Javascript must be enabled to continue!
Teknologi Mesin Pencacah Ikan Sapu-Sapu untuk Pengolahan Biomassa Berkelanjutan di Kawasan Danau Matano
View through CrossRef
Artikel pengabdian kepada masyarakat ini membahas pengembangan dan penerapan mesin pencacah ikan sapu-sapu untuk mendukung pengolahan biomassa berkelanjutan di kawasan Danau Matano. Kegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan mengolah biomassa ikan sapu-sapu menjadi bahan bernilai guna, seperti bahan pakan ternak, komponen pupuk organik, dan bahan baku pelet. Metode pelaksanaan memadukan pengembangan teknologi tepat guna dengan pendampingan partisipatif kepada UMKM binaan PT Vale, meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan rancangan dasar mesin, penentuan spesifikasi teknis, analisis gaya potong dan kapasitas, fabrikasi komponen mekanikal, perakitan sistem penggerak, pengujian kinerja, demonstrasi pengoperasian, dan serah terima teknologi. Pengujian kuantitatif dilakukan terhadap 10 ekor ikan sapu-sapu dengan ukuran lebar 5-8 cm, panjang 20-40 cm, dan berat 200-500 gram per ekor. Mesin bekerja pada putaran blade sekitar 60 rpm dengan waktu pencacahan 10-20 detik per ekor. Ukuran hasil cacahan berada pada rentang 1-4 cm dan relatif seragam, dengan estimasi kapasitas aktual 36-180 kg per jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin pencacah layak digunakan sebagai unit awal pengolahan biomassa ikan sapu-sapu serta berkontribusi terhadap pemberdayaan mitra, peningkatan produktivitas UMKM, dan konservasi lingkungan melalui pemanfaatan biomassa perairan lokal secara produktif.
CV. Alim's Publishing
Title: Teknologi Mesin Pencacah Ikan Sapu-Sapu untuk Pengolahan Biomassa Berkelanjutan di Kawasan Danau Matano
Description:
Artikel pengabdian kepada masyarakat ini membahas pengembangan dan penerapan mesin pencacah ikan sapu-sapu untuk mendukung pengolahan biomassa berkelanjutan di kawasan Danau Matano.
Kegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan mengolah biomassa ikan sapu-sapu menjadi bahan bernilai guna, seperti bahan pakan ternak, komponen pupuk organik, dan bahan baku pelet.
Metode pelaksanaan memadukan pengembangan teknologi tepat guna dengan pendampingan partisipatif kepada UMKM binaan PT Vale, meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan rancangan dasar mesin, penentuan spesifikasi teknis, analisis gaya potong dan kapasitas, fabrikasi komponen mekanikal, perakitan sistem penggerak, pengujian kinerja, demonstrasi pengoperasian, dan serah terima teknologi.
Pengujian kuantitatif dilakukan terhadap 10 ekor ikan sapu-sapu dengan ukuran lebar 5-8 cm, panjang 20-40 cm, dan berat 200-500 gram per ekor.
Mesin bekerja pada putaran blade sekitar 60 rpm dengan waktu pencacahan 10-20 detik per ekor.
Ukuran hasil cacahan berada pada rentang 1-4 cm dan relatif seragam, dengan estimasi kapasitas aktual 36-180 kg per jam.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin pencacah layak digunakan sebagai unit awal pengolahan biomassa ikan sapu-sapu serta berkontribusi terhadap pemberdayaan mitra, peningkatan produktivitas UMKM, dan konservasi lingkungan melalui pemanfaatan biomassa perairan lokal secara produktif.
Related Results
INTERAKSI TROFIK KOMUNITAS IKAN DI DANAU MATANO, SULAWESI SELATAN PASCA BERKEMBANGNYA IKAN ASING INVASIF
INTERAKSI TROFIK KOMUNITAS IKAN DI DANAU MATANO, SULAWESI SELATAN PASCA BERKEMBANGNYA IKAN ASING INVASIF
Interaksi trofik pasca masuknya ikan introduksi ataupun ikan asing invasif merupakan dasar untuk mengkaji tekanan ekologis terhadap ikan asli. Penelitian ini bertujuan untuk mengan...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
Upaya pengembangan budidaya ikan patin jambal (Pangasius djambal) dan ikan patin nasutus (P. nasutus) sebagai komoditas ekspor ikan patin daging putih sulit direalisasikan, karena ...
ANALISIS PERUBAHAN PROTEIN IKAN SELAMA PENGOLAHAN DENGAN PENGGARAMAN
ANALISIS PERUBAHAN PROTEIN IKAN SELAMA PENGOLAHAN DENGAN PENGGARAMAN
Indonesia Sejauh ini, belum ada studi terkait pengaruh tahapan proses pengolahan ikan tradisional di Indonesia terhadap perubahan profil bobot molekul serta alergenisitasnya. Tujua...
PENGELOLAAN SUMBERDAYA IKAN DI KOMPLEK DANAU MALILI PROVINSI SULAWESI SELATAN
PENGELOLAAN SUMBERDAYA IKAN DI KOMPLEK DANAU MALILI PROVINSI SULAWESI SELATAN
<p>Sistem Danau Malili yang terdiri dari Danau Matano, Towuti, Mahalona, Wawantoa, dan Masapi merupakan satu kesatuan sistem danau yang mempunyai keanekaragaman ikan yang cuk...
POTENSI REKRUT IKAN BONTI-BONTI (Paratherina striata Aurich) DI DANAU TOWUTI, SULAWESI SELATAN
POTENSI REKRUT IKAN BONTI-BONTI (Paratherina striata Aurich) DI DANAU TOWUTI, SULAWESI SELATAN
Ikan bonti-bonti (Paratherina striata) selain endemik, statusnya tergolong rawan punah (vulnerable species) dan hanya terdapat di Danau Towuti dan Danau Mahalona. Masyarakat di sek...
Danau Laut Balbullol di Misool Raja Ampat
Danau Laut Balbullol di Misool Raja Ampat
Danau laut adalah ekosistem unik yang ditemukan terfokus di empat lokasi saja di dunia. Salah satunya di Raja Ampat. Danau-danau tersebut memiliki karakter yang unik sesuai tingka...

