Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kerajinan Sulaman Dalam Estetika Monroe Beardsley (Studi Pada Kerajinan Sulam di Desa Cikunir Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya)
View through CrossRef
Seni adalah segala kegiatan yang diciptakan oleh manusia dan terdapat sebuah unsur keindahan, adapun seni yang dimaksud disini yaitu seni kriya. Seni kriya merupakan seni kerajinan tangan dengan tahap pembuatannya menggunakan tangan manusia dan keterampilan khusus serta memiliki nilai kegunaan atau fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kerajinan sulaman dengan menggunakan teori estetika Monroe Beardsley, dengan mengacu pada rumusan masalah bagaimana analisis kerajinan sulaman dalam estetika Monroe Beardsley?. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif sehingga dapat mendeskripsikan dan menganalisa terkait obyek yang diteliti. Temuan dari penelitian ini yaitu dalam analisis estetika Monroe Beardsley kerajinan sulaman meliputi kombinasi kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan. Perpaduan kesatuan unity, diantaranya adalah perpaduan yang meliputi unsur garis, unsur bangun, unsur rasa permukaan bahan atau tekstur dan unsur warna. Kerumitan atau complexity tingkat kerumitan terletak pada motif naturalis yang banyak menampilkan bentuk stilasi dari bunga, daun, tangkai, putik dan lain sebagainya. Bentuk-bentuk tersebut sekilas memang tampak cukup sederhana, akan tetapi dalam sistem pengerjaannya memiliki tingkat kerumitan karena memerlukan keuletan, keahlian dan juga kesabaran. Kesungguhan atau Intensity ini dapat dilihat dari sebuah bentuk yang diambil. Intensitas atau kesungguhan pada sebuah karya kerajinan sulaman Secara filosofis semuanya memiliki keterkaitan dengan alam sehingga memiliki suatu nilai kesungguhan dimana motif tersebut merupakan hasil eksplorasi bentuk tiruan menjadi tampak nyata dan juga indah.
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Analisis Kerajinan Sulaman Dalam Estetika Monroe Beardsley (Studi Pada Kerajinan Sulam di Desa Cikunir Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya)
Description:
Seni adalah segala kegiatan yang diciptakan oleh manusia dan terdapat sebuah unsur keindahan, adapun seni yang dimaksud disini yaitu seni kriya.
Seni kriya merupakan seni kerajinan tangan dengan tahap pembuatannya menggunakan tangan manusia dan keterampilan khusus serta memiliki nilai kegunaan atau fungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kerajinan sulaman dengan menggunakan teori estetika Monroe Beardsley, dengan mengacu pada rumusan masalah bagaimana analisis kerajinan sulaman dalam estetika Monroe Beardsley?.
Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif sehingga dapat mendeskripsikan dan menganalisa terkait obyek yang diteliti.
Temuan dari penelitian ini yaitu dalam analisis estetika Monroe Beardsley kerajinan sulaman meliputi kombinasi kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan.
Perpaduan kesatuan unity, diantaranya adalah perpaduan yang meliputi unsur garis, unsur bangun, unsur rasa permukaan bahan atau tekstur dan unsur warna.
Kerumitan atau complexity tingkat kerumitan terletak pada motif naturalis yang banyak menampilkan bentuk stilasi dari bunga, daun, tangkai, putik dan lain sebagainya.
Bentuk-bentuk tersebut sekilas memang tampak cukup sederhana, akan tetapi dalam sistem pengerjaannya memiliki tingkat kerumitan karena memerlukan keuletan, keahlian dan juga kesabaran.
Kesungguhan atau Intensity ini dapat dilihat dari sebuah bentuk yang diambil.
Intensitas atau kesungguhan pada sebuah karya kerajinan sulaman Secara filosofis semuanya memiliki keterkaitan dengan alam sehingga memiliki suatu nilai kesungguhan dimana motif tersebut merupakan hasil eksplorasi bentuk tiruan menjadi tampak nyata dan juga indah.
Related Results
Penerapan Sulaman Timbul pada Pelengkap Busana Anak
Penerapan Sulaman Timbul pada Pelengkap Busana Anak
Sulaman timbul berupa sulaman yang menimbulkan kesan bergelombang pada permukaan kain sesuai dengan lekuk gambar. Sulaman timbul dapat diterapkan pada berbagai produk dalam dunia f...
Identifikasi Elemen Citra Kota di Pusat Kota Tasikmalaya pada Media Sosial Instagram
Identifikasi Elemen Citra Kota di Pusat Kota Tasikmalaya pada Media Sosial Instagram
Abstract. Tasikmalaya City was a division of Tasikmalaya Regency in 1967. Before the expansion, Tasikmalaya City was the regional capital which could be recognized from the trading...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
Eksplorasi Nilai Estetika dalam Karya Yuli Avianto: Kajian Teori Monroe Beardsley
Eksplorasi Nilai Estetika dalam Karya Yuli Avianto: Kajian Teori Monroe Beardsley
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai estetika dalam karya seni Yuli Avianto melalui penerapan teori estetika Monroe Beardsley, yang menekankan tiga komponen utama: kes...
Marilyn Monroe
Marilyn Monroe
Arguably the most recognizable Hollywood star from the 1950s until today, Marilyn Monroe (b. 1 June 1926–d. 4 August 1962) is associated with the Hollywood studio system, widescree...

