Javascript must be enabled to continue!
Representasi Komunikasi Lingkungan pada Revitalisasi Sungai
View through CrossRef
Abstract. Issues regarding the environment become a conversation that dominates every day because the increase is significant. The issue of river pollution is much discussed, considering that the river is a source of water that is widely used by the community. One of the heavily polluted rivers is the Citarum river, which has been named the dirtiest river by the World Bank. The government is trying to revitalize the Citarum river by holding the Citarum Harum program. Environmental communication on the revitalization of the Citarum river which involves many people with different backgrounds. Representations regarding environmental communication carried out in the revitalization of the Citarum River are research questions that will be examined in this study. This study uses a qualitative paradigm with ethnographic methods. The selected data collection techniques are in-depth interviews, observation and documentation. Data triangulation was chosen as a way to test the validity of the data through methods, investigators and theory. Reviewed using representation theory, environmental communication theory. The results of this study are that the form of a reflective approach to environmental communication regarding the revitalization of the Citarum River is in the form of socialization, education and invitation activities for the community carried out by the Citarum Task Force. In the intentional approach after environmental communication, it has an impact on both communicators and communicants, including increasing awareness about the importance of rivers and protecting the environment more. The form of the constructivist approach carried out by the Citarum Task Force is the making of an appeal sign.
Keywords: Citarum River, Environmental Communication, Representation Theory, Citarum Harum Program
Abstrak. Isu mengenai lingkungan menjadi perbincangan yang mendominasi setiap hari karena peningkatannya signifikan. Isu mengenai pencemaran sungai menjadi hal yang banyak diperbincangkan, mengingat sungai merupakan sumber air yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu sungai yang tercemar berat adalah sungai Citarum yang dinobatkan sebagai sungai terkotor oleh Bank Dunia. Pemerintah berusaha untuk melakukan revitalisasi sungai Citarum dengan mengadakan program Citarum Harum. Komunikasi lingkungan pada revitalisasi sungai Citarum yang melibatkan banyak kalangan yang memiliki latar belakang berbeda. Representasi mengenai komunikasi lingkungan yang dilakukan pada revitalisasi sungai citarum menjadi pertanyaan- pertanyaan penelitian yang akan di teliti dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan paradigma Kualitatif dengan metode Etnografi. Teknik pengumpulan data yang dipilih adalah wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Triangulasi data dipilih sebagai cara untuk menguji keabsahan data melalui metode, penyidik serta teori. Dikaji menggunakan teori representasi, teori komunikasi lingkungan. Hasil dari penelitian ini bahwa bentuk pendekatan reflektif pada komunikasi lingkungan mengenai revitalisasi Sungai Citarum berupa kegiatan sosialisasi, edukasi dan ajakan untuk masyarakat yang dilakukan oleh Satgas Citarum. Pada pendekatan intensional pasca komunikasi lingkungan memberikan dampak baik bagi komunikator maupun komunikan diantaranya dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya sungai dan lebih menjaga lingkungan. Bentuk pada pendekatan konstruktivis yang dilakukan Satgas Citarum adalah pembuatan plang himbauan.
Kata kunci : Sungai Citarum, Komunikasi Lingkungan, Teori Representasi, Program Citarum Harum
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Representasi Komunikasi Lingkungan pada Revitalisasi Sungai
Description:
Abstract.
Issues regarding the environment become a conversation that dominates every day because the increase is significant.
The issue of river pollution is much discussed, considering that the river is a source of water that is widely used by the community.
One of the heavily polluted rivers is the Citarum river, which has been named the dirtiest river by the World Bank.
The government is trying to revitalize the Citarum river by holding the Citarum Harum program.
Environmental communication on the revitalization of the Citarum river which involves many people with different backgrounds.
Representations regarding environmental communication carried out in the revitalization of the Citarum River are research questions that will be examined in this study.
This study uses a qualitative paradigm with ethnographic methods.
The selected data collection techniques are in-depth interviews, observation and documentation.
Data triangulation was chosen as a way to test the validity of the data through methods, investigators and theory.
Reviewed using representation theory, environmental communication theory.
The results of this study are that the form of a reflective approach to environmental communication regarding the revitalization of the Citarum River is in the form of socialization, education and invitation activities for the community carried out by the Citarum Task Force.
In the intentional approach after environmental communication, it has an impact on both communicators and communicants, including increasing awareness about the importance of rivers and protecting the environment more.
The form of the constructivist approach carried out by the Citarum Task Force is the making of an appeal sign.
Keywords: Citarum River, Environmental Communication, Representation Theory, Citarum Harum Program
Abstrak.
Isu mengenai lingkungan menjadi perbincangan yang mendominasi setiap hari karena peningkatannya signifikan.
Isu mengenai pencemaran sungai menjadi hal yang banyak diperbincangkan, mengingat sungai merupakan sumber air yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.
Salah satu sungai yang tercemar berat adalah sungai Citarum yang dinobatkan sebagai sungai terkotor oleh Bank Dunia.
Pemerintah berusaha untuk melakukan revitalisasi sungai Citarum dengan mengadakan program Citarum Harum.
Komunikasi lingkungan pada revitalisasi sungai Citarum yang melibatkan banyak kalangan yang memiliki latar belakang berbeda.
Representasi mengenai komunikasi lingkungan yang dilakukan pada revitalisasi sungai citarum menjadi pertanyaan- pertanyaan penelitian yang akan di teliti dalam penelitian ini.
Penelitian ini menggunakan paradigma Kualitatif dengan metode Etnografi.
Teknik pengumpulan data yang dipilih adalah wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi.
Triangulasi data dipilih sebagai cara untuk menguji keabsahan data melalui metode, penyidik serta teori.
Dikaji menggunakan teori representasi, teori komunikasi lingkungan.
Hasil dari penelitian ini bahwa bentuk pendekatan reflektif pada komunikasi lingkungan mengenai revitalisasi Sungai Citarum berupa kegiatan sosialisasi, edukasi dan ajakan untuk masyarakat yang dilakukan oleh Satgas Citarum.
Pada pendekatan intensional pasca komunikasi lingkungan memberikan dampak baik bagi komunikator maupun komunikan diantaranya dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya sungai dan lebih menjaga lingkungan.
Bentuk pada pendekatan konstruktivis yang dilakukan Satgas Citarum adalah pembuatan plang himbauan.
Kata kunci : Sungai Citarum, Komunikasi Lingkungan, Teori Representasi, Program Citarum Harum.
Related Results
pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa
Penanganan sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) harus dilakukan secara integral, tidak dilakukan secara parsial, guna menjadi dasar dalam evaluasi terhadap banjir. Pada Pertemuan...
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa
Penanganan sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) harus dilakukan secara integral, tidak dilakukan secara parsial, guna menjadi dasar dalam evaluasi terhadap banjir. Pada Pertemuan...
IMPLEMENTASI PROBLEM TREE ANALYSIS TERHADAP PROGRAM SIDOARJO REVITALISASI FUNGSI KALI DALAM UPAYA REVITALISASI SUNGAI DI DESA GEMPOL SARI
IMPLEMENTASI PROBLEM TREE ANALYSIS TERHADAP PROGRAM SIDOARJO REVITALISASI FUNGSI KALI DALAM UPAYA REVITALISASI SUNGAI DI DESA GEMPOL SARI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah pencemaran sungai di Desa Gempol Sari, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sebagai bagian dari upaya revitalisasi fungsi ...
Penerapan Sistem Informasi Geografis pada Evaluasi Kondisi Fisik dan Fungsi pada Prasarana Sungai Serang
Penerapan Sistem Informasi Geografis pada Evaluasi Kondisi Fisik dan Fungsi pada Prasarana Sungai Serang
Pengelolaan sungai sangat diperlukan agar kebermanfaatan dan keamanannya dapat terjamin. Pengelolaan sungai bisa berwujud dalam monitoring kondisi fisik dan fungsi prasarana sungai...
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI FE DENGAN KADAR HB PADA IBU HAMIL
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI FE DENGAN KADAR HB PADA IBU HAMIL
ABSTRAKBerdasarkan data Dinkes Kota Sungai Penuh Tahun 2017 kejadian anemia ibu hamil di Kota Sungai Penuh sebanyak 460 orang (6,5%), sedangkan di Wilayah Puskesmas Sungai Liuk Kot...
Revitalisasi Sortali pengantin Batak Karo Sumatera Utara
Revitalisasi Sortali pengantin Batak Karo Sumatera Utara
<span lang="EN-US">Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui jenis jenis pemakaian busana Adat Karo, 2) Untuk mengetahui <span>pelestarian busana dan aksesoris ...
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi adalah bentuk interpretasi pemikiran siswa yang digunakan untuk menemukan solusi dari suatu masalah. Adapun representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah dipen...

