Javascript must be enabled to continue!
Koto Gadang in Local History: A Nagari That Forming 20th Century Indonesian Intellectuals
View through CrossRef
Koto Gadang is a traditional village in Minangkabau, which gave birth to and formed many Indonesian intellectuals or political figures in the period before the early days of Indonesian independence in various schools of thought, which in this article is a study of local history. This study analyzes the role of the Koto Gadang nagari from the perspective of local history studies which were the factors that shaped the birth and contribution of Indonesian intellectuals in the 20th century. The method used in this article is the historical method, namely heuristics, source verification, interpretation and historiography. This research shows that Koto Gadang was a very important nagari for the Indonesian people in the 20th century. Nagari Koto Gadang is a small village whose people live from craftsmen and agriculture. Situated in a highland area flanked by Mount Marapi and Mount Singgalang, this does not make Koto Gadang a village left behind in the 20th century. Even though there is little agricultural land and an emphasis on craftsmen, the Koto Gadang village has succeeded in providing its children with a good education. Thanks to progress in the field of education and the open attitude of society, this village has become one of the contributors to Indonesian intellectuals.
Koto Gadang adalah sebuah desa tradisional di Minangkabau, yang melahirkan dan membentuk banyak cendekiawan atau tokoh perpolitikan Indonesia pada masa sebelum masa awal-awal kemerdekan Indonesia dalam berbagai aliran pemikiran, yang dalam artikel ini sebagai kajian sejarah lokal. Kajian ini menganalisis tentang peran nagari Koto Gadang dari sudut kajian sejarah lokal yang menjadi faktor pembentuk lahirnya dan penyumbang cendekiawan Indonesia pada abad ke 20. Metode yang digunakan dalam artikel ini ialah metode sejarah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Koto Gadang adalah sebuah nagari yang sangat penting bagi bangsa Indonesia pada abad ke 20-an. Nagari Koto Gadang merupakan nagari kecil yang masyarakatnya hidup dari bidang pengrajin dan pertanian. Terletak di daerah dataran tinggi yang diapit oleh Gunung Marapi dan Gunung Singgalang ini tidak membuat Koto Gadang menjadi nagari yang tertinggal pada abad ke-20. Meskipun lahan pertanian sedikit dan menitikberatkan pengrajin, nagari Koto Gadang berhasil mengiringi anak-anaknya dengan pendidikan yang maju. Berkat kemajuan bidang Pendidikan dan sikap keterbukaan masyarakat membuat nagari ini menjadi salah satu penyumbang cendekiawan Indonesia.
Universitas Sriwijaya - Pusat Inovasi Pembelajaran Unsri
Title: Koto Gadang in Local History: A Nagari That Forming 20th Century Indonesian Intellectuals
Description:
Koto Gadang is a traditional village in Minangkabau, which gave birth to and formed many Indonesian intellectuals or political figures in the period before the early days of Indonesian independence in various schools of thought, which in this article is a study of local history.
This study analyzes the role of the Koto Gadang nagari from the perspective of local history studies which were the factors that shaped the birth and contribution of Indonesian intellectuals in the 20th century.
The method used in this article is the historical method, namely heuristics, source verification, interpretation and historiography.
This research shows that Koto Gadang was a very important nagari for the Indonesian people in the 20th century.
Nagari Koto Gadang is a small village whose people live from craftsmen and agriculture.
Situated in a highland area flanked by Mount Marapi and Mount Singgalang, this does not make Koto Gadang a village left behind in the 20th century.
Even though there is little agricultural land and an emphasis on craftsmen, the Koto Gadang village has succeeded in providing its children with a good education.
Thanks to progress in the field of education and the open attitude of society, this village has become one of the contributors to Indonesian intellectuals.
Koto Gadang adalah sebuah desa tradisional di Minangkabau, yang melahirkan dan membentuk banyak cendekiawan atau tokoh perpolitikan Indonesia pada masa sebelum masa awal-awal kemerdekan Indonesia dalam berbagai aliran pemikiran, yang dalam artikel ini sebagai kajian sejarah lokal.
Kajian ini menganalisis tentang peran nagari Koto Gadang dari sudut kajian sejarah lokal yang menjadi faktor pembentuk lahirnya dan penyumbang cendekiawan Indonesia pada abad ke 20.
Metode yang digunakan dalam artikel ini ialah metode sejarah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa Koto Gadang adalah sebuah nagari yang sangat penting bagi bangsa Indonesia pada abad ke 20-an.
Nagari Koto Gadang merupakan nagari kecil yang masyarakatnya hidup dari bidang pengrajin dan pertanian.
Terletak di daerah dataran tinggi yang diapit oleh Gunung Marapi dan Gunung Singgalang ini tidak membuat Koto Gadang menjadi nagari yang tertinggal pada abad ke-20.
Meskipun lahan pertanian sedikit dan menitikberatkan pengrajin, nagari Koto Gadang berhasil mengiringi anak-anaknya dengan pendidikan yang maju.
Berkat kemajuan bidang Pendidikan dan sikap keterbukaan masyarakat membuat nagari ini menjadi salah satu penyumbang cendekiawan Indonesia.
Related Results
Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Perangkat Nagari dalam Pengelolaan Keuangan Nagari di Kecamatan X Koto Singkarak dan Junjung Sirih
Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Perangkat Nagari dalam Pengelolaan Keuangan Nagari di Kecamatan X Koto Singkarak dan Junjung Sirih
ABSTRACTThis study aimed to determine the influence of commitment organization on performance of nagari government apparatus in managing nagari finance in X Koto Singkarak District...
Peningkatan Peluang Wirausaha di Nagari Koto Tuo Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring
Peningkatan Peluang Wirausaha di Nagari Koto Tuo Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring
Abstract: Dish soap making training can provide many benefits for community empowerment in Nagari Koto Tuo. This training can improve entrepreneurial skills, creativity, independe...
Peranan Karang Taruna dalam Pengembangan Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Nagari Koto Laweh
Peranan Karang Taruna dalam Pengembangan Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Nagari Koto Laweh
Studi ini menyelidiki peran karang taruna dalam perkembangan Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Nagari Koto Laweh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan ...
Nagari Berprestasi : Strategi Kepemimpinan Wali Nagari dan Peran Masyarakat di Nagari Pandai Sikek
Nagari Berprestasi : Strategi Kepemimpinan Wali Nagari dan Peran Masyarakat di Nagari Pandai Sikek
This article aims to describe the leadership strategies of village guardian at PandaiSikek village and society’s participation in achieving village achievement at national l...
Implementation of nagari expansion policy in Nagari Preparation for Koto Gadang Jaya, Kinali District, West Pasaman Regency
Implementation of nagari expansion policy in Nagari Preparation for Koto Gadang Jaya, Kinali District, West Pasaman Regency
The regional government of the West Pasaman Regency has implemented the nagari arrangement using the expansion of nagari. However, there are problems regarding the policy of nagari...
PERSEPSI MASYARAKAT SUMPU TERHADAP RUMAH GADANG (PASCA REKONSTRUKSI RUMAH GADANG SITI FATIMAH DAN RUMAH GADANG ETEK NURAINI)
PERSEPSI MASYARAKAT SUMPU TERHADAP RUMAH GADANG (PASCA REKONSTRUKSI RUMAH GADANG SITI FATIMAH DAN RUMAH GADANG ETEK NURAINI)
Rumah gadang merupakan salah satu wujud (puncak) kebudayaan Minangkabau. Dalam pemahaman masyarakatnya rumah gadang tidak hanya dimaknai sebagai tempat berteduh atau berlindung sem...
Perbedaan Perilaku Masyarakat dalam Pelaksanaan Nagari Siaga di Nagari Padang Laweh dan Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam
Perbedaan Perilaku Masyarakat dalam Pelaksanaan Nagari Siaga di Nagari Padang Laweh dan Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam
The number of Nagari Siaga in West Sumatera Province at the end of the year 2008 is 2.125. However this number has not been reached the target yet that are 3.317 Nagari Siaga. The ...
Pentingnya Pelestarian Budaya pada Rumah Gadang Mande Rubiah di Nagari Lunang
Pentingnya Pelestarian Budaya pada Rumah Gadang Mande Rubiah di Nagari Lunang
Cultural heritage in West Sumatra, one of which is located in the Pesisir Selatan Regency, Nagari Lunang which has high socio-cultural and historical value, namely Rumah Gadang Man...

