Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMERTAHANAN DAN PERGESERAN DALAM PENGGUNAAN BAHASA SUNDA DI PONPES NURUL HIKMAH SEMARANG

View through CrossRef
This research aims to find communication patterns conducted by informant and knowing factors that cause Sundanese can survive and shift. This research is qualitative research that collect data using indepth interview. Data resources of this study were a native speaker of Sundanese as well as a student at Ponpes Nurul Hikmah Semarang. This data analysis technique uses an inductive model and translational equivalent methods. The result of this study shows that the informant interacted with people around her neighbours, Banten and in the overseas area, Semarang. Interactions carried out by the informant in Banten were with family, siblings, relatives, and school friends. While interactions in Semarang occured between informant and teachers, fellow students, and college friends. Informant used daily Sundanese or Sunda sedeng when she was in Banten. In Semarang, the frequency of using Bahasa Indonesia is more often than in Banten. The informant also practiced switching code and mixing code between Sundanese and bahasa Indonesia. From the various interactions made by informants, the factors that influence maintaining Sundanese are geographic factors, positive language attitudes, and the environment. Whereas the factors that influence shifting Sundanese are the environment and the second person in the speech act.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola komunikasi yang dilakukan informan dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan bahasa Sunda bertahan dan bergeser. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara mendalam. Sumber data penelitian ini adalah penutur asli bahasa Sunda sekaligus sebagai santri Ponpes Nurul Hikmah Semarang. Teknik analisis data ini menggunakan model induktif dan metode padan translasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan berinteraksi dengan orang-orang di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, Banten dan di daerah rantau, Semarang. Interaksi yang dilakukan informan di Banten yaitu dengan keluarga, saudara kandung, kerabat, dan teman masa sekolah. Adapun interaksi di Semarang terjadi antara informan dengan guru, sesama santri, dan teman kuliah. Informan dominan menggunakan bahasa Sunda sehari-hari atau bahasa Sunda sedeng ketika di Banten. Saat di Semarang, frekuensi penggunaan bahasa Indonesia lebih sering daripada di Banten. Informan juga melakukan praktik alih kode dan campur kode antara bahasa Sunda dan bahasa Indonesia. Dari berbagai interaksi yang dilakukan informan, faktor-faktor yang mempengaruhi bahasa Sunda dapat bertahan adalah faktor geografis, sikap positif bahasa, lingkungan dan mitra tutur, serta perbedaan usia. Adapun faktor yang mempengaruhi pergeseran bahasa Sunda adalah minoritas mitra tutur berbahasa Sunda serta kepentingan dan pemakaian.
Title: PEMERTAHANAN DAN PERGESERAN DALAM PENGGUNAAN BAHASA SUNDA DI PONPES NURUL HIKMAH SEMARANG
Description:
This research aims to find communication patterns conducted by informant and knowing factors that cause Sundanese can survive and shift.
This research is qualitative research that collect data using indepth interview.
Data resources of this study were a native speaker of Sundanese as well as a student at Ponpes Nurul Hikmah Semarang.
This data analysis technique uses an inductive model and translational equivalent methods.
The result of this study shows that the informant interacted with people around her neighbours, Banten and in the overseas area, Semarang.
Interactions carried out by the informant in Banten were with family, siblings, relatives, and school friends.
While interactions in Semarang occured between informant and teachers, fellow students, and college friends.
Informant used daily Sundanese or Sunda sedeng when she was in Banten.
In Semarang, the frequency of using Bahasa Indonesia is more often than in Banten.
The informant also practiced switching code and mixing code between Sundanese and bahasa Indonesia.
From the various interactions made by informants, the factors that influence maintaining Sundanese are geographic factors, positive language attitudes, and the environment.
Whereas the factors that influence shifting Sundanese are the environment and the second person in the speech act.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola komunikasi yang dilakukan informan dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan bahasa Sunda bertahan dan bergeser.
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara mendalam.
Sumber data penelitian ini adalah penutur asli bahasa Sunda sekaligus sebagai santri Ponpes Nurul Hikmah Semarang.
Teknik analisis data ini menggunakan model induktif dan metode padan translasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan berinteraksi dengan orang-orang di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, Banten dan di daerah rantau, Semarang.
Interaksi yang dilakukan informan di Banten yaitu dengan keluarga, saudara kandung, kerabat, dan teman masa sekolah.
Adapun interaksi di Semarang terjadi antara informan dengan guru, sesama santri, dan teman kuliah.
Informan dominan menggunakan bahasa Sunda sehari-hari atau bahasa Sunda sedeng ketika di Banten.
Saat di Semarang, frekuensi penggunaan bahasa Indonesia lebih sering daripada di Banten.
Informan juga melakukan praktik alih kode dan campur kode antara bahasa Sunda dan bahasa Indonesia.
Dari berbagai interaksi yang dilakukan informan, faktor-faktor yang mempengaruhi bahasa Sunda dapat bertahan adalah faktor geografis, sikap positif bahasa, lingkungan dan mitra tutur, serta perbedaan usia.
Adapun faktor yang mempengaruhi pergeseran bahasa Sunda adalah minoritas mitra tutur berbahasa Sunda serta kepentingan dan pemakaian.

Related Results

Penggunaan Bahasa Sunda di Lingkungan Keluarga sebagai Upaya Konservasi Budaya
Penggunaan Bahasa Sunda di Lingkungan Keluarga sebagai Upaya Konservasi Budaya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi keterancaman punahnya bahasa Sunda di lingkungan keluarga Sunda. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan dominansi penggunaan baha...
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
Penelitian ini membahas perbandingan bahasa Sunda Dialek Priangan dengan bahasa Sunda Dialek Indramayu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan tekn...
Pemertahanan Bahasa Sunda pada Konten Parodi dalam Akun Tiktok @iggydzu
Pemertahanan Bahasa Sunda pada Konten Parodi dalam Akun Tiktok @iggydzu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemertahanan bahasa Sunda melalui konten parodi yang diproduksi dan dipublikasikan oleh akun TikTok @Iggydzu. Penelitian ini berfokus pa...
Pemertahanan Bahasa Lauje di kalangan Generasi Muda Kabupaten Parigi Moutong (Kajian Sosiolinguistik)
Pemertahanan Bahasa Lauje di kalangan Generasi Muda Kabupaten Parigi Moutong (Kajian Sosiolinguistik)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya penggunaan bahasa Lauje di kalangan generasi muda. Dalam kehidupan sehari-hari, generasi muda lebih sering menggunakan bah...
REKONSTRUKSI “ISLAM TEH SUNDA, SUNDA TEH ISLAM”
REKONSTRUKSI “ISLAM TEH SUNDA, SUNDA TEH ISLAM”
This paper describes the background of the “Islam teh Sunda dan Sunda teh Islam” means that “Islam is the same as the Sunda and Sunda that is Islam”, the term, was introduced by Ha...
Kesalahan Ejaan pada Hasil Ketikan Aksara Sunda di Komputer dengan Menggunakan Font Aksara Sunda Berbasis Silabis
Kesalahan Ejaan pada Hasil Ketikan Aksara Sunda di Komputer dengan Menggunakan Font Aksara Sunda Berbasis Silabis
AbstrakSejak diluncurkannya font aksara Sunda Unicode (SundaneseLatin) pada tahun2008, penggunaan aksara Sunda mulai memasuki wilayah-wilayah baru. AksaraSunda yang sebelumnya hany...
PEMILIHAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA PADA KAUM PEREMPUAN PESISIR REMBANG
PEMILIHAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA PADA KAUM PEREMPUAN PESISIR REMBANG
Pada masyarakat Jawa, pemilihan sebuah kode (bahasa/ragam) ditentukan oleh banyak faktor, misalnya: usia, jenis kelamin, derajat sosial, pangkat, tempat, diksi, dan ragam. Peneliti...

Back to Top