Javascript must be enabled to continue!
Ladrang Sri Katon Laras Pelog Pathet Barang: Artikulasi Politik Masa Pemerintahan Paku Buwana X
View through CrossRef
Paku Buwana X, who ruled Surakarta Hadiningrat from 1893 to 1939, placed Ladrang Srikaton Laras Pelog Pathet Barang as the Gendhing Pakurmatan Miyos Dalem, a piece of music played to honor the king's arrival at special events within the palace grounds. During Paku Buwana X's reign, Ladrang Srikaton Laras Pelog Pathet Barang was performed alongside the Dutch national anthem, Wilhelmus. The Serat Sri Karongron by Raden Ngabehi Purbadipura describes the simultaneous presentation of two musical works, each with its own musical basis. The presentation of Ladrang Srikaton Laras Pelog Pathet Barang alongside the Dutch national anthem served as Paku Buwana X's political articulation, affirming that the Surakarta king still possessed legitimate power. The presentation of two musical works with different musical bases is part of Paku Buwana X's effort to demonstrate his power. This paper uses a hermeneutic approach to interpret the texts in Serat Sri Karongron by Raden Ngabehi Purbadipura.
===
Paku Buwana X yang memerintah Negari Surakarta Hadiningrat pada 1893 – 1939 menempatkan Ladrang Srikaton laras pelog pathet barang sebagai Gêndhing Pakurmatan Miyos Dalêm yaitu gending yang dibunyikan untuk menghormati kedatangan raja pada acara-acara tertentu di lingkungan istana. Sajian Ladrang Srikaton laras pélog pathêt barang pada masa pemerintahan Paku Buwana X disajikan bersamaan dengan lagu kebangsaan Belanda Wilhelmus. Sêrat Sri Karongron karya Raden Ngabehi Purbadipura mendeskripsikan peristiwa penyajian dua karya musikal dengan basis musikal yang berbeda secara bersamaan. Penyajian Ladrang Srikaton laras pélog pathêt barang bersamaan dengan lagu kebangsaan Belanda merupakan artikulasi politik Paku Buwana X bahwa raja Surakarta masih memiliki legitimasi kekuasaan. Penyajian dua karya musik dengan basis musikal yang berbeda merupakan bagian dari upaya Paku Buwana X menunjukkan kekuasaannya. Tulisan ini menggunakan pendekatan hermeneutik untuk menginterpretasi teks-teks dalam Sêrat Sri Karongron karya Raden Ngabehi Purbadipura.
Title: Ladrang Sri Katon Laras Pelog Pathet Barang: Artikulasi Politik Masa Pemerintahan Paku Buwana X
Description:
Paku Buwana X, who ruled Surakarta Hadiningrat from 1893 to 1939, placed Ladrang Srikaton Laras Pelog Pathet Barang as the Gendhing Pakurmatan Miyos Dalem, a piece of music played to honor the king's arrival at special events within the palace grounds.
During Paku Buwana X's reign, Ladrang Srikaton Laras Pelog Pathet Barang was performed alongside the Dutch national anthem, Wilhelmus.
The Serat Sri Karongron by Raden Ngabehi Purbadipura describes the simultaneous presentation of two musical works, each with its own musical basis.
The presentation of Ladrang Srikaton Laras Pelog Pathet Barang alongside the Dutch national anthem served as Paku Buwana X's political articulation, affirming that the Surakarta king still possessed legitimate power.
The presentation of two musical works with different musical bases is part of Paku Buwana X's effort to demonstrate his power.
This paper uses a hermeneutic approach to interpret the texts in Serat Sri Karongron by Raden Ngabehi Purbadipura.
===
Paku Buwana X yang memerintah Negari Surakarta Hadiningrat pada 1893 – 1939 menempatkan Ladrang Srikaton laras pelog pathet barang sebagai Gêndhing Pakurmatan Miyos Dalêm yaitu gending yang dibunyikan untuk menghormati kedatangan raja pada acara-acara tertentu di lingkungan istana.
Sajian Ladrang Srikaton laras pélog pathêt barang pada masa pemerintahan Paku Buwana X disajikan bersamaan dengan lagu kebangsaan Belanda Wilhelmus.
Sêrat Sri Karongron karya Raden Ngabehi Purbadipura mendeskripsikan peristiwa penyajian dua karya musikal dengan basis musikal yang berbeda secara bersamaan.
Penyajian Ladrang Srikaton laras pélog pathêt barang bersamaan dengan lagu kebangsaan Belanda merupakan artikulasi politik Paku Buwana X bahwa raja Surakarta masih memiliki legitimasi kekuasaan.
Penyajian dua karya musik dengan basis musikal yang berbeda merupakan bagian dari upaya Paku Buwana X menunjukkan kekuasaannya.
Tulisan ini menggunakan pendekatan hermeneutik untuk menginterpretasi teks-teks dalam Sêrat Sri Karongron karya Raden Ngabehi Purbadipura.
Related Results
Balungan Ladrang Slamet Laras Slendro Pathet Manyura Ditinjau dari Konsep Mancapat
Balungan Ladrang Slamet Laras Slendro Pathet Manyura Ditinjau dari Konsep Mancapat
Ladrang Slamet bagi masyarakat Jawa tradisonal rupa-rupanya telah dipandang sebagai gending doa keselamatan. Namun, menariknya di dalam Ladrang Slamet tidak dijumpai syair yang sec...
KARAWITAN TARI SEKAR PUDYASTUTI KARYA K.R.T. SASMINTADIPURA: STRUKTUR PENYAJIAN DAN GARAP KENDHANGAN
KARAWITAN TARI SEKAR PUDYASTUTI KARYA K.R.T. SASMINTADIPURA: STRUKTUR PENYAJIAN DAN GARAP KENDHANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan pola penyajian dan garap kendhangan Tari Sekar Pudyastuti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrip...
Nglebur Laras
Nglebur Laras
The concept of nglebur laras this time is interpreted as the concept of melting the barrel in all situations and conditions in the Karawitan art activity area. The concept can be i...
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
Pembahasan tentang pemerintahan tentunya tidaklah boleh lepas dari disiplin ilmu dan teori-teori tentang Ilmu Pemerintahan itu sendiri. Sejatinya, sejarah ilmu pemerintahan sudah d...
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) YANG TUMBUH DI DESA UNING PUNE KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) YANG TUMBUH DI DESA UNING PUNE KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES
Dalam provinsi Aceh mempunyai beberapa kabupaten salah satunya yaitu kabupaten Gayo Lues, di kabupaten Gayo Lues terdiri dari beberapa kecamatan yang menjadi tempat penel...
KOMUNITAS SENI CUKIL OMAH LARAS
KOMUNITAS SENI CUKIL OMAH LARAS
AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) proses berkarya komunitas seni cukil Omah Laras, (2) jenis karya komunitas seni cukil Omah Laras, dan (3) tema ka...
KEHIDUPAN KARAWITAN KELOMPOK MARGO LARAS DI DESA MARGOMULYO KECAMATANTAYU KABUPATEN PATI
KEHIDUPAN KARAWITAN KELOMPOK MARGO LARAS DI DESA MARGOMULYO KECAMATANTAYU KABUPATEN PATI
Kelompok karawitan Margo Laras merupakan kelompok karawitan yang terkenal di Kabupaten Pati dan sekitarnya. Profesionalitas kelompok karawitan Margo Laras Pati terbangun oleh banya...
Sindhenan Gending Budheng-Budheng Laras Pelog Pathet Nem Kendhangan Semang Alit
Sindhenan Gending Budheng-Budheng Laras Pelog Pathet Nem Kendhangan Semang Alit
Penelitian ini berjudul “Sindhenan Gending Budheng-Budheng Laras Pelog Pathet Nem Kendhangan Semang Alit” merupakan salah satu metode dalam menggarap gending lirihan yang difokuska...

