Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Suhu Penyimpanan terhadap Kadar Parasetamol Sirup Selama Beyond Use Date Secara Spektrofotometri UV-Vis
View through CrossRef
Paracetamol or acetaminophen is a widely used analgesic-antipyretic drug worldwide. Paracetamol in liquid form is preferred because of its easy administration and rapid absorption in the body and large doses are easily adjusted for children. Storage of paracetamol syrup in accordance with the etiquette is at controlled room temperature. Beyond use date (BUD) is the time limit for the use of a drug after it has been formulated, prepared or after its primary packaging has been opened or tampered with. The purpose of this study was to determine the effect of storage temperature on paracetamol syrup levels during BUD. Paracetamol syrup was stored in a room with air conditioning (20-25oC) and without air conditioning (30-40oC) for 14 days. Observation of levels was carried out on days 0, 3, 7, 10 and 14 using UV-Vis spectrophotometry with a wavelength of 247 nm and operating time for 22 minutes. The results of the determination of paracetamol syrup levels after storage for 14 days in a room with air conditioning in generic and trademark samples were 90.05 ± 1.34% and 92.73 ± 1.01%, respectively. Paracetamol syrup levels in a room without air conditioning in generic and trademark samples are 79.07 ± 0.99% and 81.10 ± 2.02%. Storage temperature affects paracetamol syrup levels during storage with a difference in levels of 10.98% for generic samples and 11.63% for trademark samples during BUD.
ABSTRAK
Parasetamol merupakan obat analgesik-antipiretik yang banyak digunakan di seluruh dunia. Parasetamol dalam bentuk cairan lebih disukai karena pemberiannya yang mudah dan cepat terabsorpsi dalam tubuh serta dalam pemberian dosis besar mudah disesuaikan untuk anak. Penyimpanan parasetamol sirup yang sesuai dengan etiket adalah pada suhu ruang terkendali. Beyond use date (BUD) adalah batas waktu penggunaan obat setelah diracik, disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka atau dirusak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar parasetamol sirup selama BUD. Parasetamol sirup disimpan pada ruang dengan penyejuk udara (20 – 25oC) dan tanpa penyejuk udara (30 – 40oC) selama 14 hari. Pengamatan kadar dilakukan pada hari ke-0, 3, 7, 10 dan 14 menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 247 nm dan waktu operasi selama 22 menit. Hasil penetapan kadar parasetamol sirup setelah penyimpanan selama 14 hari di ruang dengan penyejuk udara pada merek generik dan merek dagang berturut-turut yaitu 90,05 ± 1,34% dan 92,73 ± 1,01%. Kadar parasetamol sirup diruang tanpa penyejuk udara pada merek generik dan merek dagang yaitu 79,07 ± 0,99% dan 81,10 ± 2,02%. Suhu penyimpanan mempengaruhi kadar parasetamol sirup selama penyimpanan dengan selisih kadar 10,98% untuk merek generik dan 11,63% untuk merek dagang selama BUD.
Universitas Ngudi Waluyo
Title: Pengaruh Suhu Penyimpanan terhadap Kadar Parasetamol Sirup Selama Beyond Use Date Secara Spektrofotometri UV-Vis
Description:
Paracetamol or acetaminophen is a widely used analgesic-antipyretic drug worldwide.
Paracetamol in liquid form is preferred because of its easy administration and rapid absorption in the body and large doses are easily adjusted for children.
Storage of paracetamol syrup in accordance with the etiquette is at controlled room temperature.
Beyond use date (BUD) is the time limit for the use of a drug after it has been formulated, prepared or after its primary packaging has been opened or tampered with.
The purpose of this study was to determine the effect of storage temperature on paracetamol syrup levels during BUD.
Paracetamol syrup was stored in a room with air conditioning (20-25oC) and without air conditioning (30-40oC) for 14 days.
Observation of levels was carried out on days 0, 3, 7, 10 and 14 using UV-Vis spectrophotometry with a wavelength of 247 nm and operating time for 22 minutes.
The results of the determination of paracetamol syrup levels after storage for 14 days in a room with air conditioning in generic and trademark samples were 90.
05 ± 1.
34% and 92.
73 ± 1.
01%, respectively.
Paracetamol syrup levels in a room without air conditioning in generic and trademark samples are 79.
07 ± 0.
99% and 81.
10 ± 2.
02%.
Storage temperature affects paracetamol syrup levels during storage with a difference in levels of 10.
98% for generic samples and 11.
63% for trademark samples during BUD.
ABSTRAK
Parasetamol merupakan obat analgesik-antipiretik yang banyak digunakan di seluruh dunia.
Parasetamol dalam bentuk cairan lebih disukai karena pemberiannya yang mudah dan cepat terabsorpsi dalam tubuh serta dalam pemberian dosis besar mudah disesuaikan untuk anak.
Penyimpanan parasetamol sirup yang sesuai dengan etiket adalah pada suhu ruang terkendali.
Beyond use date (BUD) adalah batas waktu penggunaan obat setelah diracik, disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka atau dirusak.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar parasetamol sirup selama BUD.
Parasetamol sirup disimpan pada ruang dengan penyejuk udara (20 – 25oC) dan tanpa penyejuk udara (30 – 40oC) selama 14 hari.
Pengamatan kadar dilakukan pada hari ke-0, 3, 7, 10 dan 14 menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 247 nm dan waktu operasi selama 22 menit.
Hasil penetapan kadar parasetamol sirup setelah penyimpanan selama 14 hari di ruang dengan penyejuk udara pada merek generik dan merek dagang berturut-turut yaitu 90,05 ± 1,34% dan 92,73 ± 1,01%.
Kadar parasetamol sirup diruang tanpa penyejuk udara pada merek generik dan merek dagang yaitu 79,07 ± 0,99% dan 81,10 ± 2,02%.
Suhu penyimpanan mempengaruhi kadar parasetamol sirup selama penyimpanan dengan selisih kadar 10,98% untuk merek generik dan 11,63% untuk merek dagang selama BUD.
Related Results
Pengaruh Metode Analisis Tablet Parasetamol Terhadap Nilai Akurasi
Pengaruh Metode Analisis Tablet Parasetamol Terhadap Nilai Akurasi
Parasetamol adalah senyawa yang memiliki gugus kromofor sehingga dapat dianalisis menggunakan spektrofotometri. Metode nitrimetri memiliki kelebihan peralatan yang digunakan sederh...
Evaluasi Stabilitas Viskositas, pH, dan Karakteristik Organoleptik Sirup Obat Batuk pada Variasi Suhu Penyimpanan
Evaluasi Stabilitas Viskositas, pH, dan Karakteristik Organoleptik Sirup Obat Batuk pada Variasi Suhu Penyimpanan
Sirup obat batuk merupakan salah satu sediaan farmasi cair yang banyak digunakan karena kemudahan penggunaan dan tingkat penerimaan yang tinggi. Sirup obat batuk rentan mengalami p...
Karakterisasi Dan Umur Simpan Sirup Buah Mangrove Pedada (Sonneratia caseolaris)
Karakterisasi Dan Umur Simpan Sirup Buah Mangrove Pedada (Sonneratia caseolaris)
Sirup adalah minuman ringan yang terdiri dari larutan gula pekat dengan berbagai rasa, memiliki minimal 65% kandungan gula dan memiliki masa simpan pendek karena kandungan airnya y...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Analisis kadar glukosa pada nasi yang disimpan dan dipanaskan kembali
Analisis kadar glukosa pada nasi yang disimpan dan dipanaskan kembali
Nasi merupakan makanan pokok kaya karbohidrat, sering dikonsumsi di Indonesia, namun kadar glukosanya yang tinggi dapat mempengaruhi kesehatan. Kebiasaan masyarakat menyimpan dan m...
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP STABILITAS KLINDAMISIN FOSFAT DALAM SEDIAAN EMULGEL DENGAN HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE (HPMC) SEBAGAI GELLING AGENT
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP STABILITAS KLINDAMISIN FOSFAT DALAM SEDIAAN EMULGEL DENGAN HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE (HPMC) SEBAGAI GELLING AGENT
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh suhu penyimpanan terhadap stabilitas klindamisin fosfat dalam sediaan emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju penguraian...
KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SIRUP MANGROVE PIDADA DENGAN PENAMBAHAN CMC DAN LAMA PEMANASAN
KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SIRUP MANGROVE PIDADA DENGAN PENAMBAHAN CMC DAN LAMA PEMANASAN
Sirup adalah sari buah pekat yang diperoleh dengan cara pengepresan daging buah dan dilanjutkan dengan pemekatan baik dengan cara pendidihan biasa maupun dengan cara lain seperti p...
Kombinasi Suhu Rendah Dan Lama Penyimpanan Terhadap Sifat Fisik Buah Pepaya California (Carica papaya L.)
Kombinasi Suhu Rendah Dan Lama Penyimpanan Terhadap Sifat Fisik Buah Pepaya California (Carica papaya L.)
Buah-buahan merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bersifat mudah rusak (perishable) sehingga perlu penanganan pasca panen yang baik untuk mengurangi kerusakan dan pembus...

