Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Program Badan Restorasi Gambut Di Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar
View through CrossRef
Badan Restorasi Gambut memiliki program 3R yaitu rewetting (pembasahan), revegetasi dan revitalisasi ekonomi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan evaluasi program Badan Restorasi Gambut dalam merestorasi hutan dan lahan gambut di Desa Rimbo Panjang kemudian juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi evaluasi Badan Restorasi Gambut dalam merestorasi hutan dan lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2018. Konsep teori yang digunakan adalah teori evaluasi program model CIPP (Context, Input, Process and Product) oleh Daniel Stufflebeam. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah evaluasi program Badan Restorasi Gambut khususnya pada program pembasahan (wetting) dengan kegiatan pembangunan sekat kanal di Desa Rimbo Panjang belum berjalan secara optimal. Pembangunan sekat kanal belum mampu membasahi gambut secara tuntas sehingga titik api masih ditemukan di Desa Rimbo Panjang. Faktor-faktor yang mempengaruhi evaluasi program Badan Restorasi Gambut dalam kegiatan pembangunan sekat kanal adalah kurangnya sumber daya yang digunakan, keterlambatan distribusi anggaran, inkonsistensi dalam rencana restorasi gambut, kurangnya regulasi untuk kegiatan restorasi gambut, kurangnya peran lembaga restorasi gambut. Pemerintah Desa dan pola pikir masyarakat banyak yang belum, memahami tentang program restorasi gambut.
Title: Implementasi Program Badan Restorasi Gambut Di Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar
Description:
Badan Restorasi Gambut memiliki program 3R yaitu rewetting (pembasahan), revegetasi dan revitalisasi ekonomi masyarakat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan evaluasi program Badan Restorasi Gambut dalam merestorasi hutan dan lahan gambut di Desa Rimbo Panjang kemudian juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi evaluasi Badan Restorasi Gambut dalam merestorasi hutan dan lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2018.
Konsep teori yang digunakan adalah teori evaluasi program model CIPP (Context, Input, Process and Product) oleh Daniel Stufflebeam.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini adalah evaluasi program Badan Restorasi Gambut khususnya pada program pembasahan (wetting) dengan kegiatan pembangunan sekat kanal di Desa Rimbo Panjang belum berjalan secara optimal.
Pembangunan sekat kanal belum mampu membasahi gambut secara tuntas sehingga titik api masih ditemukan di Desa Rimbo Panjang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi evaluasi program Badan Restorasi Gambut dalam kegiatan pembangunan sekat kanal adalah kurangnya sumber daya yang digunakan, keterlambatan distribusi anggaran, inkonsistensi dalam rencana restorasi gambut, kurangnya regulasi untuk kegiatan restorasi gambut, kurangnya peran lembaga restorasi gambut.
Pemerintah Desa dan pola pikir masyarakat banyak yang belum, memahami tentang program restorasi gambut.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
STUDI LUAS DAN SEBARAN LAHAN GAMBUT DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
STUDI LUAS DAN SEBARAN LAHAN GAMBUT DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
Kabupaten Kampar mempunyai potensi lahan gambut sekitar 191.363 ha. Sekitar separuh luasan merupakan gambut tipis, sedangkan sisanya bervariasi dari mulai gambut sedang hingga gamb...
Potensi dan Pemanfaatan Lahan Gambut Dangkal untuk Pertanian
Potensi dan Pemanfaatan Lahan Gambut Dangkal untuk Pertanian
<p><strong>Abstrak.</strong> Lahan gambut terbentuk karena adanya penambahan bahan organik segar yang lebih cepat daripada perombakannya, sehingga terjadi timbuna...
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Restorasi gambut sangat diperlukan untuk merehabilitasi ekosistem gambut. Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menerapkan upaya restorasi gambut salah satunya melalui kegiatan rewett...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
Kajian Sifat Fisik Lahan Gambut Terhadap Tahanan Listrik Dengan Alat Geolistrik (Studi Kasus: Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Kajian Sifat Fisik Lahan Gambut Terhadap Tahanan Listrik Dengan Alat Geolistrik (Studi Kasus: Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Lahan gambut merupakan tanah yang memiliki kandungan organik tinggi hasil pembusukan tanaman. Parameter karakteristik utama lahan gambut adalah kadar air, berat volume, berat jenis...
Kajian Sifat Fisik Lahan Gambut Terhadap Tahanan Listrik Dengan Alat Geolistrik (Studi Kasus: Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Kajian Sifat Fisik Lahan Gambut Terhadap Tahanan Listrik Dengan Alat Geolistrik (Studi Kasus: Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Lahan gambut merupakan tanah yang memiliki kandungan organik tinggi hasil pembusukan tanaman. Parameter karakteristik utama lahan gambut adalah kadar air, berat volume, berat jenis...
PENDAMPINGAN DESA MANDIRI PEDULI GAMBUT DI SUMATERA UTARA
PENDAMPINGAN DESA MANDIRI PEDULI GAMBUT DI SUMATERA UTARA
The Peatland Care Independent Village (DMPG) program in North Sumatra, implemented in 2024, was designed to enhance environmental quality, protect, and sustainably manage peatland ...

