Javascript must be enabled to continue!
The reactivation of socio-cultural spaces through tactical ruralism at Padepokan Sekar Jagad
View through CrossRef
Paper ini memaparkan potensi tactical ruralism untuk revitalisasi kehidupan sosial budaya pedesaan melalui intervensi ruang berbasis komunitas di Mutihan, Yogyakarta, Indonesia. Revitalisasi diawali kompleks bangunan yang digunakan kelompok tari Sekar Jagad, ruang yang berfungsi sebagai simpul budaya yang menghubungkan warisan, identitas, dan perdagangan sehari-hari. Fokus berpusat pada Joglo yang didesain ulang oleh SASO Architects. Joglo asli dibawa dari Kabupaten Gunung Kidul oleh Holcim Foundation untuk digunakan sebagai tempat latihan tari. Paper ini mengungkap proses pembongkaran dan perakitan Joglo, yang melibatkan komunitas, tidak hanya penduduk lokal tetapi juga mahasiswa internasional. Selama upacara pembukaan, pasar malam muncul di daerah sekitar Joglo. Pasar tersebut mencontohkan suatu bentuk tactical ruralism yang menegaskan kembali peran pedesaan terhadap pengaruh perkotaan yang meluas. Dengan menggunakan eksplorasi spesifik lokasi dan dokumentasi visual, penelitian ini mengungkapkan bagaimana kegiatan yang bersifat sementara tersebut berfungsi sebagai katalisator untuk penguatan budaya dan keberlanjutan ekonomi lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa tactical ruralism, ketika berakar pada infrastruktur budaya seperti Sekar Jagad, dapat menawarkan model yang tangguh untuk pembentukan tempat dan sirkularitas. Pendekatan ini berkontribusi pada diskusi tentang perencanaan desentralisasi, otonomi pedesaan, dan reklamasi ruang budaya melalui strategi-strategi taktis yang lunak.This study investigates the potential of tactical ruralism for revitalizing rural socio-cultural life through community-driven interventions in Mutihan, Yogyakarta, Indonesia. Anchored by the building complex of Sekar Jagad dance group, the site serves as a node linking culture, identity, and everyday commerce. The focus centers on redesigned Joglo by SASO Architects. The original Joglo was brought from Gunung Kidul regency by Holcim Foundation to be used for Sekar Jagad’s dance practice, semi outdoor area. This paper also revealed the process of disassemble and assemble process of the Joglo itself, which involved communities, not only locals but also international students. During the opening ceremony, a night market emerged in surrounding area. The market exemplifies a form of tactical ruralism reasserting rural within the expanding periphery of urban influence. Using site-specific exploration and visual documentation, this research reveals how such ephemeral yet consistent activities serve as catalysts for cultural reinforcement and local economic sustainability. The findings suggest that tactical ruralism, when rooted in cultural infrastructure like Sekar Jagad, can offer a resilient model for place-making and circularity. This approach contributes to discussions on decentralized planning, rural autonomy, and the reclamation of cultural space through soft, tactical strategies.
Title: The reactivation of socio-cultural spaces through tactical ruralism at Padepokan Sekar Jagad
Description:
Paper ini memaparkan potensi tactical ruralism untuk revitalisasi kehidupan sosial budaya pedesaan melalui intervensi ruang berbasis komunitas di Mutihan, Yogyakarta, Indonesia.
Revitalisasi diawali kompleks bangunan yang digunakan kelompok tari Sekar Jagad, ruang yang berfungsi sebagai simpul budaya yang menghubungkan warisan, identitas, dan perdagangan sehari-hari.
Fokus berpusat pada Joglo yang didesain ulang oleh SASO Architects.
Joglo asli dibawa dari Kabupaten Gunung Kidul oleh Holcim Foundation untuk digunakan sebagai tempat latihan tari.
Paper ini mengungkap proses pembongkaran dan perakitan Joglo, yang melibatkan komunitas, tidak hanya penduduk lokal tetapi juga mahasiswa internasional.
Selama upacara pembukaan, pasar malam muncul di daerah sekitar Joglo.
Pasar tersebut mencontohkan suatu bentuk tactical ruralism yang menegaskan kembali peran pedesaan terhadap pengaruh perkotaan yang meluas.
Dengan menggunakan eksplorasi spesifik lokasi dan dokumentasi visual, penelitian ini mengungkapkan bagaimana kegiatan yang bersifat sementara tersebut berfungsi sebagai katalisator untuk penguatan budaya dan keberlanjutan ekonomi lokal.
Temuan ini menunjukkan bahwa tactical ruralism, ketika berakar pada infrastruktur budaya seperti Sekar Jagad, dapat menawarkan model yang tangguh untuk pembentukan tempat dan sirkularitas.
Pendekatan ini berkontribusi pada diskusi tentang perencanaan desentralisasi, otonomi pedesaan, dan reklamasi ruang budaya melalui strategi-strategi taktis yang lunak.
This study investigates the potential of tactical ruralism for revitalizing rural socio-cultural life through community-driven interventions in Mutihan, Yogyakarta, Indonesia.
Anchored by the building complex of Sekar Jagad dance group, the site serves as a node linking culture, identity, and everyday commerce.
The focus centers on redesigned Joglo by SASO Architects.
The original Joglo was brought from Gunung Kidul regency by Holcim Foundation to be used for Sekar Jagad’s dance practice, semi outdoor area.
This paper also revealed the process of disassemble and assemble process of the Joglo itself, which involved communities, not only locals but also international students.
During the opening ceremony, a night market emerged in surrounding area.
The market exemplifies a form of tactical ruralism reasserting rural within the expanding periphery of urban influence.
Using site-specific exploration and visual documentation, this research reveals how such ephemeral yet consistent activities serve as catalysts for cultural reinforcement and local economic sustainability.
The findings suggest that tactical ruralism, when rooted in cultural infrastructure like Sekar Jagad, can offer a resilient model for place-making and circularity.
This approach contributes to discussions on decentralized planning, rural autonomy, and the reclamation of cultural space through soft, tactical strategies.
Related Results
Jagad Ageng and Jagad Alit In Traditional Kayons
Jagad Ageng and Jagad Alit In Traditional Kayons
Kayon is a shadow puppet character who symbolizes the world. In the Java world, there are two types of world concepts, namely the jagad ageng and the jagad alit. This study aims to...
Padepokan Pencak Silat Bandrong Badak Putih dalam Pelestarian Kesenian Silat dan Debus di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon Tahun 2015-2023
Padepokan Pencak Silat Bandrong Badak Putih dalam Pelestarian Kesenian Silat dan Debus di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon Tahun 2015-2023
This study examines the role of the Bandrong Badak Putih Pencak Silat Padepokan in the preservation of the traditional arts of Debus and Silat in Citangkil District, Cilegon City, ...
A Touch of Space Weather - Outreach project for visually impaired students
A Touch of Space Weather - Outreach project for visually impaired students
<p><em><span data-preserver-spaces="true">'A Touch of Space Weather' is a project that brings space weather science into...
Relevansi Nilai Pendidikan Islam dan Ajaran Tasawuf dalam Suluk Bismillah bagi Abdi Dalem Padepokan Jabalahad Keraton Surakarta
Relevansi Nilai Pendidikan Islam dan Ajaran Tasawuf dalam Suluk Bismillah bagi Abdi Dalem Padepokan Jabalahad Keraton Surakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Suluk Bismillah bagi Abdi Dalem di Padepokan Jabalahad Karaton Surakarta Hadiningrat, 2) Ajaran Tas...
Educational Construction (Political) of Students in the Discourse "Tegges Mamaca Layang Candra Jagad"
Educational Construction (Political) of Students in the Discourse "Tegges Mamaca Layang Candra Jagad"
This study aims to reveal the educational construction (politics) of students in the discourse of tegges mamaca Layang Candra Jagad. The educational discourse and leadership advice...
HARMONISASI HIDUP MANUSIA DALAM KONSEP JAGAD GEDHE DAN JAGAD CILIK MASYARKAT JAWA (Tinjauan Filsafat Simbol Ernst Cassirer)
HARMONISASI HIDUP MANUSIA DALAM KONSEP JAGAD GEDHE DAN JAGAD CILIK MASYARKAT JAWA (Tinjauan Filsafat Simbol Ernst Cassirer)
Fokus penelitian ini adalah untuk menggali makna-makna simbolik yang terkandung dalam konsep jagad gedhe dan jagad cilik masyarakat Jawa dalam upaya harmonisasi hidup manusia, utam...
KARAWITAN TARI SEKAR PUDYASTUTI KARYA K.R.T. SASMINTADIPURA: STRUKTUR PENYAJIAN DAN GARAP KENDHANGAN
KARAWITAN TARI SEKAR PUDYASTUTI KARYA K.R.T. SASMINTADIPURA: STRUKTUR PENYAJIAN DAN GARAP KENDHANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan pola penyajian dan garap kendhangan Tari Sekar Pudyastuti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrip...
The Role of Padepokan Ciliwung Condet in The Development of Betawi Cultural Tourism Ciliwung Condet
The Role of Padepokan Ciliwung Condet in The Development of Betawi Cultural Tourism Ciliwung Condet
This research aims to examine the role of Padepokan Ciliwung Condet in developing Betawi cultural tourism in the Ciliwung Condet area. Betawi cultural tourism has great potential a...

