granitic rocks are not related with cassiterite mineralisation.
The Granitic rock in Belitung Island found in four different areas, those are, in Tanjung Pandan of northwest Belitung, Gunung Mang of northeast of Belitung, Parangbuloh of southwest Belitung, and Kelumpang of southeast Belitung.
Granit Kelumpang is one of granitic rocks in the investigated area.
It is megascopically formed by coarse-grained, greyish white in color and rich in K-feldspar megacrystic minerals.
Identification of granitic rock in the investigated area characterised by petrographically analysis and seismic reflection interpretation.
It has a reflector pattern shown by an uncontinous cone structure.
The distribution of granitic rock can be mapped along the ship track as well as the shallow seismic lines.
Finally, the granitic rocks in the investigated area are megascopically and petrographically belong to type I-Granite those are not associated with cassiterite.
Related Results
ANALISIS MOMEN-LENDUTAN PADA BALOK INDUK DENGAN VARIASI PENEMPATAN BALOK ANAK BETON BERTULANG
ANALISIS MOMEN-LENDUTAN PADA BALOK INDUK DENGAN VARIASI PENEMPATAN BALOK ANAK BETON BERTULANG
Abstrak : Elemen struktur yang sangat penting pada bangunan adalah balok. Dalam perencanaan balok beton bertulang didesain untuk kuat menahan gaya sesuai dengan pembebanan. Balok a...
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR BALOK DENGAN PELEBARAN DIMENSI PADA DAERAH TUMPUAN BALOK BETON BERTULANG DAN PEMODELAN MENGGUNAKAN LUSAS
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR BALOK DENGAN PELEBARAN DIMENSI PADA DAERAH TUMPUAN BALOK BETON BERTULANG DAN PEMODELAN MENGGUNAKAN LUSAS
Kegagalan pada balok beton bertulang dapat terjadi pada tumpuan atau sambungan kolom dan balok. Perkuatan pada daerah yang memiliki kapasitas kurang dari yang diperlukan menjadi so...
Perbandingan Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Dengan Variasi Jumlah Tulangan Pada Zona Tekan
Perbandingan Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Dengan Variasi Jumlah Tulangan Pada Zona Tekan
Bangunan sederhana seperti rumah tinggal merupakan bangunan yang memiliki desain struktur relatif lebih kecil dibandingkan dengan bangunan gedung bertingkat lainnya. Pekerjaan balo...
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Abstract. Teluk Bakau Village is one of the largest conservation areas of seagrass ecosystem located in Bintan Island. This research aim to study the distribution of species, seagr...
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
Pulau Laut-Sekatung adalah salah satu pulau terluar Negara Republik Indonesia yang berbatasan dengan perairan Malaysia Timur. Pulau ini terletak di laut Cina Selatan sebagai bagian...
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN UNTUK PENGELOLAAN EKOWISATA PANTAI KOTA BENGKULU
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN UNTUK PENGELOLAAN EKOWISATA PANTAI KOTA BENGKULU
Penelitian ini dilakukan pada Maret sampai September 2020 di Pantai Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu. Dengan tujuan untuk Menganalisis kesesuain kawasan ekowisata pantai kategori re...
IDENTIFIKASI ABRASI PANTAI PERAIRAN TELUK LASOLO KENDARI SULAWESI TENGGARA
IDENTIFIKASI ABRASI PANTAI PERAIRAN TELUK LASOLO KENDARI SULAWESI TENGGARA
Berdasarkan hasil pengamatan, abrasi pantai yang terjadi di perairan Teluk Lasolo disebabkan oleh aksi gelombang laut yang menjalar dari laut dalam disebelah timur daerah telitian ...
SPATIAL DISTRIBUTION OF MANGROVE ECOSYSTEM IN CONSERVATION AREA OF TELUK KELUMPANG NATURE RESERVE
SPATIAL DISTRIBUTION OF MANGROVE ECOSYSTEM IN CONSERVATION AREA OF TELUK KELUMPANG NATURE RESERVE
Mangrove forest area of 98,494.6 ha (72.86%) is distributed in Kotabaru Regency. Based on the forest status, the mangrove forest consists of a nature reserve zone covering an area ...

